Eksplorasi Alam gaya Biologi

Eksplorasi alam, sepertinya masih asing terdengar di Biologi. Wajar saja memang, mungkin karena kesehariannya yang sering berkutat dengan kuliah dan praktikum di laboratorium. Jika dipikirkan lebih dalam mahasiswa biologi (khususnya Biologi IPB) juga harusnya tidak kalah di bidang eksplorasi alam. Nggak percaya ?. Coba lihat kuliah-kuliah yang sudah di dapat selama di Biologi, banyak sekali yang garis besarnya adalah keanekaragaman alias biodiversitas tumbuhan maupun hewan. Mulai dari yang kasat mata sampai yang terbesar di dunia kita pelajari. Mulai dari yang sudah fosil sampai yang masih ada, kita tahu. Benar kan ? Apa sih pentingnya eksplorasi alam ? Nih fakta-faktanya :

1.  Indonesia kaya akan keanekaragaman hayati. Biodiversitas Indonesia dikatakan sebagai yang tertinggi kedua setelah Brasil. Jika biota laut diikutsertakan, Indonesia diklaim sebagai negara yang paling kaya keanekaragaman hayati. Dengan keadaan biodiversitas negara kita yang sangat kaya ini tentunya bukan banyak juga minat dari peneliti/ilmuwan asing yang ingin ikut meneliti dari taraf taksonomi hingga pemanfaatannya.

2. Ekspedisi Mekongga yang dilakukan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan University of California, Davis, berhasil mengoleksi jutaan spesimen dan mengidentifikasi spesies baru. “Ada 1 juta spesimen serangga yang diambil. Dari 1 juta itu baru 15.000 yang disortir. Belum semua spesimen diidentifikasi dan dinamai. Salah satu spesies baru serangga yang ditemukan adalah Megalara garuda atau tawon raja. Jenis tawon ini memiliki rahang yang besar, bahkan lebih besar dari kaki depannya. Di bidang botani, ekspedisi Mekongga juga menemukan 1 genus bambu baru serta spesies baru Rhododendron, Syzygium (jambu-jambuan), Osmocylon dan sebagainya. (kompas.com)

3. Sebuah ekspedisi ilmiah di kepulauan Palawan, Filipina, menemukan kepiting ungu yang merupakan varian kepiting air tawar Insulamon warna-warni. Kepiting berwarna ungu itu adalah satu dari empat spesies baru kepiting yang ditemukan di kepulauan itu. (tempo.co)

4. Elizabeth Widjaja, peneliti bambu dari Puslit Biologi LIPI mengungkapkan, penelitian eksploratif seperti pengungkapan kekayaan hayati Indonesia perlu dilakukan. Tidak semua kegiatan riset harus diarahkan pada riset-riset aplikatif yang segera dapat dituai manfaatnya.

Nah, sudah mulai sadar kan ? ternyata banyak hal yang bisa dilakukan jika sering jalan-jalan atau eksplorasi alam bagi mahasiswa biologi. Ini juga bakal efektif untuk mengatasi rasa bosan jika merasa terus berkutat di kamar, laboratorium, ruang kuliah dll. Wah, ini bisa jadi sarana rekreasi “merenggangkan urat-urat syaraf” namun pastinya bukan jalan-jalan biasa bagi seorang anak Biologi. Melalui eksplorasi alam kita juga akan banyak belajar hal-hal baru tentang alam dan ekosistemnya, dan akan semakin menandakan banyak hal yang belum kita tahu. So, tunggu apa lagi. Manfaatkan waktu kosongmu dan ilmu biologimu untuk hal yang bermanfaat, masih banyak tempat yang belum pernah dijelajahi. Mari Beraksi dengan Biologi.

                                                                                                                                                                                                                            (diolah dari berbagai sumber)

Advertisements

Leave a Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s