Andai Lebih Santun

Awal Mei 2014 saya secara kebetulan diajak untuk menghadiri Seminar tentang Teknologi di salah satu Universitas Swasta keren di daerah Jakarta. Saya memang sempat menolak karena memang tidak siap untuk ikut acara formal, cuma pakai sandal dan kaus oblong walaupun di luar masih pakai jaket. Karena sungkan menolak, akhirnya saya ikut. Toh, setelah itu tidak susah juga untuk nyari transportasi ke Bogor untuk pulang.

Saya memang tidak terlalu paham materinya, terlebih itu seminar tentang Elektronik dan sebagainya. Untuk hal-hal yang umum saya masih bisalah memahami. Alhamdulillah, walalupun tidak semua materi paham tapi dapat ilmu baru dari pemateri yang ahli-ahli di bidangnya. Di akhir sesi, ada penjelasan santai dari Mahasiswa. Beliau saya yakin bukan orang sembarangan karena diminta menyampaikan materi oleh panitia. Jelas sekali, dari materi-materi yang ditampilkan begitu banyak prestasi dan penghargaan yang sudah diraih olehnya. Beliau menyampaikan materi nampak lebih interaktif dibandingkan dengan pemateri sebelumnya, saya apresiasi hal itu. Secara pengalaman dan pencapaian memang Beliau sangat mumpuni dalam hal tersebut dari sertifikat penghargaan, liputan video, juara kompetisi bergengsi nasional, dan foto bersama pejabat-pejabat.

Namun, saya tertohok ketika Beliau mengutarakan “Mana yang IPKnya diatas 3 di sini ?. Segelintir peserta mengangkat tangan”. Beliau melanjutkan, “Bagi saya punya IPK tinggi itu tapi tidak bisa membuat produk adalah sampah !” Satu dari peserta yang mengangkat tangan sebelumnya kemudian diminta ke depan. Di depan kemudian peserta tersebut ditanyai.

Dengan nada yang tegas kalimat yang saya cetak tebal diatas diucapkan di depan peserta seminar tersebut. Rasanya tidak berlebihan jika saya tambahkan “tanda seru” di akhir kalimat tersebut, mungkin memang demikian jika didengar dari nadanya. Apakah hal itu benar-benar sampah ? Ah, bagi saya tidak juga. Itu termasuk pencapaian orang lain yang patut diapresiasi. IPK diatas 3 plus ketua BEM dan aktif organisasi, tapi tidak menghasilkan produk apakah sampah ? Tidak juga ah. IPK di atas 3 plus aktif gerakan sosial apakah sampah ? Menurut saya tidak juga. Saya jarang menggunakan tulisan untuk mengkritisi orang, apalagi di Blog ini, namun untuk hal ini saya agak terganggu. Pernyataan tersebut bukan hal yang sepeleh rasanya. Walaupun saya bukan orang bahasa namun pemilihan kata/diksi-nya sangat tidak pas. Kalimat tersebut bisa saja berusaha membangkitkan/ memotivasi tapi yang pasti sudah menghakimi dan melukai terlebih dahulu. Itu mungkin hanya pendapat saya.

Walaupun saya tidak ingin lebih jauh juga “menghakimi” pemateri tersebut, namun andai disampaikan lebih santun. Bukankah pernyataan tersebut sarat nada dan dugaan merendahkan orang lain ? Dan bukankah merendahkan orang lain adalah salah satu tanda-tanda sombong ? Nauzubillah min dzalik.

Advertisements

Leave a Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s