Penentuan Revolusi Mesir

Saudara muslim semua 16-17 Juni 2012 dua hari penentuan Presiden Mesir pascarevolusi satu setengah tahun sejak Hosni Mubarak turun. Turunnya Mubarak pada Februari 2012 dipicu gerakan massa yang besar di medan Tahrir selama 18 hari berturut-turut. Demonstrasi damai  (Tsaurah Salimah) ini tida selamanya bisa damai. Terbukti masih saja ada pihak-pihak (mungkin militer) yang berusaha membubarkan massa dengan cara kekerasan, 800 orang dikabarkan meninggal dunia. Mereka “Syuhada Revolusi”. Akibat perbuatannya itu, Hosni dan Menteri Dalam Negerinya dikenai hukuman penjara seumur hidup. Keputusan yang dinilai tidak cukup adil untuk perbuatannya.

Pemilu perdana 23-24 Mei lalu di Mesir menunjukkan hasil yang sangat mengejutkan, Dr. Mursi (FJP) memperoleh suara 25,3 % sedangkan rivalnya yang menyebut “Hosni Mubarak sebagai Teladan” Ahmad Syafiq (independen) memperoleh suara 24 % serta Sabbahi (independen) memperoleh 22% suara pemilih saat itu. Hasil yang sangat mengejutkan. Total rakyat Mesir yang menyumbangkan suara pada pemilu perdana itu baru sekitar 50% dari total pemilih. Perolehan yang tinggi dari rival Dr. Morsi sebagai pertanda  sebagian rakyat mesir masih menganggap masa Hosni Mubarak lebih baik karena Syafiq dianggap oleh IM merupakan penerus reizm Mubarak. Diduga beberapa faktor yang menyebabkan demikian, pelibatan polisi (militer) yang sebenarnya dilarang oleh konstitusi untuk ikut ‘meramaikan’ pemilu tersebut, tekanan pihak militer, kecurangan dalam pemilu, surat suara dan sebagainya, hingga peran serta media dalam menumbuhsuburkan opini miring jika kubu Islamis menang. Saat hal tersebut diadukan kepada Media di Mesir saat ini masih dikuasai sepenuhnya oleh kaum liberal (Syafiq) 70 : 1 jika dibandingkan dengan media IM. Kondisi sulit di Mesir dari BBM langka (atau dibuat langka dan mungkin listrik akan langka serta kondisi ekonomi negara yang masih belum stabil menjadi sorotan media dan kampanye Syafiq dan di putaran pertama ini berhasil. Banyak yang beralih pandangan Mesir masih jauh lebih baik sebelum revolusi.

Kilas Balik Pemilu Parlemen

Rasanya ada suatu keyakinan yang kuat bahwa kubu Islamis dan orang-orang prorevolusi akan mengambil mendominasi pemerintahan di Mesir pasca-revolusi 2011 kemarin. Komisi Pemilihan Umum Mesir, Sabtu 21 Januari 2012 mengumumkan perolehan suara pemilihan umum legislatif (majelis rendah) Partai Kebebasan dan Keadilan, FJP meraih 47,18% suara,  atau partai itu  akan menguasai 235 kursi di Majelis Rakyat. Tempat kedua diduduki oleh kubu konservatif, Partai Salafist al Nur dengan 121 kursi atau 25% suara. Sementara partai beraliran liberal, Partai Wafd, meraih 36 kursi dan partai sekuler, Koalisi Mesir, memiliki 33 kursi. Dengan hasil tersebut maka partai-partai Islam menguasai sekitar dua pertiga parlemen.

Putaran ke-2 dan Angin Segar

Ada hal menarik yang perlu diperhatikan pada Pemilu Mesir kali ini. Baik pada pemilu putara pertama  kemarin maupun pemilu putaran kedua di luar Mesir Dr. Morsi selalu mendapat kemenangan yang mutlak. Pemilu putaran pertama Morsi bersaing dengan 12 calon lainnya pada perolehan suara di luar Mesir, ia mendapat sebanyak 106.252 suara di 33 negara terutama negara timur tengah yang terdapat sebagian besar populasi rakyat Mesir. Perolehan suara pada pemilu ke-2 juga tidak jauh demikian, Morsi masih menang mutlak di negar-negara teluk sementara Syafiq  dilaporkan memimpin kalangan pemilih di beberapa negara barat seperti Austria, Yunani, Selandia Baru dan Amerika Serikat. Melihat kondisi ini memang bisa ditarik suatu dugaan yang kuat mengenai basis pendukung kedua calon ini terutama di daerah luar Mesir yang secara fisik tidak berhubungan langsung. Sementara itu, di dalam negeri sendiri pengaruh antardua calon ini nampaknya masih sama-sama kuat baik melalui kampanye yang sah maupun berbagai cara kecurangan lain.

Putaran ke-2 Pemilu Mesir yang akan dilaksanakan di dalam negeri InsyaAllah akan diadakan pada besok dan lusa yaitu, 16-17 Juni ini. Sebelumnya sempat ada selentingan bahwa Syafiq kemungkinan akan berhenti dari pencalonan diri karena secara hukum dilarang oleh undang-undang pelarangan pencalonan dari pejabat era Mubarak. Kabarnya undang-undang itu telah disahkan pada April namun pada 14 Juni kemarin Mahkamah Agung Mesir membatalkannya (diduga banyak desakan pihak militer era Mubarak yang masih banyak mendominasi MA). Pembatalan itu membuat Syafiq terus melaju sampai pemilu putaran ke-2. beberapa partai berbasis Islam sudah mulai merapat dan berkoalisi, ummat di luar Islam pun yang prorevolusi juga ikut merapat. Koalisi ini dibentuk murni dengan tujuan awal untuk mempertahankan Revolusi dan belum terfokus memikirkan pascakemenangan nanti. Kita harus meyakini bahwa revolusi ini tidak akan berakhir ditangan kaum sekuler dan rezim milter kembali. “Nyawa Syuhada revolusi tanggung jawab saya” tegas Dr. Mursi. Siapa yang akan menduduki kursi Kepresidenan Mesir pada 1 Juli nanti ? Tentunya akan sangat mempengaruhi masa depan Mesir mendatang. Kita senantiasa berdoa untuk Kemenangan dan Kejayaan Islam.

 

Mohammad Fadhillah
Ketua Departemen Politik Luar Negeri
Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia Komisariat IPB

 

 

Advertisements

Leave a Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s