Perjuangan Menuju Sarjana [1]

Tidak kembali pulang sebelum sarjana di tangan, walau badan terasa lelah dan letih demi bangsa ku rela berjuang”. Sepotong lirik lagu penyemangat waktu Pramuka dulu yang saya ubah jadi penyemangat untuk ngeberesin tahap sarjana ini. Walaupun sebenarnya agak lebai sih, hehe. Memang tak terasa waktu cepet berlalu, 2 Juli 2013 tepat 4 tahun ada di Bogor dan terdaftar sebagai mahasiswa, numpang sama orang-orang Bogor untuk tinggal (misi ya Pak Buk). Eh, ternyata 4 tahun belum cukup untuk menyelesaikan studi di kampus ini #tsaah. Jangan tanyakan kenapa, karena cuma rumput yang goyang-goyang yang tahu jawabannya. Rasanya fine-fine aja klo dari sisi finansial karena beasiswa masih meng-cover 5 tahun masa kuliah, masih ada satu tahun lagi sih, woles. Tapi tapi, eh teman-teman udah pada seminar-sidang, seminar-sidang, dan wisuda wisuda, waduh saya kapan nih ? telpon dari rumah selalu ngebahas hal itu terus, dan akhirnya nggak bisa santai. Ini mesti diperjuangkan #ngiketkepala.

Saya (paling kanan) dan teman-teman Biologi 46. Kok cewek semua ya, woy yang cowok2 pada kemane !!

Perjuangan Sarjana part 1 ini ditandai dengan peristiwa seminar, Alhamdulillah masih kekejar untuk seminar tanggal 30 Desember kemarin. Itungannya kan masih 2013 ya, hehe. Inget pas hari itu, nggak ada niat untuk daftar seminar, karena desas desus di Departemen beredar seminar dua terakhir tidak dilaksanakan, yaitu tanggal 23 Desember sama 30 Desember. Tanggal 23 Desember dibatalkan karena dosen pada sibuk, ada presentasi/monev proyekan masing-masing, termasuk pembimbing saya. Trus trus tanggal 30 Desember, itu udah minggu tenang bro, anak-anak pada siap-siap UAS semester ganjil. Wahh, jadi kabar yang beredar, baru akan ada seminar akhir Januari. Fiuh, dengan agak nyesek akhirnya saya telan mentah-mentah sementara berita itu. Daripada nganggur sampai akhir Januari, yaudahlah kita naik-naik ke puncak gunung dulu. Kebetulan ada anak OWA Biologi yang mau pada nanjak ke Merbabu tanggal 28 Desember nanti. Fix. Katanya masih ada tiket kereta, karena beberapa anak cewek nggak jadi ikut nanjak. Oke. Ane ambil Gan !!. Perlengkapan outdoor yang sudah lama tergantung akhirnya dipake lagi. Yuhu


Tanggal 23 Desember. Hari itu diajak Mba Ayu, satu bimbingan TA ketemu dosen. Ada beberapa hal yang dibicarakan tapi bukan masalah seminar, karena bagi saya udah fix nggak bisa seminar di 2013 ini. Selesai bimbingan, sekitar jam 11. Sepintas lihat pengumuman di papan departemen, “Seminar terakhir diadakan tanggal 30 Desember 2013, setelah itu baru diadakan Februari di awal semester baru”. Panikk. Ini mesti gimana. Diam sejenak, mendengarkan suara hati, #gayanya. Buru-buru lari balik ke kantor dosen pembimbing, “Pak, seminar terakhir ada tanggal 30 ini, setelah itu Februari nanti baru ada lagi”. “Yasudah Daftar”. “SIAP GRAKK”. Langsunglah nyari tempat print-an, edit-edit dikit, capcus. Dan langsung di ACC, trus hujan-hujanan balik ke Asrama ngambil kartu seminar. Dan Daftar seminar. Fix. Seminar tanggal 30 Desember 2013.

Dhil, kan awalnya udah fix mau ke Merbabu ? Alahhh, tak kan lari gunung dikejar, yang lari itu JADWAL SEMINAR klo nggak dikejar, hehe. InsyaAllah lain kali lah, kalo jodoh juga gunungnya nggak kan lari kemana-mana kok. FOKUS, seminar. Seminar artinya dapet tiket untuk maju ke tahap berikutnya, Sidang. Kalo seminar baru mau Februari nanti, yah berarti mau nggak mau Sidang juga 2 minggu setelahnya paling cepat. Resiko tersuramnya adalah harus bayaran lagi. Kan sayang uang (negara) yang dipake nanti. Hehe.

Seminar tanggal 30 berakhir dengan mulus, Alhamdulillah ya Allah. Saya dan satu teman, Uno hari itu seminar berdua. Awalnya sempat bingung kalo peserta seminar nggak ada. Ini kan udah minggu tenaang. Dengan lobi sana sini, termasuk Anak-anak Asrama Belitong Bogor Wira, Rido, Dwi Kurniati, Yaunna(Po), Cyntia, Dian, akhirnya pesertanya lumayanlah. Pas udah mau presentasi, eh colokan di semua ruangan itu nggak bisa dipake, nggak ada listriknya. Padahal seminar sebelumnya bisa bisa aja tuh. Trus, ruang seminar pun dipindah ke lantai 5. Dari lantai 1 Fapet IPB ke lantai 5. Itu sesuatu banget kalo yang belum pernah naik setinggi itu. Makasih buat peserta seminar yang udah bela-belain naik ke atas dan nonton seminar kami. Seminar pun berjalan tanpa hambatan. Saya dapat giliran pertama jadi pemrasaran dan semua lancar. Alhamdulillah Alhamdulillah Alhamdulillah.

Advertisements

7 comments

Leave a Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s