Belanja “gila” di Silkmarket Beijing

Abis Belanja, Foto dulu sama Uni Winda di depan Silk Market, Beijing.

Abis Belanja, Foto dulu sama Uni Winda di depan Silk Market, Beijing.

Tidak sah rasanya melancong ke negeri orang tanpa membeli oleh-oleh atau buah tangan. Kalau rencana traveling ke luar negeri sudah ketahuan sama teman, kebanyakan menyapa kita “Jangan lupa oleh-olehnya ya”. Nah, oleh karena itu sewaktu di Beijing (kota pertama yang dikunjungi di China) kami diberikan waktu belanja ke Silk Market. Semuanya antusias. Namun, panitia mengingatkan dengan satu kata tegas “Bargain”. Kalian harus menawar hingga 30% dari harga yang mereka berikan. Sewaktu di Pre Depature Training, kami sudah diberi tips belanja di Beijing. Namun, saya mulai was-was, bagi saya tawar-menawar adalah proses yang melelahkan dan saya tidak punya track record dan pengalaman yang bagus. Jauh lebih tenang belanja di supermarket yang harganya sudah tertera di barangnya. Ambil dan bayar. Beres. (Namun, kalau nanti dapet Istri yang jago nawar juga nggak apa-apasih karena Dia tahu gaji suaminya terbatas, hehe)

Waktu yang diberikan tidak lama sekitar 2 jam untuk belanja. Kesan pertama waktu masuk, banyak sekali turis mancanegara. Kok bisa tahu ? ya iyalah, mukanya beda banget sama orang China asli. Saya nggak berani sendiri jadi ikut bareng teman kemana-mana. Toko pertama yang kita masuki, toko baju. Saya ada titipan baju chinese untuk adek perempuan saya dan untuk saya sendiri. Saya lihat ada satu baju yang lumayan bagus. Baju laki-laki. Rencananya buat saya. Saya tertarik ceritanya. Saya coba jalankan teknik nawar yang sudah saya baca sebelumnya. Oh ya, Bahasa Inggris lumayan berguna di sini. Banyak penjual yang bisa berbahasa Inggris walaupun seadanya. Berikut langkah-langkahnya :

  1. Tanya harga dengan muka cool dan santai, hehe. Kemudian penjual akan memberikan harga (sambil mengetik di kalkulatornya). 580 Yuan/RMB, Dia pasang harga awal. Gila (saya bilang dalam hati). 580 Yuan kan sama dengan (hmmm berapa ya, mikir dulu). Oh ya, sekitar 1.073.000 IDR. Satu baju ini harganya satu jutaan. Nggak mungkin. Catatan penting : Harga di China masih sebanding sama di Indonesia, tidak jauh beda.
  2. Pasang muka cool plus jangan perlihatkan kita sangat menginginkan barang itu. Penjual langsung menanyai saya, mau tawar berapa ? (sambil ngasih kalkulatornya). Ini momen yang krusial, setelah saya pelajari. Hati-hati terhadap harga yang kita sebut atau tulis, hendaknya dipertimbangkan dulu.
  3. Tawar dengan cara buang satu Nol-nya, misalnya 580 jadi 58 Yuan. Gila kan ? selow aja, karena mereka udah pasang harga gila duluan. Disinilah kesalahan saya, karena saya nggak tegaan jadi cuma nawar 100 Yuan. Itupun udah dibilang macem-macem sama penjualnya. Padahal pas ngobrol sama teman-teman setelah pada selesai belanja, ada yang 100 Yuan dapate 2 baju kayak saya katanya. WOW.
  4. Anda akan dikata-katain macem-macem dalam bahasa Inggris atau Bahasa China setelah nawar dengan harga rendah menurutnya. Mereka akan menurunkan sedikit-sedikit, misalnya dari 580 jadi 500, dari 500 trus 450 dan seterusnya. Tetap santai, dan bilang “If I can’t get this with that price (eq. 100 RMB). It is Okay”. Anda bisa langsung meninggalkan tokonya, tanpa banyak basa basi. Tapi, penjual akan menahan Anda, Dia terus menurunkan harga sampai harga yang Anda minta, jika memang harga itu masih wajar menurutnya.
  5. Pasang Harga yang bagus dan Pertahankan. Jika terlalu rendah Anda akan disuruh keluar oleh penjual, “Bye bye” katanya.  Tinggalkan saja. Di Silkmarket Beijing, banyak toko yang menjual pernak pernik dan barang lainnya tidak hanya satu dua toko.
  6. Setelah banyak menawar, penjual tidak akan melepaskan Anda dengan mudah. Mungkin alasannya Anda sudah sedikit tahu harga sebenarnya setelah tawar menawar. Ia akan terus mendesak Anda, menambah dari harga yang Anda mau atau menurunkan dari harga yang Ia sebut di awal.
  7. Setelah menawar, jangan ditinggalkan. Jika demikian, mereka akan marah besar, sambil mengata-ngatai Anda yang macam-macam. Kalau memang merasa terjebak, tidak mau/ tidak jadi membeli barang itu, pasang saja harga yang tidak masuk akal, biar Anda lekas disuruh pergi oleh pemilik toko, hehe.
  8. Tidak di semua toko bisa dengan trik ini. Anda perlu memperhatikan harga yang ditawarkan oleh penjual, apakah wajar, mahal, atau sangat mahal setelah itu pikirkan kira-kira harga yang pas.
  9. Belanja di luar Silk Market. Belanja di luar sebenarnya lebih aman, namun tidak banyak pilihan. Harganya bisa saja dapat sangat murah, namun masih juga perlu tawar-menawar. Kalau mau mencari oleh-oleh, coba jalan-jalan saja malam-malam di gang gang kota Beijing, bisa saja menemukan toko yang menjual barang-barang pernak pernik untuk oleh-oleh.
  10. Oh ya, ada yang bilang di Silkmarket malahan tidak welcome untuk orang China sendiri. Mungkin karena mereka (penjual) menganggap orang lokal sudah tahu gaya berdagang mereka dan juga sudah tahu harga pasaran.
  11. Oh ya, satu lagi. Kalau belanja di sana jangan sendiri ya. Minimal bersatu (#lho) maksudnya berdua, bertiga biar ada teman untuk diskusi harga yang pas.
  12. Di Supermarket biasanya tidak begitu banyak menjual pernak pernik khas china. Untuk membeli makanan atau minuman (teh) disarankan beli di Supermarket saja.

Well, kesimpulannya kira-kira apa ya, sepertinya harga di China dan Indonesia beda-beda tipis, jadi harga di Indonesia bisa juga dijadikan patokan mahal atau tidaknya suatu barang. Hmm, apa lagi. Kalau sudah menemukan barang yang ingin dibeli dengan harga yang OK, jangan ditunda. Bisa jadi nanti susah dapat yang seperti itu, atau harganya malah lebih mahal.

Advertisements

2 comments

Leave a Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s