Seruan Pembebasan Jarussalem

 

Jarussalem

Bumi para Nabi Mulia

Tanah suci tiga Agama besar di Dunia

Saksi bisu dan berharga peradaban lama

Tempat nan damai, tenang, dan penuh toleransi beragama

Namun, mau dibawa kemana kau saat ini oleh ‘egoisme’ mereka ?

 

Aku berseru

Jarussalem, kami datang dengan misi mulia

Mendudukkan semua perkara kembali ke tempat semula

Dimana semua kan damai tertata dan penuh pesona

Jauh dari cekaman dan ketakutan dan tumpahan darah

Jauh dari keserakahan dan kebiadaban ‘umat pilihan Tuhan’ itu

 

Aku berseru

Wahai kau ‘ummat pilihan Tuhan’

Klaim atas diri yang hiperbola dan tak masuk logika

Kalian hanya tak ubah seperti daging-daging hidup yang tak punya hati

Aku hendak bertanya

Pernahkah kau dengar kata kata belas kasih, atau damai, atau cinta atau manusiawi

Aku yakin kata-kata itu mungkin sudah hilang atau kau hilangkan dari negerimu

 

Aku berseru

Wahai umat dunia

Tidakkah kita akan berdiam diri saja ?

Bukankah diantara arti diam adalah setuju

Atau benarkah kita diam-diam setuju dengan kejahatan kemanusiaan dan perampokan ini ?

Coba kau lihat mereka ‘memangsa’ saudara-saudara kita

Coba kau rasakan anak-anak dan perempuan menjadi target rudal dan peluru senapan mereka

Coba kau banyangkan saat kemanusiaan mereka injak-injak dan nodai

 

Aku berseru

Bangkitlah semua umat dunia

Dimanapun kini berada

Bagimu yang masih ada segenggam hati suci di dalam dada

Bagimu masih yang rasa kemanusiaannya belum sirna

Jarussalem dan Palestina menunggu kita

Menunggu saat-saat masa itu kembali tiba

Dimana manusia kembali dihargai sebagai manusia

 

Aku kembali berseru

Tuntaskalah usaha yang menjadi tanggung jawab kita

Sekuat tenaga, sebesar-besarnya

Berjuanglah dengan penolakan hatimu dan doa-doamu

Berjuanglah dengan goresan penamu

Berjuanglah dengan keringatmu

Berjuanglah dengan hartamu

Berjuanglah dengan nyawamu

Berjuanglah untuk mereka

Advertisements

One comment

  1. Saya tertarik dengan tulisan anda mengenai puisi. Puisi adalah bentuk karangan yang terikat oleh rima, ritma, ataupun jumlah baris serta ditandai oleh bahasa yang padat.
    Saya juga mempunyai tulisan yang sejenis mengenai puisi yang bisa anda kunjungi di puisi

Leave a Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s