Kembali Membogor

Sudah lama rasanya jemari tidak menari-nari diatas keyboard, haha, kok jadi sok puitis gini. Ahaa, akhir-akhir ini memang jadi agak jarang nulis di blog dikarenakan disebabkan sesuatu dan lain hal. Setelah libur lebaran sudah cukup lama di rumah, sebenarnya sudah terlalu lama. Saking lamanya sampai-sampai jadi nggak enak sendiri karena orang-orang rumah sudah pada kembali ke aktivitas masing masing saya malah di rumah kayak orang bener. Karena semakin hari semakin nggak jelas, akhirnya saya memutuskan untuk nyari kesibukan di bogor yang bisa sekadar agar tidak minta uang jajan lagi ke orang tua. Maklumlah, kondisi kan sekarang udah lulus gitu, masak masih minta orang tua. Untuk yang satu ini saya gengsi hehe. Sebenarnya ada kesempatan untuk tes CPNS di daerah (Belitung Timur) walaupun di posisi semua jurusan karena untuk jurusan saya tidak ada. Hmm, tapi sepertinya belum dulu. Masih mau nyoba yang lain, masih mau berkelana mencari pengalaman dan merasakan banyak hal. Sebelum pulang, Alhamdulillah saya masih sempat untuk bertemu orang-orang yang punya banyak jasa mengurusi beasiswa saya selagi S1 dulu, beliau antara lain Bu Linda dan Pak Hartoyo di dinas pendidikan. Saya bertemu beliau-beliau untuk mengucapkan terima kasih karena sudah berkenan direpotkan dengan urusan-urusan kami.

Melalui grup kelas, ada jarkom lowongan di Nanocenter Indonesia, menjadi asisten Pak Nurul Taufiqu Rochman. Tanpa pikir panjang langsung saya kirim CV untuk lowongan tersebut. Singkat cerita, setelah ngirim CV dan kemudian dipanggil wawancara, akhirnya saya harus merelakan berangkat ke Bogor dan meninggalkan Belitung kembali. Setelah wawancara singkat dengan Pak Nurul akhirnya saya diterima. “Kantor” kami di ruang tenant di Pusat Inovasi LIPI di Cibinong. Kalo dari Darmaga 3 kali naik angkot lah. Sejauh ini saya menikmati berada disana, belajar dari orang-orang hebat dan punya idealisme.

Musim-musim penerimaan CPNS dan salah satu BUMN idaman saya  tahun ini  memang sempat membuat agak galau. Ini daftar nggak ya ? Mantap hati akhirnya untuk memutuskan tidak mendaftar dulu tahun ini. Bukan berarti sombong dan menolak kesempatan, toh belum tentu juga lulus kan hihi. Namun, rasanya ingin merasakan hidup yang tidak “biasa” walaupun suatu saat bisa saja prinsip ini akan berubah total. Ya namanya juga hidup, hidupkan tempat bertemunya idealisme dan realitas.

Kembali membogor juga jadi pilihan karena beasiswa LPDP. Setelah diumumkan jadi penerima LPDP kemarin (Juni) dan kondisi saya yang belum punya LoA saat ini jadi saya harus berjuang mendapatkan LoA yang tidak mudah. Untuk punya LoA harus punya kemampuan bahasa Inggris Internasional seperti TOEFL iBT atau IELTS. Saya masih harus berjuang terlebih dahulu untuk itu. Ah, hidup memang penuh perjuangan, sampai cinta pun harus diperjuangkan *ups*. Maksud hati ingin sesegera mungkin kuliah di negeri orang, namun sepertinya harus bersabar dan berjuang dulu. Sampai saat ini belum nenemukan kampus yang buka program di semester genap, selain september/oktober. Apakah ini artinya saya harus menunggu September 2015, ahaaaa belum tahu nih. Setidaknya saat ini ada kerjaan yang dilakukan selagi menunggu dan mempersipakan segala sesuatu untuk kesana.

Untuk sekian alasan di ataslah akhirnya saya putuskan kembali memBogor. Berakrab-akrab kembali dengan kota ini. Punteen, saya numpang tinggal bentar ya. Mohon maaf jadi bikin jawa makin padat hehe.

Advertisements

Leave a Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s