Beasiswa LPDP : Daftar dan Seleksi Wawancara

LPDPBeasiswa LPDP memang terobosan yang patut diacungi 4 jempol dari pemerintah RI dalam memajukan  sumber daya manusia Indonesia terutama dari sektor pendidikan. Saya pun jadi ikut tertarik mencoba peruntungan di beasiswa ini, hehe. Awal April saya sudah mulai buka-buka web dan cari-cari informasi tentang beasiswa ini. Jika teman-teman juga berminat silakan kunjungi laman resminya di sini : lpdp.depkeu.go.id 

Karena dibuka sepanjang tahun maka tidak perlu ditanya kapan deadline beasiswa ini ya. Yang perlu diketahui ialah kapan berkas di web akan ditarik untuk proses seleksi berkas. Saya ikut periode wawancara 17-18 Juni kemarin, sementara penarikan berkas di web, kalau tidak salah, sekitar tanggal 19 Mei lalu. Jadi berkas yang di-submit setelah tanggal itu akan secara otomatis diikutkan pada seleksi berkas periode selanjutnya. Jika ingin tanggal yang lebih pasti silakan tanya admin akun Twitter LPDP @LPDP_RI. Biasanya mereka akan dengan senang hati memberitahu kapan batas pemberkasan untuk tiap periodenya.

Setelah submit pendaftaran di web maka tinggal tunggu saja hasil seleksi berkas yang akan diberitahuan via e-mail dari panitia. Sore hari, tanggal 26 Mei 2014, saya dapet SMS dari LPDP yang intinya mengatakan pengumuman hasil seleksi berkas sudah dikirimkan ke e-mail masing-masing, tapi SMS itu dikirimkan kepada semua pelamar baik yang lolos maupun yang tidak lolos. Langsung saja saya cek kotak masuk e-mail tapi tidak ada satu e-mail baru yang masuk. “Wah kali ini mungkin memang belum lolos”. Malamnya saya tak sengaja buka e-mail lagi dan ternyata ada satu kiriman e-mail dari LPDP. Saya buka badan e-mailnya. Ternyata isinya jadwal wawancara dan kelengkapan berkas yang mesti dibawa. Lagi-lagi, e-mail tersebut dikirim kepada semua pelamar baik yang lolos maupun yang tidak lolos. Jadi, jangan langsung lompat-lompat kesenengan dulu, tapi cek lampirannya. Saya langsung unduh lampiran dan cek nama pelamar yang lolos seleksi administrasi periode 20 Maret-19 Mei 2014 …..M.. Alhamdulillah ada nama saya Mohammad Fadhillah. Dalam lampiran tersebut ditetapkan sebanyak : Magister Dalam Negeri 361 orang, Magister Luar Negeri 618 orang, Doktor Dalam Negeri 40 orang, Doktor Luar Negeri 84 orang. Itu hasil seleksi administrasi yang akan dipanggil wawancara satu-satu. Buannyyaaakkk banget. Itu satu periode lho. Akhirnya di pengumuman beriktnya, Saya dapet jadwal wawancara tanggal 17-18 Juni di Jakarta, tapi tempatnya belum ditentukan.

Sambil nunggu hari H seleksi wawancara, persiapan saya cuma nanya-nanya temen sekelas yang sudah lulus seleksi wawancara Magister DN periode sebelumnya. Selain itu paling persiapan pertanyaan-pertanyaan biasa yang ditanyakan di wawancara. Tempat Wawancara akhirnya diberitahu tanggal 13 Juni via e-mail, dan saya dapet tempat di UNJ Rawamangun, tepatnya di Aula Perpustakaan Lt. 1. Karena mulai pukul 8 pagi maka tidak mungkin saya nekat hari H berangkat pagi-pagi dari Bogor. Akhirnya, strateginya adalah saya berangkat tanggal 16 Juni untuk tes tertulis Monbukagakusho di UI Depok, setelah itu baru ke UNJ. Kebetulan ada kawan dari Belitung yang ngekos di sekitar kampus UNJ. Alhamdulillah rasanya seakan dimudahkan. Yang paling penting hari tes Beasiswa itu nggak bentrok, jadi tetap bisa ikut dua-duanya.

