Ingin menciptakan atau hanya mau menikmati ?

Mari menciptakan kebersihan (foto diambil dari : http://b3ndot.files.wordpress.com/2011/03/buang-sampah-14.jpg)

Tulisan ini Saya buat karena terinspirasi dengan tulisan Pak Made Andi di Blog beliau yang berjudul “Perempuan Cantik Itu Buang Sampah Sembarangan“. Terketuk hati saya untuk menulis beberapa kejadian yang saya alami dan amati akhir-akhir ini terkait perilaku buruk ini. Cukup miris rasanya melihat hal-hal seperti ini apalagi melihat siapa yang melakukannya. Saya tidak sedang membuat kesan seolah-olah saya bukanlah salah satu pelakunya. Namun, barangkali saya hanya bisa janjikan bahwa saya ingin selalu menjaga agar tangan dan hati saya tidak sampai melakukan hal buruk demikian. Jadi, jika mendapati saya membuang sampah sembarangan, mohon saya ditegur dan diingatkan ya sobat. Tulisan ini juga bukan ingin menggurui apalagi menuduh seolah-olah Pembaca Budiman juga pelakunya. Tidak ya.

Jika Pak Made Andi menemukan kejadian itu waktu di KRL Jakarta-Bogor, saya juga  pernah. Waktu itu, saya sedang dalam gerbong KRL Bogor-Tanah Abang, ada wisuda ayah di JIExpo. Kereta memang berhenti di setiap stasiun yang dilewati, tapi tidak semua statiun orang keluar dan masuk. Nah kebetulan di stasiun itu tidak ada orang yang keluar masuk dari pintu di hadapan saya. Dengan mudah seorang Ibu-ibu (kira-kira 40-an umurnya) melempar bungkusan plastik yang berisi sampah dari posisi ia duduk manis saat itu ke pintu yang sedang terbuka di pinggirnya. Kemudian, ia melanjutkan kembali ngobrolnya. Saya spontan sedih dan marah melihat hal itu. Saya coba pelototi ibu itu, ia sepertinya tak peduli. Sayup-sayup saya tangkap ia sedang bicara soal hijab, duh indahnya ya tapi sayang…

Sebetulnya saya memang sering mengamati kejadian seperti itu di transportasi publik lain, khas bogor haha, angkot. Dari sini saya banyak belajar bahwa bagi sebagian orang, angkot dan badan jalan bisa jadi tempat pembuangan sampah lho ? keren kan ?? KEREN KAN ??. HZZZZZZ <— emosi meningkat. Mulai dari supir, kadang ada yang merokok seenaknya (buang asap sembarangan) ditambah melempar gelas plastik jika habis minum saat ia sedang nyupir. Dilempar aja ke badan jalan. Kalo ditegur, pasti salah satu jawabnya nanti juga ada pemulung yang ngambil.  Bagaimana dengan penumpangnya ? Mulai dari anak-anak, mba-mba sampai bapak-bapak saya juga pernah menyaksikan  mereka buang sampah di angkot, saya pertegas mereka buang sampah di dalam angkot tanpa rasa bersalah. Yang paling menyedihkan ialah saya pernah meliht mobil mewah juga melempar sampah ke luar saat sedang di jalan. Pengemudi motor di belakangnya tampak sigap langsung menghindar. Langsung saya jadi kecewa berat dengan orang yang di dalamnya. padahal disimpan dulu kan bisa ya ? Ah, maafkan ya Rabb, Saya telah mendzalimi mereka dengan tak berani menegurnya.

Kenapa tidak mencoba untuk menyimpannya sejenak kemudian buang jika sudah menemukan tempat sampah. Pada dasarnya itu adalah sampah yang kita hasilkan sendiri dan tentunya menjadi tanggung jawab kita. Apa terlihat begitu susah ?. Tidak kan, tidak mudah dilakukan lebih tepatnya hehe. Dengan membuang sampah pada tempatnya kita sudah beperan besar menciptakan lingkungan yang bersih.

Permasalahan ini menurut saya serius karena menyangkut perilaku dan etika yang buruk. Para orang tua sepatutnya memberi pemahaman yang baik juga contoh yang konkrit. Orang-orang baik harus banyak diciptakan dan diduplikasi di negeri ini  dimana keluarga/ rumah adalah sekolah pertamanya. Percaya atau tidak, bagi saya tingkat pendidikan akhirnya tidak berpengaruh banyak jika hal buruk seperti itu sudah jadi kebiasaan. Suatu saat kita akan dapati kota yang indah dan bersih, gang-gang yang bersih, juga sungai-sungai yang jernih dan bersih, asalkan banyak orang yang mau peduli untuk hal ini. 

Kita tentu tidak akan keberatan atau menolak bahkan justru memilih jika ada opsi berikut tempat yang bersih, angkot yang bersih, kereta yang bersih, kampus/sekolah yang indah dan bersih, halaman yang bersih. Bersih itu indah bukan ? Siapa yang tak mau. Tapi pertanyaan lain yang mesti dijawab, apa kita hanya ingin menikmati kebersihan itu atau menciptakannya ?. Mungkin ini yang perlu direnungkan kembali. Menurut saya, perilaku kita kebanyakan memberi kesan kita hanya siap menikmati bukan menciptakannya. Indah bukan jika bersih ?. Sering pula kita agak menganggap remeh petugas-petugas kebersihan, padahal merekalah pencipta kebersihan sedang kebanyakan kita hanya menikmati. Yuk jadi pencipta kebersihan bukan hanya penikmatnya.

Advertisements

Leave a Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s