Menyusuri Maluku Utara : Ternate-Bacan-Obi-Gomumu

Setalah misi penerapan teknologi nanobubble di kapal penangkap (pajeko) sebelumnya dinyatakan belum berhasil (karena tidak ada tangkapan ikan untuk diuji), well misi selanjutnya berarti masih akan di kapal-kapal juga hehe. Kali ini bukan armada penangkap tapi penampung tuna yang biasanya berlayar ke ke Pulau Obi, Halmahera Selatan. Kapal penampung KM Samodra 43 sudah dipersiapkan untuk berlayar kira-kira Rabu malam, tanggal 14 Januari 2015. Trip kali ini dipimpin oleh Capt. Jaka beserta 5 orang ABK lainnya.

wpid-img_20150119_104353_shot2shot9.jpg

Bersama ABK KM Samodra 43 dan 44 di Pelabuhan Panambuan, Bacan

Dari tim Nano Center sendiri saya, Mba Antin, dan Pak Ade awalnya berencana untuk ikut langsung dari Bitung dengan kapal ini. Namun, dengan beberapa pertimbangan akhirnya kami tidak ikut bersama kapal dari pelabuhan bitung, namun akan bergabung nanti di Bacan dan selanjutnya sampai ke Obi. Kami bertiga menuju Bacan via Ternate, jadi sebelumnya kami berangkat ke Ternate dengan pesawat Garuda kecil (pengalaman pertama naik pesawat garuda segede ini). Perjalanan Manado-Ternate kira-kira cuma 30-40 menit, bentar banget. Merasa beruntung sekali bisa menginjakkan kaki di Bumi Ternate, yang sebenarnya sudah sering dengar namanya dari buku sejarah SMP (kayaknya). Ternate dan Tidore, salah satu kerjaaan kesultanan Islam di Nusantara. Masih ingat kan ?? hehe. Kami sampai di Ternate sekitar pukul 1 siang, Kamis, 15 Januari 2015. Ternyata ternate sudah masuk WIT, bukan WITA lagi (baru nyadar) jadi kami mesti bergegas untuk mengejar kapal cepat ke Bacan yang katanya berangkat jam 2 siang dari Terante. Alhamdulillah masih ada kapal cepat, dan ternyata baru berangkat sekitar jam 4 karena pas penumpang sepi. Kapal cepat Ternate-Bacan mirip seperti kapal cepat Bangka-Belitung Xpress Bahari.

wpid-img_20150201_132239.jpg

Cincin Batu Bacan Doko

Sampailah di Pulau Bacan Malam harinya sekitar pukul 8 atau 9 malam, sudah agak larut malam. Dari pelabuhan Babang kami pun masih harus ngangkot menuju Panambuan, lokasi Kantor Unit perikanan Nusantara di Bacan. Dari Babang ke Panambung kira-kira 1 jam lebih, dengan angkot carteran. Sayangnya, kami tertahan di Bacan selama kurang lebih 1 minggu karena ada dokumen kapal KM 43 yang tidak lengkap sehingga tidak diizinkan untuk melanjutkan ke Obi. Kerjaan selama di bacan, ya gitu-gitu aja sih hehe. Kalo pas lagi ngomongin batu (bacan) saya ikut nimbrung aja, biar nggak ngerti-ngerti dikit. Pas ditanya harga, wow, pengen nangis rasanya. Satu batu kecil aja bisa nyampe ratusan ribu bahkan jutaan.

