Pendakian Gunung Gede (2958 mdpl)

100_0714Alhamdulillah, akhirnya kesampaen juga untuk mendaki gunung selama kuliah di Bogor. Malam itu, Jum’at 23 November 2012 bersama teman-teman OWA Biologi IPB kami berencana berangkat dari kampus IPB darmaga menuju Gn. Gede lewat jalur pendakian Gn. Putri. Sampai di tempat penginapan sementara pendaki di kaki Gn. Gede jam 12 malam dan tidak langsung mendaki melainkan semua tim beristirahat di sekitar rumah warga. Rencana pendakian kita ba’da subuh besok harinya, Sabtu 24 November 2012.

Suasana di kaki Gn Gede saja sudah cukup dingin namun semua anggota tim pendakian sudah membekali dengan peralatan yang cukup, seperti sarung tangan, tutup kepala, jaket hangat serta sleeping bag. Setelah sholat subuh di Masjid tidak jauh dari tempat penginapan sementara kami, sensasi wudhu’ yang luar biasa, mungkin sama kayak wudhu dengan air es. Brrrrr Brrrr. Setelah sholat subuh sebagian berkemas-kemas mempersiapkan perlengkapan untuk naik ke atas, sementara yang lain ada yang mengisi perut di warung-warung warga sekitar yang sudah mulai buka.

Sekitar jam 5 lewat akhirnya semuanya baru siap untuk mendaki. Keputusan untuk mendaki pagi mungkin untuk meminimalkan resiko dan melihat matahari terbit. Jika malam hari, butuh penerangan yang maksimal untuk mendaki dan tidak bisa menikmati pemandangan disekitar selama pendakian. “Oke, Bismillah kita mulai dengan berdoa semoga perjalanannya lancar dan semuanya bisa sampai dengan sehat dan selamat” ujar ketua pelaksana, M. Yusfi (Biologi 47). Estimasi waktu pendakian melalui jalur ini dan dengan jumlah tim 20 orang sekitar 6-7 jam jika semuanya lancar dan kecepatan mendaki normal.

Tidak lama setelah naik dari area pemukiman penduduk menyusuri jalur pendakian Gn. Putri kami berhenti sejenak di pos I tempat pengecekan simaksi (surat izin masuk kawasan konservasi)dan barang-barang yang tidak boleh di bawa ke atas (baca: gunung), seperti pasta gigi, sabun, sampo dll. Setelah semuanya beres, perjalanan dilanjutkan. Jalan yang awalnya masih agak mendatar sudah mulai menanjak sedikit demi sedikit namun pasti, hehe. Jika mendaki Gn. Gede lewat jalur ini dapat melihat aktivitas bercocok tanam masyarakat di sekitar jalur pendakian awal. Ada yang menanam kubis, wortel, daun bawang, dan tanaman dataran tinggi lain. Hmm, pertanian banget.

Pos I sudah dilewati di bawah namun yang disebut-sebut pos II belum juga nampak. Ternyata jarak antarpos lumayan jauh jadi jalannya santai saja, dan jika cape’ jangan memaksakan langsung ambil posisi enak untuk narik nafas atau minum seperlunya. Hosh.. Hosh.. perlahan namun pasti semuanya dilewati. Di sepanjang perjalanan pasti akan banyak bertemu dengan pendaki lain yang naik maupun turun. Biasanya jika cuaca sedang bagus (tidak musim hujan) dan hari libur panjang, akan banyak pendaki yang naik ke Gn. Gede. Pos II sudah terlewati, ternyata bukan seperti pos pertama yang dijaga oleh petugas. Dalam perjalanan mungkin ada yang lapar, tenang bisa aja buka bekal makanan ringan atau berat namun jika tidak mau bongkar muat tas cukup beli nasi uduk yang dijajakan oleh penjual di jalur pendakian ini. “Ayo Mas nasi uduknya, dambil istirahat”, pertama sadar kaget lho kok penjual nasi uduk sampai naik-naik sejauh ini segala. Ternyata memang benar, hal tersebut sudah biasa bagi penjual nasi uduk ini. Keren !!

Jarak yang paling panjang antara pos III dan pos IV. Dengan kondisi yang sudah cukup cape’ bisa saja jadi kurang semangat dan frustasi, hehe. Perjalanan masih panjang, jadi jangan terburu-buru, InsyaAllah camping ground Surya kencana tidak kemana-mana. Kurang lebih setelah 5 -6 jam akhirnya semua tim sampai ke Surya Kencana. Tarik napas sebentar dan buat susu hangat untuk mengembalikan sedikit tenaga. Kami berencana mendirikan tenda di Surken namun masih harus berjalan lagi menuju tempat tersebut. Setlah sampai TKP teman-teman petugas pendirian tenda langsung bergegas mendirikan tenda dan sebagian mulai memasak untuk makan siang. Sayang tidak lama setelah tenda berdiri hujan turun, maklum karena kondisi saat itu sudah mulai masuk musim hujan. Hujan yang mengguyur pun awet sampai sekitar jam 9 malam jadi kegiatan hanya di dalam tenda saja.

Malam  di Surken sangat dingin. Pastikan selalu mengenakan baju hangat dan sarung tangan bila perlu. Sleeping bag sepertinya barang wajib yang harus di bawa karena kondisi dingin biasanya membuat orang susah tidur. Pukul 5 pagi kami berencana untuk mendaki ke puncak Gn Gede dengan harapan bisa melihat sun rises kembali di puncak tertinggi Gede. Alhasil, walaupun mendaki hanya dibutuhkan satu jam estimasinya, namun ternyata lebih dari itu yang kami butuhkan. Matahari terbit saat hampir sampai di puncak. Subhanallah, indah sekali. Puncak Gn Gede dimana tertulis 2.958 mdpl manjadi sasaran foto sebagai bukti bahwa sudah pernah mendaki puncak Gede. Namun, tetap senantiasa berhati-hati saat di puncak karena kawah Gede-Pangrango terbuka lebar di sisi lain jalan di puncak Gede.

Setelah cukup puas menikmati pemandangan dan mengabadikan momen-momen berharga ini. Kami turun dan mempersiapkan peralatan untuk turun kembali dan pulang. Sampai di bawah estimasi waktu 5 jam namun hampir cuma 3 jam saja waktu diperlukan untuk menuruni Gn Gede. Alhamdulillah semua berjalan lancar dan bisa kembali dengan selamat. Pengalaman kedua mendaki gunung setelah sempat mendaki Gn Tangkuban Perahu sewaktu Jambore Nasional 2006. Semoga bisa kembali mendaki Semeru dan berdiri di Mahameru suatu saat nanti.

100_0696

100_0742

Advertisements

3 comments

  1. yang kanan sih mirip sama pejuang pejuang tepi barat, tapi yang kiri itu loh, kayak penjaga vila lagi nyenter pake senteran super besar sambil berkata “itu vila nya pak”. hahaaa

Leave a Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s