Tes TOEFL ITP ke-3

TOEFLBismillah. Menulis topik tentang TOEFL ITP ini timbul perasaan semacam nostalgia, haha. Hampir tepat setahun yang lalu, 23 Februari 2103, untuk pertama kalinya saya ikut tes ini. Hasilnya ya tentu belum memuaskan makanya saya masih berurusan dengan tes ini di 2014. Pertama kali ikut skor saya : 533, kedua kalinya : 523 malah jadi turun. Dan setelah itu jadi frustasi karena skor nggak nyampe-nyampe target yang diinginkan. Ah, walaupun skor itu tidak bisa digunakan untuk melamar beasiswa tapi tetap masih berguna untuk ikut seleksi PPAN 2013 kemarin dan Alhamdulillah bisa ke China, salah satunya berkat nilai TOEFL itu.

Nah, tahun 2014 ini, tanggal 11 Februari saya mendaftar lagi tes TOEFL di tempat yang sama UPT Bahasa IPB, Darmaga. Tes akan diadakan tanggl 22 Februari 2014 (tahun lalu 23 Februari 2013). Tanggalnya hampir mirip dengan tahun kemarin, tapi mudah-mudahan skornya bisa jauh beda. Lebih tinggi dari tahun kemarin maksudnya.

Hmm, selanjutnya masalah persiapan. “Tak akan terjatuh ke lubang yang sama”. Kalau tes 1 dan 2 saya belajarnya asal-asalan, nggak modal buku yang bagus, kayaknya berharap keajaiban datang kalo skornya gede. Tes terakhir kemarin saya kebetulan bisa pinjem dari kakak kelas buku yang sangat bagus untuk tes ini. Buku itu menjelaskan dengan detil tipe-tipe soal TEOFL. Ada hal-hal yang harus dicermati di setiap bagian soal, terutama untuk bagian Listening dan Structure. Akhirnya saya “cukup rajin” belajar untuk tes yang ke-3 ini.

Taraa.. Hari-H pun tiba. Karena tesnya di Darmaga dan mulai pukul 08.30 jadi nggak perlu buru-buru. Setelah ngisi presensi dan dapet kursi kemudian dibagikan lembar jawaban komputer untuk TOEFL. Walaupun belum ada instruksi untuk mengisi, tapi banyak yang udah langsung ngisi nama dan tanggal lahir yang umum ada di LJK. Sama dengan saya. Saya langsung ini nama saya : MOHAMMAD FADHILLAH di kolom nama. Eh, pas ada instruksi tiba-tiba bilang nama belakang dulu yang ditulis baru nama depan. Sontak, banyak yang langsung mengganti karena memang umumnya orang Indonesia nggak punya nama keluaga jadi menulisnya biasa aja. Saya nggak mau ngehapus awalnya, saya tanya ke pengawas : “Saya udah dua kali ikut tes ini, tapi selama ini nggak pernah diminta nama belakang dulu ditulis dan di sertifikat TOEFL pun nama saya yang keluar tetap MOHAMMAD FADHILLAH”. Jawaban yang saya dapat intinya “Terserah”. Ah, daripada bermasalah dan mana tahu ini peraturan baru dari ETS, akhirnya saya ikuti maunya. saya putar balik nama saya jadi : FADHILLAH MOHAMMAD. Selanjutnya berjalan normal.

Oke, ngisi-ngisi identitas dan cucu cucunya itu udah kelar. Saatnya soal dibacakan. Dag dig dug, lumayan deg-degan juga mulai tes ini. Soal listening pertama, saya merem, niatnya biar fokus. Wah soalnya bener, bisa disimak dengan baik. Eh, abis itu lupa, kirain jawabannya akan disebutkan langsung dari narratornya padahal kan jawabannya udah ada di berkas soal. Haduh, betapa dong-dongnya saya, padahal katanya udah 2 kali tes kayak gini. Jujur saya masih kesulitan di soal Listening terutama bagian Longer Conversation, waduh itu ngomongin apa sih ? topik pembicaraannya juga nggak familiar bagi saya. Yasudahlah. Berarti saya harus maksimal di bagian selanjutnya. Di structure dan part of speech, Alhamdulillah rasanya ada hasil belajar belajar kemarin. Lumayan lancar. Lanjut ke Reading, wah ini bikin mumet banget. Saya males baca dan sepertinya nggak kan maksimal di bagian ini.

Tanggal 28 Februari, hasil TOEFL sudah bisa diambil. Wah, perasaan campur baur. Saya sudah menyiapkan untuk kecewa kalau skor masih belum bisa memenuhi target 550. Waktu ngambil skor, kita disuruh tanda tangan sebagai bukti sudah mengambil dan disamping nama kita ada rincian skornya nama FADHILLAH MOHAMMAD skor : …….. 553…….. Alhamdulillah. Alhamdulillah. Akhirnya setelah 3 kali tembus juga target 550. Dari rincian skor saya Reading yang paling jongkok tapi dibantu sama Listening dan Structure. Tepat seperti perkiraan.

Oh ya, nama yang tercetak di sertifikat akhirnya : FADHILLAH MOHAMMAD, sesuai dengan apa yang dituliskan. Jadi kalau mau tampak seperti nama asli tulis saja nama Anda apa adanya keculai memang ada nama keluarga. Pas saya lihat tanggal lahir kok aneh : 01/01/1970. Lho, kan tanggal lahir saya 13/06/1992 harusnya. Perasaan pas ngisi LJK aman-aman aja. Saya tanya ke UPT Bahasa, katanya mungkin salah pas ngelingkari dan disuruh kontak IIEF. Saya kontak IIEF dan mereka juga menyampaikan hal yang sama,” kemungkinan salah format waktu masukkan tanggal lahir. Bisa diperbaiki tapi sekalian perbanyakan sertifikat di IIEF, biayanya 100 ribu. Oke deh. Terima Kasih”. Kalau memang masih sah digunakan saya nggak akan perbaiki tapi kalo berpeotensi bermasalah saya sudah tahu jalannya. Haha, semuanya harus lebih cermat ya dari saya. TOEFL ITP mission finally accomplished.

Advertisements

12 comments

  1. Haiss tembus juga doi 553.. congrats yaa
    Gue juga lg berjuang nih buat tembus 550
    Hasil terakhir 533, moga bs sama kaya kk yah tembus juga 550
    ^^

  2. halo mas… aku juga punya pengalaman yg sama nih, tanggal lahirku juga salah di sertifikat teofl ITP ku. sampe sekarang, sertifikat mas yg salah itu bermasalah ga mas? masih bisa digunakan ato mas perbaiki mas?
    maaf numpang tanya.. hehe
    makasih 🙂

  3. Hmm, Asta, mungkin tergantung institusi/lembaganya mau menerima atau tidak, komunikasikan dulu ke mereka apa hal tsb bisa ditolerir, takutnya malah disangka sertifikat palsu dll. Kalo tidak masalah berarti oke2 saja.

  4. Uwaa.. saya juga sama.. tanggal lahir saya yang tertera di score reportx tanggal 1/1/1970.. terus gimana itu..? Lapor ke IIEF..? Rumit gak..?

Leave a Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s