Setelah selesai urusan di UI Depok, saya ambil KRL ke Manggarai dan kemudian keluar Stasiun ambil kiri sampai nemu Halte Busway. Ini murni intuisi karena saya belum pernah kesitu sebelumnya. Untungnya bener. Saya ambil Busway ke kampus UNJ dan langsung minta jemput teman. Kosannya tepat di depan kampus UNJ jadi enak banget, sudah bisa santai datengnya.

Tanggal 17 Juni, saya sudah ada di lokasi, Aula Perpustakaan Lt. 1, sebelum pukul 8 pagi. Ternyata disitu sudah rame banget karena peserta yang terjadwal wawancara har itu ada 200an orang. Sebagian besar peserta terlihat lebih senior dari saya, hihi. Karena saya bukan tipikal orang yang supel dan cepat bisa bergaul di lingkungan baru jadi cuma kenalan-kenalan biasa aja ke orang yang duduk di samping. Pagi itu kami diperlihatkan video dokumentasi Program Kepemimpinan LPDP Angkatan sebelumnya. Wahhh, kereeen banget. Pengen juga rasanya. Ada ekspresi ketawa, senyum, nangis, ngantuk, ketiduran dan lainnya. Tidak lama acara dibuka secara resmi, dan ada sambutan sekaligus pembukaan oleh Bapak Abdul Kahar (Dir. Dana dan Kegiatan Pendidikan, LPDP). Beliau menjelaskan apa itu LPDP, bagaimana mekasime pendanaan LPDP, apa perbedaan LPDP dengan Kementerian Lembaga, dan sedikit tentang seleksi wawancara. Satu yang penting adalah LPDP sangat mengapresiasi kemauan anak bangsa untuk belajar dan menuntut ilmu yang berkualitas dari tempat-tempat terbaik untuk nanti membangun Indonesia bersama. Dan, “Semua yang hadir saat ini (peserta lain) bukanlah pesaing/rival Anda, tapi rival Anda adalah Anda sendiri. Jika memang semua memiliki kualifikasi yang dirasa cukup untuk melanjutkan sekolah, semuanya akan lolos“. Jadi dalam beasiswa ini, pesaing terbesar adalah persiapan dan kesiapan diri kita sendiri.

Hari itu sebenarnya cuma verifikasi berkas (menunjukkan berkas Asli ke panitia). Wawancara dan Leaderless Group Discussion (LGD) saya baru besok pukul 8 dan pukul 1 siang. Tapi, karena diverifikasi satu-satu dan tidak boleh besok, harus hari itu juga maka semuanya harus tetap di tempat buat nunggu dipanggil verifikasi berkas. Saya aja baru kebagian jam 2 siang, padahal dari jam 9 sudah nunggu. Ya begitu deh. Bete juga lama-lama nunggu. Duduk, diri, jalan, main HP, ngobrol. Untungnya ada temen satu kampus yang juga daftar.

LGD itu seperti diskusi yang tidak terpimpin jadi tergantung bagaimana orang-orang dalam kelompok itu mengaturnya. Waktu yang diberikan sekitar 20 menit. Ada topik yang didiskusikan seperti : Subsidi BBM, Pendidikan Usia Dini dan Pelecehan seksual (Kasus JIS), Semua harus naik kelas (kurikulum 2013). Topik saya yang ke-3. Jangan khawatir, sebelum berdiskusi disediakan bahan bacaan dan pertanyaan yang harus didiskusikan. Ada dua orang pemerhati yang tidak akan mengintervensi apapun. Mereka hanya memerhatikan dan menilai. Ada yang bilang penilaiannya per kelompok. Saya juga kurang tahu.

Sekitar pukul 12 saya dipanggil untuk wawancara ke Meja no.9. Saya langsung saja menuju lokasi, ada 3 orang pewawancara 2 Bapak-bapak, dan 1 ibu-ibu (sepertinya psikolog). Bapak 1 (kode A), Bapak 2 (kode B), Ibu-ibunya kode C. Berikut percakapan yang masih saya ingat :

A : kamu Mohammad Fadhillah ya (sambil lihat layar laptop dan benerin kaca mata)

C : Silakan Pak, Dia mengambil Universitas Tokyo

A : Ohayou Gozaimasu (Selamat Pagi) , Genki desuka (Apa Kabar ?)

