Wahai Abangku

Aku hendak sampaikan kabar ini padamu Bang

Ibuku sudah pergi meninggalkan kami berdua

Padahal yang kudasari Ia tak pernah pamit sedikitpun

Bahkan Ia tak pernah menyuruhmu siap-siap untuk kehilangannya secepat ini

Bahkan Ia belum sempat mengucapkan kalimat nasihatnya yang terakhir padaku

Bahkan aku pun hampir tak percaya namun itulah yang sesungguhnya

Bang, masih ingat kan Bapak juga sudah lama sakit parah

Aku dan Ibulah yang merawatnya setiap hari

Namun kini Bang, Ibu ternyata telah meninggalkanku

Sejak itu Bang, kami seperti kehilangan akal

Kami sungguh tak siap sama sekali

Tak ada kabar berita sedikitpun Bang

Semuanya terjadi tak ada yang menyangka

Sejak itu pula Bang, Bapak sudah semakin putus asa

Haruskah aku juga putus asa Bang ?

Ibu yang sudah jadi tulang punggung kami sejak Bapak jatuh sakit

Pergi sudah tanpa pamit

Bang, tidakkah cobaan ini terlalu berat bagi kami ?

Aku sedih melihat keadaan Bapak sekarang

Sudah sakitnya bertambah parah, Semangat hidupnya pun sudah surut

Apa yang harus aku perbuat sekarang Bang ?

Bang ? Bang ? Jawab Bang ?

Aku masih punya Abang kan ?

Untuk aku sampaikan cerita ini

———————————————————————————————————————–

Ya Allah kuatkanlah Pak Cik-ku dan adikku serta seluruh keluarga besar kami dalam menerima ujian dariMu ini. 

(Bait-bait ini ditulis dengan deraian air mata pada Pagi Senin 25 Februari 2013)

Advertisements

Leave a Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s