Berlibur ke Pulau Burung dan Pulau Lengkuas

Assalamu’alaikum. Sebenarnya ini cerita lama sekitar tahun 2011 lalu, tepatnya tanggal 2 September 2011. Kala itu masih nuansa lebaran kalo nggak salah sih. Sebenarnya tidak ada rencana sebelumnya untuk jalan-jalan ke dua pulau tadi namun ada ajakan dari teman (Dea Nadila dkk) beberapa hari sebelum berangkat. Wah, saya yang dapat kabar itu langsung “ngiler”. Kapan lagi bisa kesana ? Masa orang Belitung sendiri belum pernah kesana saat Belitung udah mulai dikenal. Takutnya nanti ada yang nanya “Eh, udah pernah ke Pulau yang ada mercusuarnya itu belum (Pulau Lengkuas) ?” Kalo belum pernah kan berasa nggak pede jawab pertanyaan ginian, hehe.

Pas hari H, (saya juga lupa itu hari apa) janjianlah kita dengan teman-teman lain untuk ke darmaga tempat parkirnya perahu boat yang disewa untuk mengantar ke lokasi tujuan. Nah pas ini baru sadar kalo yang mau berangkat itu rame. Kami berempat ibaratnya sebagai tamu undangan aja, hehe jadi nggak ngurus-ngurus sewa boat dan lain lain tinggal berangkat aja (makasih makasih untuk yang ngajak).  Rombongan semuanya ada 13 orang. Pukul 11 lewat dikit berangkatlah kita dengan perahu boat (bermesin) dari darmaga Tanjung Binga. Treng treng treng treng teng teng, bunyi mesin perahu dan kami semua semakin menjauh dari Pulau Belitung. Tidak lama, sekitar 15-20 menit, kami sudah merapat ke Pulau Burung. Entah kenapa dinamai Pulau Burung, mungkin ada batu besar di salah satu sisi pantainya yang mirip kepalu burung jika dilihat dari kejauhan (biasanya dilihat dari pantai tanjung kelayang). Wajah sumringah, saya langsung turun dari perahu dan jalan-jalan. Pasir putih khas pantai-pantai Belitung juga bisa ditemui di Pulau ini. Walaupun tidak bawa pakaian ganti, tapi saya tetap nekat mau mandi di laut setelah sampai tempat ini. Subhanallah airnya begitu jernih, cocok untuk menghabiskan waktu siang sambil berjemur atau berenang namun jangan kecewa jika kulit jadi hitam, hehe.

Berasa berenang di Kolam Renang (Pantai Pulau Burung)

Foto Bersama di Pulau Burung

Setelah cukup puas berlama-lama di pulau ini kami melanjutkan perjalanan, Pulau Lengkuas yeee. Melanjutkan perjalanan dari Pulau Burung dengan perahu yang sama yang disewa seharian, Pulau Lengkuas jadi tujuan selanjutnya. Biasanya kalau menyewa perahu untuk ke dua pulau ini biayanya sekitar 350-500ribu IDR jadi usahakan seramai mungkin (tapi kayaknya ber-13 udah maksimal). Dari Pulau Burung ke Pulau Lengkuas sekitar 15 menit. Wah suasanannya beda, kalau di tempat sebelumnya sepi, paling ada dua tiga rombongan tapi di Pulau ini dari kejauhan udah keihatan ramai banget. Merapatlah kami kembali di pantai Pulau Lengkuas. Rombongan tidak langsung menikmati pantai tapi langsung cari tempat untuk istrahat dan makan-makan bekal, tepatnya di atas. Harus mendaki sedikit. Well, akhirnya sampailah kita. Perut yang dari tadi sudah keroncongan pun menemui jodohnya, asupan makanan dari bekal yang dibawa masing-masing plus kue lebaran yang tinggal ujung-ujungnya. Kalau lagi lapar papaun enak terasa hehehe. Selesai makan, kami turun untuk sholat Dzuhur dan Ashar sejenak di pondok-pondok sekitar mencusuar. Setelah itu acara santai, ada yang jalan-jalan, ngobrol-ngobrol karena ketemu banyak teman dan kenalan yang juga ke Pulau itu dan ada yang naik mercusuar. Kegiatan yang terakhir (naik mercusuar) saya nggak ikut. Entah kenapa nggak begitu tertarik lagi setelah di Pulaunya. Namun, saya dapat cerita dan kopian foto-foto teman yang naik.

Pintu Masuk Mercusuar Pulau Lengkuas

Murcusuar Pulau Lengkuas

Tidak lama setelah itu pukul 5 sore rombongan bertolak dari Pulau Lengkuas kembali ke Pulau Belitung. Perjalanan pulang memang tidak setenang perjalanan berangkat karena gelombang sudah mulai banyak dan agak besar. Di tengah deburan ombak, suara berisik mesin perahu, kala itulah saya merekam video perjalanan pulang sehingga bisa menuliskan cerita ini yang sebenarnya sudah lupa-lupa. Subhanallah, pengalaman yang berkesan. Belitung memang punya potensi pariwisata yang luar biasa potensi. Tertarik berkunjung ?

Pemandangan dari atas Mercusuar (Foto : Bang Edwinnata)

Advertisements

Leave a Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s