Antara PPAN dan PPA

Ikut Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) itu memang keren, tapi kalo setelah balik dari program trus Post Program Activity-nya jalan dan banyak manfaat itu LUAR BIASA KEREN. Pemuda Indonesia HEBAT !!

Sore (15/4) entah kenapa saya terlintas untuk membuat quote diatas, mungkin karena sedang musim-musim seleksi PPAN di seluruh provinsi di Indonesia. Kami (Bangka Belitung) sudah selesai lebih awal tanggal 5 April kemarin dan sudah mengumumkan hasilnya. Saya mungkin memahami bagaimana rasanya diumumkan menjadi kandidat utama untuk mewakili provinsi di kontingen Indonesia menuju negara lain. Rasanya bangga bercampur haru, bercampur syukur dan tak sabar. Tapi, semua itu akhirnya turun perlahan setelah melihat berkas-berkas yang harus dilengkapi, perasaan makin tahun makin banyak deh hahaha.

Tahun 2014 ini, kriteria pemilihan peserta PPAN ditambah menjadi pemuda yang pernah berkontribusi sosial di masyarakat/ lingkungannya, misalnya dalam bidang community development. Hal tersebut harus dibuktikan dengan sertifikat, foto2 kegiatan yang pernah dibuat. Ini berarti KEMENPORA tidak mau asal memberangkatkan pemuda untuk PPAN, mestilah yang sudah punya kontribusi sosial ke lingkungannya.

Sebenarnya tulisan ini bukan ingin jauh membahas bagaimana kriteria peserta PPAN namun saya ingin mengaitkan PPAN dan PPA. Dua singkatan yang berhubungan erat dan hanya beda satu huruf terakhir yaitu “N”. (ngomong apasih, haha). Setelah Program (pulang dari negara tujuan), para peserta secara otomatis masuk ke wadah alumni program lainnya di provinsi yang sama atau disebut Purna Caraka Muda Indonesia (PCMI). Sepulang program, alumni PPAN ini kemudian “ditagih” kontribusinya dan balas budinya kepada negara. Nah ini kita sudah bicara mengenai PPA yaitu Post Program Activity. Apa yang kamu bisa bagikan kepada lingkunganmu ? Tentu bukan hanya cerita pengalaman dari negara program saja. Lebih konkritnya mungkin dampak positif apa yang bisa dibagikan kepada lingkungan, entahkan misalnya mengatasi masalah di bid. pendidikan, lingkungan, sosial, dan bidang lainnya.

Setelah kembali dari program, mungkin yang diharapkan adalah pemuda yang peka dan peduli dengan lingkungannya/daerahnya. Mau menjadi bagian dari solusi, sekecil apapun ingin berguna untuk negaranya. Indonesia yang kita tahu bukan hanya Jakarta, Bali, dan sebagainya. Di kaki-kaki gunung masih banyak anak-anak yang akses pendidikannya masih susah, masih banyak murid yang semangat di sekolah yang kurang tenaga pendidiknya, di pulau-pulau terluar masih banyak yang tidak tahu negaranya Indonesia, masih banyak pemuda yang tidak tahu perannya, masih banyak penganggur yang mencari kerja. Semua itu mestilah jadi pikiran kita, dan berusaha sekecil apapun kita menjadi bagian dari solusinya.

Program pertukaran seperti itu sebenarnya ingin menggali dan mengasah potensi pemuda daerah, melipatgandakan rasa PD-nya, membuka wawasan globalnya tentang dunia, negara lain, budaya lain dan akhirnya menjadikan pemuda tersebut berdaya. Bagi yang sudah ikut PPAN mungkin merasakan hal tersebut setelah pulang dari program.

Bagi saya, Indonesia sudah memberikan kesempatan langka ini untuk saya, mengeluarkan banyak dana yang ditanggung oleh APBN negara. Saya akan membayarnya dengan kontibusi saya untuk Bangsa. Pemuda Indonesia HEBAT !!

Advertisements

Leave a Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s