Main ke Gelar Jepang UI ke-19

Ini pengalaman pertama saya datang ke acara yang berbau-bau Jepang, sebelum-sebelumnya nggak jadi karena banyak halangan. Berangkatlah saya dan beberapa orang teman dari Bogor (Darmaga) hari Ahad (7/07) kemarin ke UI. Kami datang di hari ke-3 (hari terakhir) yang kebanyakan acara yang tersisa tinggal hiburan-hiburan band dan cosplay. Berangkat dari Bogor jam 9 lewat pakai commuter line yang saat itu sangat murah, cuma 2500 IDR untuk sampai Stasiun UI karena tarif progresif utk KRL sudah berlaku. Wah, lebih mahal dari Darmaga-Bubulak daripada Bogor-UI, ckckckck.

Jreng jreng. Sampailah di stasiun UI dan Area Gelar Jepang UI memang nggak jauh dari situ, jalan bentar trus nyampe dah. “Ayo kakak. ayo kakak, yang belum punya boarding pass diisi dulu yang udah langsung ke meja registrasi (uketsuke)” kata panitianya (gitu kata-kata panitianya dengan sedikit modifikasi saya hehe). Karena udah nyiapin boarding pass masing-masing sebelum berangkat jadi kami langsung masuk sambil ngasih ke panitia dan dicap.

Ada apa aja disana ? dari pintu masuk ada stand-stand yang menjual dari pernak-pernik kecil-kecil sampe kaligrafi, sampe baju-baju bahkan katana dan teman-temannya. Wah, awalnya langsung ngiler liat katana. Pas nanya harganya, #neguk air liur. Lumayan mahal juga sari 300-500an. Katanya kalo yang impor sekitar 500an. Pikir-pikir ah cukuplah sama boken 3 kalau buat jaga-jaga diri mah, hehe.

Lanjut ke spot lain, ada stand khusus menjual makanan dan minuman ala Jepang, tapi kita liat-liat keramaian di panggung hiburan dulu. Ada yang foto-foto (termasuk saya sih) di sekitar stand karena ada spot bagus dan ada yang nonton performance dari band band lokal yang ke jepang-jepangan.

Waktu beranjak siang, perut mulai tidak bersahabat dan minta diisi, kami geser sedikit ke stand makanan. Wah harganya juga lumayan dan nggak jamin beli satu porsi menu udah bisa bikin kenyang kayak di warteg, hehe. Jadinya, kami ramean membeli mi ramen ala Indonesia : Mie Ayam. Murah meriah dan sayang kantong pastinya. Setelah makan kami sholat Dzuhur di mushola.

Makin siang ternyata pengunjung yang datang makin rame aja, masa’ di jalan masuk sampai padet banget. Wah, makin siang menjelang sore juga orang dengan kostum aneh-aneh juga banyak. Wah itu kan si “ini”, itu kan si “anu” kata temen-temen. Wah, saya nggak tahu apa-apa, cuma kenal ada yang pake kostum Kamen Rider dan keluarga (nggak tau namanya satu-satu soalnya), Power Rangers, One Piece, Naruto dkk dan Inuyasha. Selain itu banyak orang dengan pakaian aneh-aneh yang terispirasi dari karakter-karakter anime Jepang yang saya nggak tahu. Teman-teman berburu foto mulai lebih gencar, namun saya biasa aja (#jaim+nggak tahu banyak tentang anime).

Puas dengan foto-foto dan belanja seperlunya, kami sholat Ashar dan setelah itu pulang. Kesimpulannya saya emang nggak terlalu suka sehingga nggak kenal dengan tokoh-tokoh anime, hehe. Sepertinya saya cuma suka belajar bahasanya aja.

Advertisements

One comment

Leave a Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s