Karena dokumen KM 43 belum kunjung selesai, akhirnya KM 44 dari Bitung dipanggil ke Bacan untuk menggantikan 43 ke Obi. Di sana nelayan mitra juga sudah menunggu, kabarnya. Singkat cerita akhirnya kami berangkat ke Gomumu dan Obi dengan KM 44. Perjalanan kapal kira-kira 12 jam dari Pelabuhan Panambuan.

wpid-img_20150210_202145.jpg

Pose setelah puas berenang bersama anak-anak sekampung di Mano, Kec. Obi Selatan

Gomumu adalah pulau paling selatan di Provinsi Maluku Utara (kalo nggak salah sih ya), di Pulau ini suku yang mayoritas adalah suku Buton, lainnya dari suku Tobelo. Sebagian besar masyarakatnya adalah nelayan, ada juga yang punya kebun kopra. Transportasi umum yang digunakan untuk mengakses pulau ini adalah Kapal Penumpang (Obi Permai atau Ajul) seminggu 2 kali. Tidak ada instalasi listrik, kebanyakan warga punya genset masing-masing, bahkan sampai ada yang punya TV. Hal unik dari pulau ini adalah anak-anak kecilnya sangat banyak, semuanya hobi main di laut (darmaga). Selepas sekolah, langsung nyebur ke laut sampai sebelum magrib. Tidak ada rasa takut, padahal kadang arus air sedang kuat, ckckckck. Saya kan jadi mau ikutan juga haha. Selain sibuk ngurusin ikan tuna, di pulau ini saya ikut main sama anak-anak, mancing, berenang, jalan-jalan ke pulau, dll. Kembali lagi jadi anak pulau ;-). Oh iya, jangan salah ya di pulau ini ada juga penginapan lho, harganya sangat terjangkau. Kalo tidak salah 10-20 ribu per malam, tapi tanpa WC. Jika butuh WC silakan lari ke laut hehehe.

Di Pulau Obi (Desa Soligi), saya tidak terlalu sering ke darat karena kapal lebih banyak berlabuh jangkar di dekat darmaga. Kalo di Gomumu anak-anaknya banyak berenang dan main di laut, disini anak-anak, bapak-bapak hobinya mancing di pinggir darmaga. Hampir jarang melihat anak-anak berenang disini. Ya iyalah, emang mau kena mata kail, hehe. Awalnya nelayan disini sempat tidak melaut karena pas waktunya panen cengkih. Saya jadi ingat pelajaran SMP, salah satu pusat rempah-rempah Indonesia (cengkih) adalah tanah maluku ini. Wahh, kebetulan sekali. Ayo kita berfoto ria di jemuran cengkih orang #lho hehhee. Bukan kali pertama mengenal cengkih, tapi tentu pertama kali melihat hampir di sepanjang jalan dan halaman rumah penuh dengan jemuran cengkih. Mirip banget kalo di Belitung pas waktu panen lada putih (istilah Belitung : sahang), halaman rumah hampir penuh dengan jemuran lada. Ah, jadi kangen rumah.

Setelah es di kapal mulai menipis, tandanya waktu pulang sudah mulai dekat. Ikan pun sudah lumayan banyak walaupun belum pol. Sudah seminggu lebih di Gomumu-Obi, dan akhirnya kami kembali ke Bacan, kemudian KM 44 meneruskan perjalanan ke Bitung sedang kami mengambil rute yang berbeda, lewat Ternate lagi. Sebagai kenang-kenangan, saya beli dua biji batu bacan yang sudah digosok, dengan harga yang cukup murah lah. Nanti di Ternate rencananya mau nyari cincinnya agar bisa dipake.

Saat di Ternate, saya jadi ingat sesuatu. Iya, kan saya punya teman PPAN dulu di Ternate. Saya coba kontak, dan direspon. “Saya mampir di ternate tapi cuma beberapa jam, hehe. Nunggu flight ke Manado siang nanti”. Sambil nyari-nyari cincin, saya pun main ke taman Nukila, terus makan duren di pinggir pantai, ditraktir Pak Ade sih sebenarnya. Alhasil, belum rejeki bertemu. Teman saya sedang di rumah sodaranya yang lagi punya acara, lumayan jauh dari lokasi saya waktu itu. Akhirnya, kami belum bisa bertemu, lagipula saya harus buru-buru ke bandara karena mau ngejar flight ke Manado. Mungkin lain waktu. Sampai Jumpa Ternate dan Maluku Utara.

Advertisements

Leave a Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s