Tes Tertulis Monbukagakusho 2015

Monbukagakusho2013Senin (16/6), Saya baru berangkat dari Bogor jam 7an, padahal mulai tes jam 10 di UI Depok. “Ah, mudah-mudahan nggak macet” gumam saya. Eh, ternyata, baru berapa ratus meter dari kosan langsung disambut macet, Pak supir angkot langsung ambil jalur alternatif, dan Alhamdulillah tidak macet, walaupun sebenarnya ngambil jalur alternatif itu agak-agak gambling. Abis turun dari angkot itu, naik angkot sekali lagi karena mau ke Stasiun Bogor. Eh dijalan masih juga ketemu macet. Memang ya, jangan heran dengan macet kalo di Bogor. Perasaan udah nggak karu-karuan, ini kalo jam 8.30 nggak sampai Stasiun saya turun trus nekat ngambil ojek aja. Setelah macet dikit itu, kemudian lancar lagi. Sampai di Stasiun sekitar pukul 8.30 dan kemudian langsung buru-buru masuk. Eh, ada kereta Bogor-Tanah Abang yang udah mau berangkat, yasudah saya capcus aja. Dari Bogor masih belum terlalu rame, masih manusiawilah padetnya. Tapi ingat Bogor itu stasiun pertama, jadi siap-siap dapet tambahan penumpang dari stasiun di depan. Nah bener kan, makin deket tujuan, dalam gerbong main padet, jangankan duduk, buat diri aja susah, kaki kemana, badan kemana. Untungnya saya nggak terlalu jauh dari pintu keluar, tapi tetap butuh usaha buat keluar. Dorong sana sini sambil permisi, akhirnya bisa keluar juga di Stasiun Universitas Indonesia. Dari situ, tempat tes tidak jauh. Hahaha, untung sudah tahu tempat tesnya karena pernah main sebelumnya.

Saya sampai di Stasiun UI pukul 9.06 (tahu dari HP). Hampir saja, mungkin kali ini masih Allah izinkan untuk ikut tes ini. Nggak kebayang kalo miss satu kereta aja dan mesti nunggu lagi, jam berapa akan sampai. Saya langsung aja menuju TKP dari Stasiunnya. Sudah ada beberapa peserta yang hadir tapi ruangannya belum dibuka. Saya lihat-lihat dari kejauhan “Kok kayak ada kenal ya sama Mas itu”. Mau nyapa segan kalo salah orang. “Lho ternyata temen satu halaqoh dulu, Kak Doddy GFM 45″. Ahaaaa, ada temen deh pas tes. Abis ngobrol ngalor ngidul ternyata, kakaknya ditelpon pihak kedubes karena ada peserta yang mengundurkan diri. Wah, pantes saya nggak lihat nama kakaknya di list 87 orang hasil seleksi berkas orang  dikeluarkan kedubes kemarin.

Tentang persiapan, jujur saja, saya baru belajar untuk Tes ini setelah benar-benar ada pengumuman bahwa saya lolos seleksi berkas dari pihak Kedubes Jepang. Berarti waktu yang tersisa ya sekitar 4-5 hari saja (10 Juni diumumkan, 16 Juni Tes Tertulis). Saya awali dengan ngunduh soal-soal dari tautan di atas dlu, diprint, dan ditelaah. Sebagian orang mungkin menganggap tes tertulis B.Inggris kurang lebih sama dengan TOEFL ITP, tapi menurut saya tidak. Lebih susah. Tes TOEFL ITP yang sudah berkali-kali saya lalui tidak pernah begitu membingungkan dalam menentukan jawaban, sementara di tes kemarin saya banyak bingung. Semua pilihan rasanya PAS, namun cuma ada satu yang paling TEPAT. Memilih mana yang PAS dan yang TEPAT ini membuat saya agak “galau” juga. Berikut pengalaman saya :

Tes Bahasa Inggris hanya diberikan waktu 60 Menit untuk mengerjakan 50 Soal. Kalo sudah seperti ini ya harus punya strategi waktu. Saya sarankan untuk mengerjakan bagian yang paling simpel dulu yaitu : I, II, dan IV. Bagian ini bisa dikerjakan dengan agak cepat dibandingkan yang lain.

