Makan apa selama di China ?

Hidangan makanan di restoran China

Hidangan makanan di restoran China

Saya mulai tulisan ini dengan sebuah ayat : Allah berfirman, “Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,” (Al-Baqarah: 173).

Saya sempat cerita di Blog ini, saya dan teman hampir makan barang haram (baca: daging babi). Saat sudah mengantri dan mengambil nasi, di depan mata sudah ada banyak hidangan dengan aroma menggoda. Hampir semuanya adalah masakan daging. Saya mulai berpikir, ada yang janggal. “Ini daging apa ?” saya bertanya ke panitia. Panitia yang saya tanyai kemudian bertanya kembali kepada sesam panitia lainnya, lalu memberitahu saya. Semua hidangan daging disini BABI. “Shock”. “Oh gitu, makasih kalo gitu”. Sepertinya makan malam ini hanya terhenti di menu pertama dan yang paling utama “nasi”. Saya kira sudah cukup. Yang penting HALAL. Lagipula ini bukan keadaan darurat sehingga saya hrus memaksakan memakan barang haram itu. Sementara, saya mengkonfirmasi dulu ke panitia, teman yang lain sudah menyendok hidangan itu ke piringnya masing-masing. Setelah tahu semuanya jadi tidak semangat gitu, hehe. Panitia memang tidak siap dengan peserta muslim tahun ini jadi hal seperti ini wajar saya terjadi.  Itu sedikit cerita saya dan teman-teman di Hong Kong tahun 2012 lalu.

Nah, tahun 2013 ini saya kembali mendapat kesempatan (Alhamdulillah Ya Allah) untuk ke China dalam Program Pertukaran Pemuda Antar Negara Indonedia-China. Di beberapa kesempatan materi ke tentang China di Pre Depature Training saya selalu lupa menanyakan hal yang satu ini dan paling penting “Makanan”. Waduh, tuh kan pas udah di Bandara sebelum berangkat saya jadi was-was sendiri. Saya tanyakan kepada Kepala Rombongan Bapak Imam Gunawan yang juga selaku Asisten Deputi Pengembangan Sumber Daya Pemuda Kemenpora. Jawaban Beliau kurang lebih seperti ini “Kita sudah menyampaikan ke pihak panitia di China jadi kita percayakan saya”. Jawaban itu meredakan setengah rasa was-was saya. Setengahnya baru hilang waktu sudah lihat kondisi di lapangannya nanti. Halal dan Haram adalah hal yang sangat prinsip bagi seorang muslim. Oleh karena itu, mudah-mudahan saya bisa sekuat tenaga menghindarkan diri dari apa-apa yang sudah diharamkan oleh Allah.

Pertama kali menginjak mainland China rombongan teman-teman di Indonesia langsung diajak melihat-lihat museum Perencanaan Kota Beijing kemudian makan siang dan ke Hotel. Pada waktu makan siang saya selalu mengabadikan restorannya apakah ada “tanda-tanda” restoran halal atau nggak. Berikut foto-fotonya :

Kalimat Tauhid di dekat Ruang Makan tempat Welcome Banquet

Kalimat Tauhid di dekat Ruang Makan tempat Welcome Banquet

Sertifikat Restoran Muslim (Beijing)

Sertifikat Restoran Muslim (Beijing)

Di depan ruang makan Hotel Bostan Guang Zhou

Di depan ruang makan Hotel Bostan Guang Zhou

Di dalam Ruang Makan Restoran

Di dalam Ruang Makan Restoran

Kalimat Tauhid di Depan Restoran

Kalimat Tauhid di Depan Restoran

Logo Halal di Meja Makan Hotel di Anhui

Logo Halal di Meja Makan Hotel di Anhui

Maaf sebelumnya saya tidak tahu alamat restoran ini dengan jelas karena rombongan langsung di-“drop” ke tempat ini. Awalnya saya masih was-was dengan makanannya namun setelah melihat yang lain dapat makan seperti biasa saya juga jadi biasa saja. Ini tempat makan terbaik untuk muslim, walalupun belum tentu halal 100%. Selama di Beijing dan Hefei, kami biasa sarapan pagi di Hotel tempat menginap. Beberapa menu ala China tersedia, tinggal dinaikkan ke piring makan masing-masing, ada juga roti. Nah, menu favorit saya yang rasanya Indonesia banget adalah telur asin dan nasi goreng, hehe. Sampai teman sempet komentar “Kok, selalu dapet telur asin, emang sebelah mana sih tempatnya ? perasaan nggak pernah lihat?”. Entah kenapa kok ada telur asin di Beijing ya, dan rasanya sama persis seperti di Indonesia (ya iyalah masa’ rasanya manis).

Beberapa hari saya baru sadar diantara menu-menu yang dihidangkan di Hotel ternyata ada juga dihidangkan daging Babi dengan tulisan (Non Halal : Pork). Waduh, apa mungkin masaknya di tempat yang sama ya. Kembali lagi saya selalu ambil telur asin dan nasi goreng yang paling aman, menghindari hal-hal yang aneh-aneh masuk badan saya.

Selama di Beijing makan siang dan malam kami tidak pernah di Hotel selalu di restoran. Sewaktu rombongan meninggalkan Beijing menuju Hefei kami dibekali makan siang dari Hotel, tidak biasanya. Kata Panitia China, tidak akan ada makanan halal di Kereta jadi mereka membekali kami dengan roti, pisang dan dua buah telur rebus. Ini baru So Sweet namanya. Kondisi selama di Hefei juga sama seperti Beijing. Kita selalu dibawa ke Restoran Halal dan Muslim dan selalu saya abadikan “tanda-tandanya”. Kalau di Guang Zhou kami selalu makan di Hotel, kebetulan di Hotel sudah ada restoran muslim, jadi lebih dekat dan aman. I Love Halal Food, Forever.

Bagi saya tidak perlu jawaban yang ilmiah mengenai kenapa Allah mengharamkan Babi dan hal lainnya, cukup dengar dan taati. Banyak hal yang sudah Allah halalkan bagi kita, jadi jika Allah haramkan maka pasti akan menyebabkan suatu hal yang tidak baik bagi kita yang Allah tidak menghendakinya. Allah cinta kan pada kita, harusnya kita pun juga.

“Aku Ridho Allah sebagi Rabb-ku, Islam sebagai Agamaku, dan Nabi Muhammad sebagai Nabi dan Rasulallah”

Ditulis berdasarkan pengalaman menjadi peserta Indonesia-China Youth Exchange Program 2013 yang diselenggarakan oleh Kementrian Pemuda Olah Raga RI dan All China Youth Federation RRC

Advertisements

One comment

Leave a Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s