A : Kamu mengambil Univeritas Tokyo dengan jurusan Biosains Akuatik. Nah walaupun kamu mau ke Jepang, tapi kemampuan Bahasa Inggris kamu juga harus mumpuni. Sekarang coba perkenalkan diri dalam bahasa Inggris

A : Coba jelaskan Jurusan yang mau kamu pilih dalam Bahasa Inggris ?

B : Hmm, Kamu bilang Drugs Candidate ? Drugs apa Medicine ? Apa beda keduanya.

A : Kamu masih muda, baru 22 tahun, jika kamu lanjut S2 di Jepang dan kamu dinilai bagus mareka akan ngasih kamu rekomendasi S3 atau hingga Postdoc. Tapi, di Jepang biasanya hasil riset kita/ paten itu tiidak bisa dibawa pulang ke tanah air dan bisa juga diklaim oleh mereka. Bagaimana kamu menyikapi ini ?

A : Penelitian kamu sangat bagus. Jika berkaitan dengan riset ini Saya rekomendasikan untuk ke universitas ini, (salah satu Univ Denmark). Denmark juga bagus dalam bidang Marine Biotechnology untuk wilayah kawasan Scandinavia. Lagipula kamu kan belum punya LoA (letter of Acceptance) di Todai jadi istilahnya belum ada keterikatan. Masih leluasa memilih kampus jika terpilih nanti.

A : Peran dan kegiatan yang kamu lakukan di masyarakat apa ?

B : Penelitian kamu menarik. Siapa pembimbing kamu di IPB ?

B : Apa kamu mengerti yang kamu tuliskan ? Coba jelaskan tentang Antioksidan, Antiinflamasi ?

B : Kamu tahu, jika kamu bisa menemukan senyawa Antiinflamasi ini gunanya untuk apa ? Makanya jangan mau diambil negera lain kalau kamu yang menemukannya

C : Kamu anak ke berapa ? Apakah kakak kamu sudah bekerja ?

C : Apa orang tua kamu mendukung kamu untuk sekolah lagi ?

C : Pernah tidak kamu melakukan kegiatan yang mengaplikasikan ilmu kamu di masyarakat ? Sebutkan ?

C : Setelah sekolah apa rencana kamu ?

Tidak terasa waktu berlalu cepat. Ternyata wawancara itu tidak terlalu “menakutkan”, apalagi jika mengalir seperti di atas. Bapak yang berkode B memang berlatar belakang Dokter Hewan. Untungnya saya masih inget teori tentang penelitian saya jadi amanlah.

Oh ya, ada satu hal lagi yang mau saya ceritakan tentang wawancara kemarin. Jangan terlalu khawatir pertanyaan wawancara karena itu akan mengalir dan sangat tergantung pada respon kita. Cukup kuasai saja yang biasa-biasa ditanyakan pewawancara. Ada kasus yang memilih program S2 Luar Negeri namun tidak linear dari Geologi ke IT. Ini sempat dibahas hebat di wawancara, orangnya cerita sama saya. Hampir semua pertanyaan dimulai dari hal itu dan dibahas hal itu-itu aja, soal kenapa tidak linear. Dia juga sempat bilang, kalo pewawancaranya ngasih “bocoran” bahwa geologi merupakan jurusan TOP 5 yang dibiayai LPDP dan jika kawan saya tadi mengambil geologi lagi maka tak perlu panjang lebar wawancara, kemungkinan besar banget akan direkomendasikan oleh pewawancara. Jadi kelinearan program studi yang kita pilih juga mempengaruhi lho. Tidak harus linear banget sih, tapi minimal masih berhubungan lah.

Hmmm, berarti tinggal menunggu hasil pengumuman saja. Semoga Allah berikan yang terbaik.