I. Choose the word or phare that best completes each sentence. (Jumlah soal : 10). Pada bagian pertama ini, kebanyakan soal akan meminta kita menemukan kata atau frasa yang paling TEPAT untuk kalimat tertentu. Ingat, semua kata mungkin secara makna bisa saja sama, atau tidak terlalu mengubah makna kalimat tapi belum tentu kata itu yang paling tepat. Di bagian ini bisa saja terkecoh.

II. Choose the word or phare that best completes each sentence. (Jumlah soal : 10). Tipe soalnya sama dengan yang pertama, namun disini banyak yang berupa frase. Bagian ini juga tidak kalah menantang. Di bagian ini ada salah satunya ada pola inverted sentence. Banyak juga kosakata baru bagi saya yang dikeluarkan disini. Huhu.

III. In the following one underlined part is incorrect. Choose the incorrect part. (Jumlah Soal : 10). Soal tipe ini membutuhkan kejelian tingkat tinggi. Ibarat mencari jarum dalam tumpukan jerami, hahaha lebai. Untuk menaklukkan bagian ini harus banyak latihan membaca kalimat yang baik dan benar. Kalau jeli, InsyaAllah kesalahannya mudah ditemukan.

IV. Choose the most suitable word or phrase from the list to fill each other of te numbered blanks in the passage below (Jumlah Soal : 10). Ini bagian yang paling mudah menurut saya. Kita hanya diminta memilih kata yang cocok untuk mengisi “blank” yang ada dalam tubuh paragraf. Baca saja paragraf seperlunya dan kemudian tentukan jawabannya. Secara umum tidak terlalu membingungkan.

V. Read the following passage and select the best answer to each question listed below it. (Jumlah Soal : 10). Ini mirip dengan Reading Secition di TOEFL. Umumnya ditanyakan hal-hal tersirat yang bisa disimpulkan. Level bacaannya tidak terlalu tinggi, cukup bisa dimengerti dengan baik lah. Karena pada bagian ini butuh waktu untuk membaca teks/ wacana maka siapkan kira-kira 15-20 menit khusus untuk bagian ini jika ingin mengerjakannya di akhir. Poin untuk bagian ini tertinggi lho, sekitar 3 poin untuk tiap soal.

Ahaa, tidak terasa pukul 11.05 sudah mulai mendekat, saya masih grasa grusu bolak balik kertas soal dan ngecek lembar jawaban. Peserta di depan saya udah leha-leha dari 10 menit yang lalu. Hebat benerr. Waduuuhh, kelihatan banget kurang persiapannya saya ini. Setelah selesai kemudian lembar jawaban dan kertas soal dikumpulkan dan tes selanjutnya dimulai kembali.

Tes bahasa Jepang ada 3 tipe soal : mudah (setara N5 dan N4), sedang (setara N3) dan susah (setara N2). Untuk tes ini ada waktu 2 jam untuk menyelesaikan semuanya. Wajarlah, soalnya bejibun gini. Well, saya nggak bisa berlama-lama nampaknya, lebih tepatnya nggak kuat. Setelah ngisi Nama, Nationality, dan No. Ujian kemudian ngisi satu soal pertama yang berbunyi : Tahun ini, saya lulus …. SMA (saya pilih jawabannya : dari (kara)). Setelah ngisi itu, Saya angkat tangan “nggak kuat” dan berkas saya diambil. Tes tertulis Monbusho 2015 pun berakhir. Pemberitahuan mengenai kapan hasil akan diumumkan akan diberitahu sewaktu wawancara nanti. Saya kebagian wawancara tanggal 27 Juni 2014, di Kedubes Jepang. Ahaay, ke tempat itu lagi. Semoga bukan yang terakhir.

Setelah keluar saya ketemu lagi kak Doddy yang sudah keluar lebih dulu, karena nggak buru-buru jadi kami makan siang dan sholat Dzuhur di UI dulu sambil kemudian melanjutkan perjalanan ke Rawamangun untuk acara “Mengejar Beasiswa” selanjutnya. Semangat !!

Advertisements

Leave a Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s