Pertukaran Pemuda Indonesia China 2013 [part 1]

Pre Depature Training Program Pertukaran Pemuda Indonesia China 28-30 Agustus 2013

Pre Depature Training Program Pertukaran Pemuda Indonesia China 28-30 Agustus 2013

Seek the Knowledge even in China – Tuntutlah Ilmu walaupun sampai ke negeri China. Sebuah pepatah yang cukup memotivasi saya ketika saya dapat kabar pendaftaran Program Pertukaran Pemuda Antar Negara 2013. Sekitar Bulan Maret-April saya diberitahu dari alumni PCMI Bangka Belitung dibuka pendaftaran untuk beberapa program. Saya cermati persyaratan pertama “umur” dan “kuota provinsi”. Ternyata yang memungkinkan untuk diikuti hanya Program China.  Kuota peserta Program Pertukaran Pemuda Antar-Negara (PPAN) untuk Provinsi Bangka Belitung tahun 2013 5 orang, 2 orang pria ke China dan Malaysia, 3 lainnya perempuan ke SSEYAP, Korea Selatan dan China. Nah, dari 2 kuota pria, yang memungkinkan saya untuk mendaftar hanya satu yaitu China, karena persyaratan rentang umur pada programnya.

Seperti mimpi saja rasanya ketika diumumkan terpilih menjadi peserta terpilih dari seleksi Indonesia-China Youth Exchange Program 2013. Jujur, setelah November 2012 kemarin sempat ke Hong Kong, rasanya semakin penasaran saja ingin melihat kembali negeri orang. Banyak yang bisa dipelajari dari negeri lain untuk menjadi “perbendaharaan pengalaman dan wawasan” saya pribadi.  Ada saat kita sedih kenapa negeri lain begitu unggul di satu sisi namun ada juga saat kita tersenyum lebar dengan dada bergemuruh seraya berkata, “Untuk hal ini, aku bangga dengan Indonesia”. Memang, dengan kecanggihan teknologi saat ini kita bisa mengunjungi tempat manapun secara maya. Cukup duduk duduk sambil minum kopi, dengan koneksi internet yang kencang. Kita akan dibawa melanglang buana menembus batas. Namun semua itu ada di dalam layar. Saya percaya semakin banyak indera yang kita gunakan untuk merespon terhadap suatu hal maka semakin kuat stimulus tersebut menempel erat dalam memori kita.

Pendaftaran dan seleksi program China, dibandingkan program pertukaran pemuda lainnya memang cukup singkat karena keterbatasan waktu. Mungkin Allah sudah menakdirkan saya untuk ikut program ini, semuanya terasa mudah. Tidak terbayang bila saya harus mengurus semua dokumen dari awal misalnya TOEFL dan Paspor. Sedikit cerita TOEFL dan Paspor saya memang sudah “Stand By” sebelum pengumuman pendaftaran program dibuka. Paspor memang saya sudah buat Bulan Juni 2012 di Belitung dan TOEFL ITP saya sudah siap dengan skor 500-an sejak Februari 2013. Pesyaratan lain hanya tinggal dikopi dan dilampirkan saja. Banyak kandidat yang mumpuni untuk program pertukran ini sebenarnya, saya yakini itu. Namun mungkin, ada kendala dalam mempersiapkan dokumen dokumen persyaratannya tengat waktu yang disediakan singkat.

Setelah diumumkan terpilih, saya tiba-tiba harus langsung berangkat ke Pangkal Pinang (Ibu kota Provinsi). Tanggal 18 April 2013, sekitar pukul 12 siang saya dapat telpon dari alumni PCMI dan hari itu juga saya sudah harus diminta ke Bangka melengkapi berkas untuk keperluan program. Harus segera karena ada deadline dari kemenpora sementara berkas harus dikirimkan melalui Dinas Pemuda Olah Raga Provinsi. Panik. Kemudian langsung pesan tiket untuk keberangkatan pukul 6 sore dengan salah satu maskapai. Jam 2 saya baru benar-benar naik angkot karena menyiapkan dokumen ini itu yang harus dibawa. Kondisi kota Bogor yang macet sana sini, akhirnya sampai ke Damri. Damri pun yang awalnya lancar ternyata juga tidak bersahabat, 17.00 saya masih di jalan ke Soetta. 17.30 juga masih, kondisi lalu lintas makin parah. 18.00 masih juga dan akhirnya I missed the flight but I have rescheduled it before. Saya akhirnya besok pagi nya pukul 06.00 berangkat ke Pangkal Pinang. “Semuanya butuh perjuangan dan juga pengorbanan”.

Di Pangkal Pinang, saya dijemput saudara karena sebelumnya sudah memberi tahu akan ke Bangka. Diajaklah saya muter-muter ke kantor-kantor pemerintahan terkait untuk urusan program ini. Saya juga ketemu pasangan dalam Program ini, Mira Karina yang juga sangat membantu banyak. Setelah selesai urusan di Bangka, saya disuruh pulang ke Belitung oleh Ibu jadi saya nurut aja. Setelah mengurus semua persyaratan dan keperluan program, selanjutnya menunggu informasi mengenai program dari Kemenpora. Program China sempat terjadwal pada akhir 13-24 Juni, kemudian akhirnya diberangkatkan pada tanggal 31 Agustus – 9 September 2013.  [to be continued]

Advertisements

One comment

Leave a Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s