Advertisements

52 comments

  1. Mas Pratama, itu hanya urutan periode wawancara di tahun 2014 karena LPDP diwawancara setiap 2 bulan sekali sepanjang tahun . Misalnya, saya periode 6 untuk daftar dr 20 April-19 Mei kemarin. Selanjutnya mungkin akan disebut periode 7 dst. CMIIW

  2. Halo fadhil, salam kenal… Dan sukses selalu ya… Itu jadwal wawancara masih bisa meleset dari yang di upload di website LPDP ya? Kan jadwalnya wawancara utk juni di jakarta mestinya awal bulan tapi kenyataannya 17-18 juni, betul? Bagus juga tapi pengumumannya ga meleset tanggal jadi galaunya ga tambah.. Hehe.. Thanks untuk info dan sharingnya.

  3. Salam kenal juga. Aamiin, sukses juga utk Vee. Jadwal wawancara biasanya diinfokan lewat email dari panitia lpdpnya. Kmrin saya dpet jadwal gel ke-3 bulan juni, yg gelombang 1 dan 2 di awal juni. Karena gel terakhir jdi nggak lama nunggu pengumumannya, skitar 1 minggu stlah wawancara sdh kluar. Klo ada perubhan jadwal pastinya akan ada pemberitahuan lwat email atau sms. Terima kasih sudah berkunjung.

  4. oya, selama nunggu pengumuman dari tes wawancara dan LGD ada tes2 lagi kah ditengah2nya? dan program kepemimpinan itu kapan apakah setelah pengumuman hasil seleksi wawancara dan LGD. thanks 😀

  5. Nggak ada tes lagi di setelah LGD dan wawancara. Kalo PK (Program Kepemimpinan) nanti diinfokan setelah lulus tes wawancara. Untuk PK, jadwal ditentukan oleh panitia dan sifatnya wajib, tapi PK ini bukan lagi seleksi.

  6. mas, saya mau tanya…

    berkas yang diverifikasi itu meliputi apa saja ya? apakah dokumen yang diupload saja atau semua track record yang ditulis dalam informasi?

    karena semisal pada pengalaman organisasi; keikutsertaan mulai dari SMP, SMA, sampai kuliah pun tidak ada sertifikatnya,,

  7. Nisa, yang WAJIB dibawa adalah berkas-berkas yang diupload waktu pendaftaran onlinenya. Kalau seperti piagam/sertifikat yang dimaksud saya juga tidak bawa kmren.

  8. halo, saat daftar berkas, sudah mengupload berkas TOEFL ibt/ toefl ya Mas Fadhil?apa boleh pake ITP dulu untuk yg LN, semisal belum keluar dr ETS ny?

  9. Langsung dibalas :), ada beberapa pertanyaan lagi, tp mudah-mudahan gak bosen menjawab hal yang sama ya 😀 semoga Tuhan berkati,
    1. Bagian surat rekomendasi dari tokoh masyarakat, itu harus menggunakan bahasa inggris/indonesia apabila hendak ke LN? (Formatnya sesuai LPDP itu aja ya?)
    2. TOEFL PBT/iBT/IELTS harus udah ada kah utk magister ke LN? Apa boleh pake yg TOEFL ITP dulu buat melamar beasiswa LPDPnya di awal?—-> ini udah dijawab, boleh pake ITP ya, 500 kan ya mas fadhil?
    3. Dibuka sepanjang tahun, biasanya bulan apa saja Mahdi? Sementara di bgn FAQ website LPDP per hari ini sdg dalam perbaikan, jd ga nemu buka bulan apa saja 
    4. Dr pengumpulan admistrasi sampai pengumuman keterima jaraknya berapa lama?
    kasusnya, Saya hendak daftar ke Universitas ke oslo, pendaftaran di buka october 2014, deadline awal desember 2014, dan di butuhkan document financing utk diupload sbg persyaratan (sponsor utk biaya hidup, di oslo tuitionnya free), saya rasa bisa mendapat itu dr LPDP berkasnya klo keterima..tapi mepet ya 😦

