Belajar Bahasa Inggris dari Internet

Internet sebagai media pembelajaran Bahasa Inggris

Cek, cek. Sebenarnya saya mau ngasih judul postingan ini yang ditas ini, tapi kayaknya kepanjangan dan kayak judul skripsi aja ya ? hehe. Maaf maaf sekarang emang lagi musim skripsian, peralihan antara musim hujan dan musim rambutan #apasihDhil. Oke, kali ini saya akan berbagi beberapa tips belajar bahasa Inggris yang menyenangkan dan GRATIS, tentunya bagi saya yang udah menjalaninya. Where to start ? Pertama-tama, di zaman teknologi informasi yang sudah tak terpisahkan dari hidup makhluk bernama manusia, apapun ada di internet mau yang baik sampai yang buruk, tinggal kita mau yang mana.

Mengapa Internet bisa digunakan sebagai media pembelajaran bahasa Inggris ? Beberapa website menyediakan banyak fitur-fitur yang bersahabat misalnya Google Translate, BBC Learning English, Blog Community dll tinggal bagaimana kita mengombinasikannya menjadi suatu media yang bisa mengasah 4 skills : Reading, Listening, Writing, and Speaking. Got it ? Kalau belum mengerti saya akan uraikan satu per satu :

  1. Reading. Kemampuan membaca bisa diasah dengan melahap artikel dari website-website berbahasa inggris seperti koran nasional (The Jakarta Post) Internasional (Reuters, VOA, BBC), atau website berita Dunia Islam misalnya OnIslam. Artikelnya cukup menantang menurut saya. Kosa kata yang dipakai sangat beragam lengkap dengan penggunaan beberapa Istilah yang bisa langsung ditiru. Reading untuk mengasah kosa kata di bidang peminatan kita (misalnya : biologi) juga bisa diasah dengan sering-sering membaca artikel biologi berbahasa inggris di Science. Jika menemukan kosa kata yang baru, usahakanlah untuk mencari terjemahannya dan kemudian perhatikan cara penggunaanya. Satu hal terakhir, Reading bisa membosankan bisa juga tidak, carilah topik-topik artikel yang Anda sukai sehingga menstimulus Anda untuk tetap membaca dan membaca. Oke ?? Next..onislam
  2. Listening. Mendengarkan kadang dianggap paling susah oleh kita, apalagi waktu native speaker yang bicara, serasa mendayu-dayu dan cepat, sehingga nggak bisa nangkep. Bagaimana cara melatihnya, banyak cara : Menonton Film Berbahasa Inggris (tanpa subtitle B.Indonesia), Mendengarkan lagu, dan Mendengarkan pembicaraan (conversation) baik langsung maupun tidak langsung. Bagi yang ingin mendengarkan percakapan dalam bahasa Inggris aksen British dapat mengecek website ini BBC Learning English. Cukup banyak rekaman + teks (.pdf) yang dapat diunduh secara gratis dan diupdate setiap minggunya. Coba deh. Jika berniat menonton video, terkait topik-topik yang lebih khusus coba kunjungi kumpulan videonya di website EngVid yang juga bisa ditemukan di Youtube.
  3. Writing. Menulis adalah tingkat yang paling susah (menurut saya). Walaupun harus menulis dalam bahasa Indonesia tentang satu topik, pastilah kita harus menguasai topik tersebut untuk menghasilkan tulisan yang berkualitas. Menulis itu harus dilakukan. Jika dalam pikiran kita “seakan-akan menganggap menulis dalam bahasa Inggris itu mudah”,  buktikan !! Dalam Blog ini saya juga udah beberapa kali posting dalam bahasa Inggris, dan ternyata itu sulit karena Bahasa Inggris saya masih jongkok hoho. Padahal Ide tulisan di otak sudah lengkap, eksekusi yang tersendat akibat kemampuan menulis yang kurang terlatih. Artikel seperti ini bisa butuh 1-2 hari kalau saya buat dalam bahasa Inggris, kalo bahasa Indonesia +slang hanya 1 jam. Menulis itu harus dipaksa. You have to force yourself to get used on writing. Bagaimana ? Speaking. Kemampuan berbicara bisa dilatih dengan ngomong sendiri sambil membaca teks atau tanpa teks layaknya ngobrol biasa. Jika ada teman yang bersedia akan lebih baik. Berbicara di depan kaca juga bisa jadi solusi, hehe. Jika Anda merasa tidak pede karena masih terdapat aksen bahasa ibu (mis. Bahasa Jawa) jangan hiraukan, coba cek bagaimana orang India berbahasa Inggris, sama halnya. Yang menjadi poin penting berbicara adalah sampai atau tidaknya informasi kepada lawan bicara.
    1. Mulailah menulis apa yang Anda lakukan sehari-hari dalam 1 sampai 2 paragraf. Rasakan di mana kekurangan Anda ?.  Coba publikasikan ke media sosial misalnya Blog, FB atau lainnya.
    2. Jika sudah mahir gunakan kosa kata level dasar misalnya : food, variasikan dengan padanan kata lain dish atau cuisine. Jangan lupa lihat cara penggunaan kalimat, semuanya difasilitasi oleh Google Translate
      food
    3. Berlatih membuat kalimat dengan kosa kata baru “Glimpse”. Langsung saja tulis di Google translate. Pahami arti kata dan lihat contoh penggunaan kalimatnya. Setelah itu, tiru bagaimana cara penggunaan yang berhasil dikumpulkan oleh google. Ini contoh kalimat saya Kalimat saya : I caught a glimpse of white shadow coming from that corner (#merinding euy). Now, It’s your turn. Give it a try !!
      glimpse
    4. Apakah ungkapan yang kita buat “valid”. Mungkin banyak orang Indonesia masih mencoba mengintroduksi ungkapan bahasa Indonesia ke bahasa Inggris misalnya, “terperangah” dalam bahasa Inggris ada ungkapan “Jaw drop”. Beberapa istilah yang dipaksakan dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris akan tampak “unnatural” bagi native speaker.
    5. Jika Anda sudah menulis, cobalah untuk PD dan minta teman membacanya dan mintalah koreksi dan juga komentar. Lebih baik lagi Anda punya teman Blog atau FB seorang native speaker.
    6. Latihlah atau lebih tepatnya paksalah diri kita untuk terus menerus menulis.

Maaf sebelumnya jika dalam tulisan ini saya banyak sok tahu. InsyaAllah niat saya cuma ingin berbagi apa yang saya alami, apa yang saya ketahui. That’s all, so If you have better ideas, then let’s know.

Advertisements

Leave a Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s