Hah, Ternyata Tubuh Manusia Sarang Mikroba

Tahukah Anda ? Jika bumi saat ini dihuni hampir 8 miliar manusia, tubuh kita juga sedang dihuni oleh 100 triliun sel mikroba (jasad renik). Tubuh kita mirip seperti bumi yang kita huni saat ini walaupun banyak yang tidak sadar mereka menjadi tempat hidup lebih dari 10.000 jenis mikroba. Sejak teknologi metagenomik berkembang mulai tahun 2000an, peneliti mulai mendapat “kebebasan” untuk menggali informasi dari mikroba yang tidak bisa dibiakkan di laboratorium. Akhir tahun 2007, sebuah lembaga penelitian kesehatan di Amerika Serikat (National Institute of Health) beserta ahli mikrobiologi dunia menggagas “Human Microbiome Project”. Proyek lima tahun ini bertujuan menggali informasi mengenai kekayaan komunitas mikroba yang hidup pada tubuh manusia serta peranannya dalam kesehatan dan penyakit pada manusia.

main_bg

Manusia sebenarnya sudah hidup bersimbiosis dengan mikroba sejak lahir. Seorang bayi yang lahir melalui saluran rahim Ibunya akan langsung menerima “hadiah pertama” berupa mikroba dari rahim ibunya. Sampai umur tiga tahun, seorang anak sudah memiliki komunitas mikroba yang mirip dengan orang dewasa. Seberapa penting keberadaaan mereka ? Bakteri yang sering kali identik dengan penyebab penyakit padahal adalah “pasukan penolong” yang perannya lebih banyak dibandingkan penyakit yang mereka sebabkan. Salah satu contohnya adalah mikroba pada saluran pencernaan (usus) yang memiliki peran yang sangat penting bagi kesehatan. Manusia yang tidak memiliki enzim pencernaan yang lengkap untuk makanannya sangat terbantu oleh komunitas bakteri dalam saluran pencernaannya. Selain itu, komunitas bakteri saluran pencernaan juga berperan dalam menghasikan vitamin, zat antiinflamasi, perlindungan dari serangan patogen dan penyakit tertentu.

Kasus yang menarik pada manusia adalah seorang yang gemuk melakukan diet hingga berat badannya turun menjadi seperempat dari semula. Setelah diteliti, ada perubahan komunitas mikroba saluran pencernaan orang itu antara sebelum diet (saat gemuk) dan setelah diet. Komunitas mikroba setelah diet lebih mirip dengan komunitas mikroba pada orang berbadan kurus umumnya. Hasil ini sama dengan tes yang dilakukan sebelumnya pada tikus uji. Kasus lain yang juga menarik adalah perubahan ketertarikan seksual pada lalat buah yang diberi makanan yang berbeda. Makanan yang berbeda akan mengubah komunitas mikroba yang diduga mengubah senyawa (feromon) untuk kawin. Penelitian lain yang telah dilakukan mengungkapkan pada tikus yang dibesarkan bebas dari kontaminasi mikroba memiliki sistem pertahanan (imun) yang lemah, sistem pencernaan yang tidak efesien, ketidaknormalan organ dalam. Ini membuktikan mikroba berperan penting dan vital bagi kehidupan. Perubahan pada komunitas mikroba tubuh ini kini tengah menjadi topik hangat bagi peneliti, kapan mereka bisa berubah ? Apa yang mempengaruhinya ? Apa dampak bagi manusia ?. Kita masih menunggu hasilnya.

Apakah setiap tubuh manusia dihuni oleh jenis mikroba yang sama ?. Perbedaan komuntas mikroba antarmanusia cendrung spesifik, namun ternyata banyak mikroba yang memiliki “pekerjaan” yang serupa. Misalnya, seseorang dengan orang lainnya dapat memiliki mikroba yang berbeda pada lidahnya namun secara kolektif mikroba tersebut memiliki kemampuan yang sama sehingga mereka dapat mengerjakan perkerjaan yang sama misalnya memecah gula. Banyak faktor yang mempengaruhi sehingga setiap orang akan memiliki komunitas mikroba yang berbeda pada dirinya. Beberapa contoh misalnya, makanan yang dimakan, kegiatan sehari-hari, konsumsi obat-obatan (antibiotik), dan banyak faktor lain. Oleh karena setiap orang memiliki tipe komunitas bakteri beserta materi genetiknya yang bervariasi, hal ini disebut-sebut sebagian peneliti sebagai materi genetik kedua (second genome) bagi manusia. Jika materi genetik yang dimiliki manusia menyandikan 22.000 protein, materi genetik dari komunitas bakteri kita mampu menghasilkan 8 miliar protein atau 360 kali lebih banyak. Mengagumkan bukan ?.

Peneliti berpendapat komunitas mikroba pada manusia ini dapat dijadikan kunci informasi bagi perkembangan manusia, evolusi, kekebalan tubuh (imunitas), kebutuhan nutrisi, dan kesehatan. “Jika kita bisa memanipulasi komunitas mikroba dalam tubuh kita, kita dapat menjaga kesehatan dan mengembalikan mereka yang sakit menjadi sehat dengan menyeimbangkan kembali komunitas mikroba tubuhnya” Dr. Lita Proctor, Direktur Program Human Microbime Project. Manusia boleh saja menganggap dirinya makhluk paling sempurna di antara makhluk yang ada di muka bumi, namun sedikit tulisan diatas mengungkapkan ketergantungan kita, bahkan pada mahkluk sekecil mikroba. Tidak ada yang sempurna selain Sang Maha Sempurna. Maka nikmat Tuhan kamu yang mana lagi yang Kamu dustakan ?

*Penulis adalah seorang mahasiswa Program Sarjana Biologi, Institut Pertanian Bogor

Advertisements

2 comments

  1. Wahhh luar biasa mikroba ini. Apa yang kebanyakan orang/kita anggap hal yang buruk, belum tentu buruk bagi kita. Dan mungkin sebaliknya.

    Anw gaya tulisanya sudah enak banget dibaca, ini penulisnya keren. Hahaha.

    Hmm… domain baru neh masbro

  2. ini tulisan lama, tugas mata kuliah Pengantar Bioteknologi. Nggak nyangka juga pernag nulis yg ginian haha.

    Mkasi makasih, smoga tetap istiqomah nulis/ngeblog.

    Iya, domain baru. lebih singkat dan kece hehe.

Leave a Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s