  10. Setiap kali ada komen saya dapet notif via HP soalnya jadi bisa cepet balesnya.
    1. Bahasa Indonesia saja. Format sesuai LPDP. Tokoh Masy itu bisa diganti dosen pembimbing, kebanyakan juga gitu
    2. Untuk dapat beasiswa LPDP cukup TOEFL ITP aja skor min 550, kalau untuk iBT/IELTS dsb itu persoalan kita untuk daftar ke universitas LN
    3. Dibuka sepanjang tahun tapi penarikan berkas dari web biasanya 2 bulan sekali, kemudian baru di wawancara yg lulus sleksi administrasi
    4. Tergantung, kalo pas submit aplikasi eh ternyata deadline penarikan berkas dari web udah deket, bisa jadi cepet. Tanyain atau pantengin aja twitternya LPDP @LPDP_RI. Hmm, sepertinya mepet banget. Soal dokumen itu LPDP bisa aja ngasih kalo sudah jadi awardee dan mengikuti PK (Program Kepemimpinan). Saya khawatir Mbak tidak bisa memenuhi deadline itu, tapi tidak ada salahnya mencoba, kan LPDP ngasih waktu satu tahun setelah diterima dan ikut PK untuk nyari universitas

  11. saya memang telat memutuskan utk masuk jalan ini dg segala kejadian hidup yg terjadi br mau daftar LPDPny jd mepet, doakan lancar ya 🙂 iya, dicoba aja ya? mulai bimbang siapa tau bisa lobby univnya kali ya soal dokumen itu eungg 😦

    Kan nanti kita urus sendiri utk keterima di universitas yg dituju bukan? proses translasi/pengiriman dokumen katanya bs diurus dg bantuan konsultan pendidikan semacam IDS/SUNEducation, Gratis, apakah pernah tau informasi tsb?

    Sekalian tanya lagi deh, apakah perna ikut TOEFL iBt/IELTS? univ luar kan punya kode tersendiri, jd bisa dimasukkan ke ETS kodenya shg hasil kita bisa dikirim lgsg ke univ, mending dikirim lgsg/gak ya (diluar kasus permintaan univ yg mau langsg)

    Jadi klo blum ada LoA, bgn upload dokumen LoA tsb, dikosongin aja? tdk menganggu proses submit krn ada bgn yg kosong?

    maaf ya byk 😀

  12. Iya semoga sukses ya. Translasi dokumen harus ke penerjemah tersumpah setahu saya, mungkin lembaga konsultan pendidikan tertentu spt SUNEducation bisa tuh, saya belum pernah nyoba juga.
    Saya belum pernah ikut IELTS atau iBT, baru mau ikut nih. IELTS biasanya mau kok untuk ngirim hasil ke beberapa lembaga spt universitas tujuan, klo yg saya baca dari keterangan mereka sih.
    Kalo belum ada LoA tinggal dikosongkan aja, nggak akan ngaruh ke aplikasi kok

  13. Dear fadhil, program kepemimpinan diangkatan tahun 2014 kok masih tahapan seleksi ya? Kabarnya ada status lulus, lulus bersyarat dan tidak lulus. Apa yang kriterianya ya? Infonya simpang siur ni kayanya. Website LPDP ga menjelaskan secara detail untuk hal ini. Alhamdulillah seleksi wawancara dah lolos. Bismillah untuk langkah selanjutnya. 😀 makasihhh..

  14. Vee, PK itu tahapan yang mesti dilalui dengan status lulus baru dapet beasiswanya. Tapi kalau tidak lulus kyknya masih bisa ikut PK lagi deh. Mungkin harapannya agar apa yang diharapkan di PK tercapai utk semua awardee dan awardee lebih serius mengikutinya. Selaaammaaatt. Sudah punya LoA kah ?

  15. Alhamdulillah sudah ada LoA, bisa masuk kapan saja, karena sistem perkuliahannya flexibel. Baiknya Winter Semester, tapi kalo ga ya masih ada intake February alias Summer Semester. Baiklah, deg-degan menunggu jadwal PK hihi… sudah buka2 link youtube dst sih, kayanya seru. Mudah2an sebagus yang ditampilkan di link2 tsb. Semoga tahapan ini dilalui dengan tenang dan semangat! Sukses selalu untuk fadhil…

  16. hallo fadhil! terima kasih sudah sharing artikel ini sangat berguna sekali 🙂

    oh iyaaa saya ada beberapa pertanyaan nih, semoga berkenan menjawabnya ya.

