Museum Kata Andrea Hirata

Museum Kata Andrea Hirata, Gantong Belitong

Museum Kata Andrea Hirata, Gantong Belitong

Asing terdengar ditelinga. Biasanya museum berisi benda-benda bersejarah dari jaman dulu namun museum ini dari namanya saja sudah berbeda. Isinya jelas berbeda. Isinya karya-karya Andrea Hirata bukan hanya buku, melainkan cerpen yang hanya bisa dibaca di tempat itu saja, kata-kata bijak, dan yang pastinya isinya adalah kata-kata. Kalau sempat jalan-jalan di Belitong saya sangat menyarankan untuk mengunjungi/nganyau ke tempat ini.

Museum terletak ini di Jalan Laskar Pelangi No.7 Kecamatan Gantung Belitong tidak jauh dari rumah orang tua Andrea Hirata. Awalnya museum ini adalah rumah pejabat timah kecil yang disulap menjadi museum. Sudah dibuka sejak September 2012 lalu hingga kini. Sampai saat ini sudah banyak dikunjungi bukan hanya oleh turis lokal namun juga menarik minat turis mancanegara. Hal inilah kemudian yang membuat karya seni di museum ini tersedia dalam bahasa Indonesia dan Inggris. Museum ini dibangun dengan hasil royalti novel Andrea Hirata sendiri bukan dari pemerintah. Tujuan utama dari pendirian museum tersebut adalah untuk menginspirasi generasi muda Indonesia agar tidak mudah pantang menyerah dan berani bermimpi sesuai dengan semangat novel Laskar Pelangi100_1621

Di dinding-dinding museum ini terpampang berbagai tulisan Andrea tentang Novelnya Laskar Pelangi, berbagai penghargaan yang telah ia raih, berbagai macam “quote” yang “berusaha keras” membuat pengunjung museum bermimipi setelah berkunjung dari tempat itu. “Bermimpilah karena Tuhan akan memeluk mimpimu ; Dream for God will embrace your dream”. Salah satu kata-kata bijak tentang mimpi dari Andrea sendiri. Pengunjung tentu tidak hanya bisa menikmati berbagai quote dari penulis Novel Laskar Pelangi ini saja namun ada banyak kata-kata penulis dan orang besar lain yang juga terpajang di ruang sastra, terletak bangunan terpisah di belakang museum ini.

Di bagian belakang ada sebuah dapur dengan kedai kopi (kupi). Pesanlah satu cangkir kupi kuli atau kupi susu untuk merasakan kopi khas Belitung. Suasana di ruangan belakang ini sangat Belitong sekali. Mulai dari dinding yang cat putihnya sudah nampak pudar hingga warna kehitaman papan kayu dindingnya juga mulai nampak. Ada perabotan rumah rakyat Belitong yang sederhana, dapur kayu, dengan cerek air yang hitam hampir semua bagiannya karena dimasak dengan kayu bakar. Duduklah sebentar untuk merekam suasana Belitong di tahun 60an saat sebagian besar rumah rakyat pulau timah ini masih seperti itu. Jadi, tempat ini sangat direkomendasikan untuk dikunjungi jika berniat berwisata ke Pulau Belitong.

“Mimpi adalah bukti kita masih berharap hidup esok hari, untuk mewujudkannya” -Fadhil

100_1639

Advertisements

4 comments

Leave a Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s