Mengapa Kompetisi iGEM belum diminati di Indonesia ? Part II

igemall

Photo from above iGEM Asia Regional Jamboree 2012

Menyambung dari tulisan sebelumnya yang membahas tentang kompetisi iGEM, tulisan ini lebih menekankan Mengapa universitas di Indonesia belum meliri kompetisi iGEM layaknya universitas terkemuka dunia lain ? Mungkin ada beberapa alasan yang logis pertama, kompetisi ini membutuhkan dana dan fasilitas yang sangat baik, waktu pengerjaan yang lama, dan disiplin ilmu  peserta. Saya ingin membahas alasan-alasan tersebut :

  1. Dana yang dibutuhkan tim dalam mengikuti kompetisi ini memang tergolong besar namun masih dalam taraf wajar karena kompetisi ini setingkat regional (benua) dan Internasional. Dana meliputi, keperluan untuk mendaftarkan tim pada saat team registeration sekitar bulan Maret kemudian untuk pengerjaan proyek dan pemberangkatan tim serta berangkat ke jambore regional dan word championship. Kurang lebih dana yang diperlukan sekitar 200 juta rupiah atau lebih.
  2. Fasilitas yang sangat baik. Kompetisi ini berbasis riset/proyek jadi diperlukan fasilitas laboratorium yang baik untuk mendukung kegiatan ini. Laboratorium yang diperlukan dalam kompetisi ini meliputi laboratorium biologi molekuler , laboratorium mikrobiologi dan laboratorium tambahan seperti laboratorium kimia organik, kimia analitik, kimia fisik dan lainnya. Laboratorium tambahan lain juga diperlukan namun disesuaikan dengan kebutuhan proyek. Untuk poin ini, banyak universitas di Indonesia belum mempunyai fasilitas lengkap ataupun jika ada sulit mendapatkan akses ke fasilitas tersebut. Hal ini sebenarnya juga dialami oleh tim lain, kesulitan  dalam mendapatkan akses ke laboratorium lain karena dianggap sebagai mahasiswa sarjana yang akan “mengacaukan” laboratorium.
  3. Disiplin ilmu dari individu peserta tim dapat dari berbagai disiplin ilmu namun harus memiliki “tim ahli” dalam bidang biologi molekuler dan mengerti tentang iGEM dan Biologi Sintetik. Semua anggota tim harus bisa berbahasa inggris aktif dalam lisan maupun tulisan. Waktu juga kadang dapat menjadi kendala karena jika semakin bervariasi latar belakang anggota tim maka akan semakin sulit mengatur jadwal untuk mengerjakan proyek tim. Dalam kompetisi ini, bukan hanya keberhasilan proyek yang menjadi penilaian juri namun bagaimana promosi biologi sintetik dalam human practice, kolaborasi dengan tim iGEM atau membantu moril atau materil tim iGEM lain.

Poin-poin di atas tidak saya jelaskan secara terperinci. Kurang lebih itu yang dirasa menjadi kendala kompetisi ini kurang populer di Indonesia dibandingkan PKM/PIMNAS yang diselenggarakan oleh DIKTI. Namun, nilai tambah yang bisa didapatkan dengan ikut serta dalam kompetisi ini berarti universitas-universitas di Indonesia mampu bersaing “face to face” dalam satu kompetisi dengan universitas lain yang memiliki rangking dunia lebih tinggi. Terbayang Tim iGEM IPB bisa berkompetisi dengan Universitas besar Asia seperti Hong Kong University of Science and Technology (HKUST), Kyoto University, Korea University serta universitas di tingkat dunia seperti MIT, Cambridge, UCBarkeley ?? Terbayang ?? Kita bisa jika kita mau.

DSC_0407

Tim iGEM IPB dan Tim iGEM Hokkaido University (Asia Regional Jamboree 2012 at HKUST)

Advertisements

One comment

Leave a Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s