    Untuk essai, mas Fadhil sendiri menulisnya dalam bahasa Inggris atau Indonesia? Kebetulan universitas tujuan saya di norwegia.

    nah, apa mas Fadhil bisa bahasa Jepang? Saya takutnya jika lolos ke tahap wawancara akan ditanyakan mengenai kesanggupan saya berbahasa norwegia? Saya mengandalkan norwegia yang 90% penduduknya bisa bahasa inggris dan bahasa pengantar University of Oslo yang juga berbahasa inggris. Dan satu lagi program kursus wajib dan gratis bagi pendatang yang disediakan oleh pemerintahn Norwegia.

    Ada sedikit keraguan sebenarnya di tahap administrasi, karena walaupun IPK saya insyaallah cukup dan pengalaman organisasi lumayan, saya sama sekali tidak mempunyai prestasi di bidang akademik maupun non akademik. Padahal yang dicari LPDP adalah putra-putri terpilih 😦

    Dan saya juga tidak pernah menerbitkan karya ilmiah apapun

    jadi, bisa gak mas fadhil sharing mengenai pengisian kolom prestasi dan karya ilmiahnya saat pendaftaran?

    Terima kasih 🙂

  17. Sama-sama Mbak Yuni, senang bisa berbagi.
    1) Untuk essai, mas Fadhil sendiri menulisnya dalam bahasa Inggris atau Indonesia? –> saya menulis pakai bahasa Indonesia

    2) nah, apa mas Fadhil bisa bahasa Jepang? Saya takutnya jika lolos ke tahap wawancara akan ditanyakan mengenai kesanggupan saya berbahasa norwegia? –> Bisa dikit-dikit. Pas wawancara sempet ditanya dikit2 bahasa Jepang karena reviewernya pernah pendidikan di jepang juga. Klo ngambil program internasional mah (bahasa pengantar Inggris) yang perlu dikuasai ya Bahasa Inggris duu yang utama. Kalo bahasa setempat bisa, ya bisa jadi nilai plus

    3) jadi, bisa gak mas fadhil sharing mengenai pengisian kolom prestasi dan karya ilmiahnya saat pendaftaran? –> Saya lumayan pernah ikut karya ilmiah sih tapi nggak banyak juga. Intinya bagaimana kita menjual diri kita dan meyakinkan pewawancara bahwa kita mampu untuk menjalani kuliah tsb. Klo ada sisi yang kurang, coba sampaikan di bagian mana yang Mbak lebih. Mungkin itu dari saya. Semoga sukses

  18. Kak, mhn izin , mau tanya klu waktu pendaftarannya itu kapan ya, cz ditulis sepanjang tahun .

  19. waktu pendaftarannya kapan aja Mba Arika, tapi berkas ditarik dari webnya setiap dua bulan sekali, tanggalnya saya juga kurang tahu

  20. mas fadhil sudah PK kah? biasanya jarak pengumuman lolos wawancara sama PK lama gak gitu mas? terimakasih 🙂

  21. ini sedang persiapan PK, saya kebetulan baru dipanggil untuk PK-22. Kalo sudah punya LoA akan diprioritaskan untuk ikut PK sebelum keberangkatan. Setelah lolos, langsung akan dihub PIC PK via email, setelah itu menunggu giliran dipanggil

  22. Mas fadli, mau tanya, pas daftar kan kalau saya liat mas fadli pakai berkasnya TOEFL yg ITP. Saya jadi sadar bahwa kita g perlu dulu ambil yang IBT selama proses selesksi.

