Anak Belitung Pergi ke Bitung (2)

Sudah lebih dari dua minggu saya habiskan waktu di Bitung, sewaktu saya tulis postingan ini. Mulai ada rasa jenuh, bosan karena di negeri orang, wajarlah ye. Harus ada kegiatan lain untuk mengatasi bosan dan jenuh tadi. Jadi inilah beberapa hal yang saya lakukan di Bitung yang bisa meningkatkan sedikit ‘semangat hidup’ hehe :

image

Mba Antin lagi kalap pas ngeliat buah

1) Mengunjungi Supermarket (Pasar Swalayan). Kota Bitung cuma punya sedikit pasar swalayan (yang kayak-kayak Alf*ma*t atau Indo**ret) gitu, mungkin sekitar 2-3 aja. Banyaknya toko-toko biasa di pinggir jalanan. Waktu ada waktu ke supermarket, akhirnya semua kalap untuk beli ini itu, terutama cemilan. Maklum udah seminggu nggak ada cemilan yang disantap. Beli buah, cookies, wafer dan teman-temannya sekalian buat cadangan sampe minggu depannya lagi.

2) Lihat-lihat koleksi hewan di Kebun Binatang orang. Hari itu, sabtu siang kita berniat jalan-jalan ke menikmati wisata alamnya di Bitung. Kan daerah pingir laut, jadi pantai mestilah masuk didaftar kunjungan. Selain itu, ada kebun binatang yang ada koleksi hewan-hewan khas sulawesi. Kebun binatang jadi tujuan pertama. Ternyata yang kita kunjungi itu bukan kebun binatang yang dikelola pemerintah tapi milik pribadi. Masukknya per mobil 50.000. Karena untungnya kita berempat jadi masih tergolong murah lah ye. Di dalam ada beberapa koleksi yang saya suka, ada Tarsius sp., primata kecil yang endemik di Sulawesi, di Belitunh juga ada tapi jenisnya beda. Ada juga Babi Rusa, buaya, ular, macaca endemik sulawesi (lupa namanya euy) dan beberapa hewan lainnya.

image

Tarsius Sulawesi

3) Mengunjungi pantai. Nah, ini yang agak jleb. Kan selama ini kalau terbanyang pantai (khususnya di Belitung, ehemm sedikit promosi hehe), yang terlintas itu pasti pasirnya putih, landai, kawasannya terbuka, akses jalan oke. Di Bitung ini sepertinya kawasan wisata alam pantainya kurang diperhatikan. Kami ke Pantai Kasawari (kalo namanya nggak salah), jalannya masuk ke perumahan nelayan, suasananya khas memang. Eh, pas udah mau dekat pantainya malah ada palang ditutup. Lho ? Padahal disitu tertera buka hari Sabtu-Minggu dan hari Libur. Walah-walah, sepertinya ini bukan jalan umum yang dibuatkan untuk mengakses pantai itu tapi cuma jalan yang dibuat warga. Jadi, wajar kalo tiba-tiba bisa tutup sesuai jadwal yang punya. Karena Mas Angky tahu jalan alternatif yang lain jadi kami coba lagi. Kali ini sampai ke bibir pantai, tapi memang agak kecewa juga. (Orang Bitung dan sekitarnya jangan tersinggung ya, pisss).

image

Salah satu area pantai di Kasawari, Bitung

4) Belajar nyetir mobil. Ini juga hal yang nggak disangka-sangka. Selama di Bogor walaupun ada mobil yang bisa dipinjem tapi susah dapet waktu untuk belajar nyetir. Nah, di Bitung, untuk jalan-jalan di atas kami menggunakan mobil sewa untuk seharian. Sisa waktu yang ada baru saya gunakan untuk maju-mundur *cantik* pake mobil. Maju mundur, muter, jalan dikit, mesin mati dsb. Pas sudah sedikit lancar baru berani agak jauh. Hahaha. Masih kagok banget, tapi pelan-pelan mudah-mudahan lancar. “Salah satu bakat jadi orang kaya adalah bisa nyetir mobil” analogi yang sedikit logis sih hehe.

Oh ya, makasih pada Pak Jaya karena sudah jadi tutor nyetir mobilnya, ngajarin muter-muter kompleks Pelabuhan Perikanan Samudera Bitung. Walaupun belum puas, mobil harus dikembalikan. Daaan, kapan-kapan lagi baru megang stir lagi.

Ya itulah catatan minggu ke-2 di Bitung. Catatan untuk minggu ke-3 akan sedikit mengenaskan dan mengharukan #lebay. See ya.

Advertisements

Leave a Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s