PK LPDP 22 “Generasi Sedya Sena Sura”

Alhamdulillah, 16-22 November 2014 kemarin merupakan hari-hari yang berharga dan akan terkenang lama. 125 orang dari berbagai penjuru nusantara, bahkan dari luar negeri berkumpul di Wisma Hijau Depok untuk mengikuti kegiatan Persiapan Keberangkatan (PK) LPDP angkatan 22. PK adalah kegiatan wajib yang harus diikuti oleh Awardee BPI LPDP meskipun sudah dinyatakan lulus wawancara. Mungkin, sebelum tahu apa itu PK dan merasakan langsung kegiatan PK, banyak yan
g akan bertanya-tanya untuk apa ada kegiatan PK. Beberapa beasiswa lain pun tidak ada kegiatan seperti ini untuk Awardee-nya.

image

Pra-PK. Pra PK adalah kegiatan persiapan sebelum PK itu sendiri. Kegiatan PraPK banyak diisi dengan berkenalan antar angkatan, mengerjakan tugas praPK yang lumayan banyak, termasuk mengonsep beberapa kegiatan yang akan ditampilkan pada PK nanti, seperti Drama musikal dsb. Karena peserta PK tersebar di berbagai penjuru nusantara maka komunikasi memang banyak dilakukan di dunia maya, FB, milist, LINE, WA dll. Kemarin, untuk persiapan praPK 22, Agus Kurniawan (Univ. of Sydney) menjadi ketua.

Persiapan Keberangkatan (PK). Menurut saya, PK inilah yang menjadi ciri khas Beasiswa Pendidikan Indonesia yang diberikan oleh LPDP. Saya menemukan jarang ada program beasiswa yang ingin benar-benar mempersiapkan calon penerimanya sebelum mereka difasilitasi dan diberangkatkan ke negara/kampus tujuannya. Alasannya mungkin tidak ada target dan timbal balik yang diharapkan dari orang-orang yang dibiayai ini. Kalau seperti itu, lembaga pemberi beasiswa mirip seperti penyalur dana saja. Namun, saya merasa LPDP punya pemikiran yang berbeda dari hal tersebut. Kepada orang-orang yang akan dibiayai (dengan uang Negara) ini, mereka punya cita-cita agar orang-orang tersebut kembali ke Indonesia, membangun Indonesia dan mengabdikan untuk negeri. Tentunya hal tersebut tidak mudah kan ?. Setiap orang harus punya niat dan pandangan yang jelas agar bisa sejalan dengan cita-cita LPDP tersebut. Oleh itu, PK adalah kegiatan yang sangat tepat untuk menginternalisasi nilai-nilai tersebut. Di PK juga diharapkan kolaborasi dalam membangun Indonesia ke depan dapat dimulai.
Di PK LPDP 22, ada beberapa materi tentang : kepemudaan, kepemimpinan, kewirausahaan, pengembangan sains dan inovasi, nasionalisme. Semua topik tersebut disampaikan langsung oleh orang yang berkompeten di bidangnya. Bagi saya, materi-materi tersebut memberikan wawasan dan cara berpikir baru dalam memandang berbagai hal. Salah satu yang menarik adalah Bagaimana Social Enterpreneurship yang dibangun oleh Dik Doank dan Bang Jay (Zainal Abidin) sangat sangat menginspirasi sekali. “Ketika kita memperhatikan orang lain, maka Tuhan akan memperhatikan kita”.  Satu hal yang tersirat dalam pemaparan mereka adalah “Kesuksesan merupakan buah dari kekontinuan usaha (keistiqomahan)”.

Selain topik tersebut, kecakapan dan keterampilan hidup di negeri orang juga penting diketahui. Untuk topik ini, Mba Hanum Salsabila Rais dan Rangga Almahenda memberikan beberapa tips sambil menceritakan pengalaman mereka ketika hidup di tempat orang dulu. Mba Hanum sendiri adalah seorang istri yang tengah di puncak karirnya di Indonesia, sesaat sebelum Ia memutuskan untuk mendampingi Suaminya (Mas Rangga) ke Austria untuk melanjutkan S3. Meskipun selama di Austria Ia tidak bisa bekerja layaknya di Indonesia, namun Ia memanfaatkan sumber daya waktunya untuk belajar bahasa Jerman dan menulis. Hasil tulisannya kemudian dikenal menjadi Novel “99 Cahaya di Langit Eropa”.

Kegiatan selama PK tidak hanya di kelas namun juga di outdoor. Kamis, 20 November 2014, semua peserta PK 22 dini hari menuju Cikole, Lembang, Bandung. Seharian itu kami melakukan aktivitas outdoor untuk mengasah kekompakan tim, keberanian dsb. Mulai dari games ringan yang dipandu panitia PK sampai ke permainan yang agak menantang seperti, Jembatan dua tali, Human Jump, Flying Fox, dan Rapling. Setelah semuanya dilakukan, di akhir acara outbond ini kami juga berkesempatan untuk latihan tempur di arena paintball. Latihan tempur paintball ini dilakukan dengan mekanisme semi-kompetisi. Setiap tim akan saling berhadapan untuk memenangkan kompetisi.

Hal lain yang tidak boleh terlewatkan di PK adalah penjelasan mengenai LPDP dan beasiswa. Penjelasan mengenai LPDP disampaikan langsung oleh Direktur Utama LPDP, Pak Eko Prasetyo. Dalam penjelasannya, Beliau menyampaikan dasar pembentukan LPDP, bagaimana kerjanya, dan apa saja yang dilakukan oleh LPDP sebagai badan layanan umum di Indonesia. Sementara itu, mekanisme mengenai pencairan beasiswa LPDP disampaikan oleh Bapak Lukman Hakim dan Ibu Ratna Prabandari. Penjelasan tentang mekanisme pencairan meliputi, dana yang ditanggung, mekanisme pembayaran, mekanisme pengurusan dsb.

Di akhir PK, kami menampilkan ajang apresiasi budaya Indonesia dengan membawakan Drama musikal Ande-Ande Lumut yang bertemakan “Semangat Kepemudaan dan Kolaborasi”. Seperti jargon PK-22, Sedya Sena Sura (Niat, Kuat, Berani), kami ingin menjadi generasi Indonesia yang punya motivasi dari niat yang tulus dan lurus, Kuat dalam berusaha dalam mewujudkan cita-cita, dan Berani dalam bertindak dalam membela kepentingan Bangsa.

Advertisements

2 comments

  1. Detik-detik menjelang! Sukses ya Dhil… pulang2 bisa memajukan Indonesia dalam bidang lo 🙂

  2. Makasih Mrs Mariana, Aamiin. Makasih doanya. Berangkatnya masih lama, itu cuma acaranya aja barengan, klo berangkatnya mah tergantung masing-masing.

Leave a Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s