    Tpi kan ceritanya saya berniat ambil MBA, kalau menurut mas Fadli, apakah perlu saya mengumpulkan berkas GMAT? Di webnya kan dituliskan “jika ada”, dan untuk sementara sebenarnya saya masih belum memilikinya. Apakah kira-kira pendaftar yang memiliki GMAt memiliki peluang yg lebih besar ?
    Apakah mas Fadli ketika mendaftar mencantumkan hasil GRE nya y? Atau tes standarisasi lainnya. Thx

  23. Mas William, Klo utk seleksi saya rasa cukup dengan persyaratan LPDP dulu. Ini kalo niatnya mau dapet beasiswanya dlu baru nanti nyari sekolahnya. Tapi yang paling baik mnurut saya adalah dapat kampusnya dlu, kmudian baru ngelamar beasiswa LPDP, atau berbarengan, sambil ngelamar kampus, ngelamar beasiswa juga. Nah, klo cara yg pertama, kayak saya, cukup sertakan ITP saja, itu cukup. Klo yg ke-2 dan ke-3, itu berarti butuh persyaratan yg dibutuhkan kampus, spt iBT, GMAT, GRE dsb. Klo sudah ada kelengkapan spt itu, disertakan saja, itu akan mendukung sekali dan mampu menyakinkan pewawancara nanti. Semoga sukses.

  24. salam kenal mas fadhil. mau tanya ketika sesi wawancara full english or bahasa? terima kasih. 🙂

  25. halo mas
    di persyaratannya beasiswa lpdp menyebutkan “mempunyai jiwa kepemimpinan yang ditunjukkan dengan pengalaman memimpin sebuah organisasi atau lembaga yang
    ditunjukkan dengan bukti dokumen yang relevan” tapi saya nggak pernah menjadi anggota maupun memimpin organisasi di kampus mas. kalo kegiatan kepanitiaan sih saya sering ikuti mas.

    tolong solusinya
    terima kasih

  26. Dituliskan apa adanya saja Mas. Nanti pas daftar dan buat akun di web lpdp ada kolom untuk kegiatan organisasi atau kepanitiaan. Setahu saya, bukti dokumen memang tidak diwajibkan dibawa saat verifikasi dokumen, tapi hal-hal ttg pengalaman organisasi dsb mungkin ditanyakan saat wawancara oleh reviewer

  27. Haii mas.. mau nanya, kebetulan saya mau ikutan program lpdp untuk magister universitas dalam negeri,
    saya masih bingung nih mas, saya sih maunyanya gini, ikutan program lpdpnya dulu sampai lulus baru ikutan tes di universitas, kira kira menyalahi aturan atau nggak yah??

  28. Mas fadil perhitungan satu tahun waktu yang di berikan untuk nyari kampus terhitung sejak kapan

  29. mas fadhil, kalau gagal di seleksi wawancara periode desember 2014 kapan bisa daftar lagi? kalau saya langsung submit dokumen untuk daftar januari apa konsekuensinya? thx

  30. mas fadil, saya baru lulus wawancara lpdp juga dan tujuan univ. juga Todai,
    di todai itu mas fadil mengikuti Research Student juga sebelum perkuliahan? saya mau tanya Research Student di Todai itu termasuk yang didanai LPDP atau tidak? dari pengalaman mas fadil. kalau saya ikut program RS dan ternyata tidak didanai kan bisa gawat 😀

  31. Saya tidak di todai, tapi di kyudai sekarang. Saya ambil program Internasional yang langsung master tanpa RS dulu, programnya dlm bahasa Inggris. LPDP tidak akan mendanai RS, master hanya ditanggung selama 2 tahun, tidak lebih. Umumnya kalo programnya bahasa inggris, tidak perlu RS mas, kalo regular pasti perlu.

    Tapi, saya kenal teman (di Kyudai) yang masa RSnya sudah terhitung kuliah oleh LPDP, jadi nanti 6 bulan sisa diakhir, dananya akan dicover Senseinya. Mungkin kalo skemanya begitu boleh. Yang pasti harus dikomunikasikan dengan senseinya dulu, apakah mau demikian.

  32. keren dil. nanti.kalo.saya.sudah.mulai.sibuk daftar baru deh tanya2. sukses.ya disana

  33. Terima kasih mas, tulisanx membantu sekali.

    Oiya, saya berencana melnjutkan studi d jepang.bidang kimia analitik. Bolehkah sya mnta kontak atau email sampean? jika berkenan bisa Private saja ke email saya, wafi_ab@yahoo.com

    Terima kasih

Leave a Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s