Ternyata Begini Proses Bir Suntory Dibuat

Bir adalah minuman yang asing bagi saya, asing banget, tentu karena saya muslim. Jangankan minum, nyium baunya aja kepala udah pusing nggak karu-karuan. Pernah tuh, pas abis sport meeting di Lab saya, anak-anak Jepang pada party sambil minum alkohol, saya pun izin pulang duluan gara-gara nggak kuat baunya. Nah, kemarin 21 Nopember 2015, DOI-Sensei ngajak semua anak di kelas “Advanced Technology in Agriculture” ke Suntory Beer Factory, Kumamoto dan Kichijien Fruit Farm. La la la, semuanya senang karena kita anak-anak baru yang perlu banyak jalan-jalan di Jepang. Apalagi ini gratisan gini. Ikoouu…

suntory5

Sampai di Suntory Beer Factory, Kumamoto Plant

Dari Hakozaki ke Kumamoto kurang lebih ditempuh 2 jam mengunakan bus kampus. Tujuan pertama kami adalah Suntory Beer Factory, Kumamoto. Sewaktu masuk kawasan, “wuih gede ya pabriknya. Emang bisnis bir menggiurkan #eh”. Sesampai di dalam gedung, ada photobooth gitu yang menarik banyak hati untuk foto disana. Nah, tapi eh tapi gambar latarnya itu tuh produknya mereka “Bir Premium Malt”. Eh ini apa-apa nggak ya foto pake latar begituan. Ada temen yang malah pake property gelas Bir gitu. Hmm, itu mah udah kelewat batas kalo saya juga pake. Teman saya, Juma Kissuse muslim Tanzania, ogah foto situ. Ah, saya foto ajalah, dan akhirnya inilah fotonya, pake senyum dikit.

Suntory

Saya, lagi makai nametag PINK

Tidak lama setelah itu, karena setelah sesi Factory Visit ada sesi minum bir gratis, setiap pengunjung diberikan kalung untuk menandakan mana yang boleh minum bir, mana yang tidak minum bir dan mana yang masih di bawah umur. Saya dan beberap teman lainnya yang tidak minum bir diberi nametag PINK, sementara yang lainnya diberi nametag kuning.

Bahan-bahan untuk membuat Bir “Premium Malt’s”

Bahan-bahan pembuat Bir

Bahan-bahan pembuat Bir (Sumber : http://www.suntory.com/beer/premium/en/about)

Dalam sesi ini kami dijelaskan bagaimana Bir “Premium Malt” kebanggaan Suntory ini dibuat. Sebenarnya tidak banyak bahan untuk membuat bir yang memabukkan lho : hanya perlu 3 jenis bahan saja, yaitu : Barley, Aroma Hops, dan Air. Barley/Malt adalah sumber starch atau pati, bahan yang akan difermentasi, Aroma Hop/Hops merupakan bagian dari bunga (Lupulin grand) yang digunakan untuk memberi aroma khas dan rasa pahit pada bir. Untuk Barley, kami diminta satu per satu untuk coba memakan bijinya yang kering. Setelah itu ditanya bagimana rasanya ? “Hmm, enak ya. Manis”. Serius lho, rasanya memang manis, beda kalo lagi gigit beras hihihi. Setalah itu, kami juga diminta mencium aroma dari aroma hop, nggak disuruh nyicip karena rasanya pahit banget. Bentuk aroma hopnya sudah dalam bentuk pellet berwarna hijau daun gitu.

suntory2

Produk-produk Suntory yang non-alkohol, salah satunya Air mineral dari pegunungan Aso. Saya lumayan sering beli yang ini

Nah, bahan yang ketiga itu Air. Kalo Air ya jangan ditanya lagi buat apanya, air sebagai pelarut yang memiliki porsi paling besar yaitu 90% dari total bahan lain yang digunakan. Dalam penjelasanya diceritakan alasan Suntory membuka pabrik di Kumamoto, apa coba ? Mereka menganggap masih bisa menemukan air yang murni dari mata air pegunungan Aso (kayak iklan aja bahasanya, hahaha). Memang sih di kemasan Bir mereka juga dituliskan bahwa mereka menggunakan Air dari Pegunungan Aso 100%. Itu mungkin salah satu marketing tools yang mereka gunakan jadi terkesan alami, murni, tidak ada campuran lain-lain.

Bagaimana bahan tersebut bisa berubah menjadi Bir ?. Saya hanya akan cerita yang saya catat, karena tidak boleh foto apalagi video saat sesi ini.  Jadi pertama itu, barley tadi dibuat giling dan dicampur air hingga jadilah sweet wheat juice. Kemudian jus tersebut disaring dan dicampur dengan aroma hop. Campuran itu direbus secara perlahan. Sampai proses ini, belum ada sama sekali alkohol yang terbentuk lho. Karena masih berupa jus jadi hukumnya masih Halal.

Setelah itu, campuran itu dipindahkan ke tangka fermentasi bersuhu sekitar 4 0C selama 1 minggu. Nah, disinilah alcohol dan CO2 terbentuk dengan bantuan yeast atau Saccharomyces. Selama proses ini, para ahli terus memantau hasilnya baik dari bau, warna dan rasa. Tenyata ada perubahan warna dari campuran tersebut, dari mulai keruh menjadi jernih. Sekitar hari ke-10 barulah bir tersebut akan tampak jernih dan memiliki warna yang baik. Setelah itu bir akan dicek kualitas dan rasanya di filter room. Tahukan Anda, ternyata untuk membuat bir seperti itu butuh waktu kurang lebih 1 bulan lamanya. Setelah proses itu bir sudah siap ditaroh di wadah untuk dijual. Sekianlah prosesnya. Oh ya, lupa hal yang paling penting, kandungan alkohol dalam Bir ini sekitar 5.5%, masih kecil lah kalo dibandingkan sama alkohol 70% untuk nyeka meja sebelum praktikum hahaha.

Acara minum Bir gratis

Suntory3Setelah acara penjelasan selesai, semuanya menuju ke tempat mirip kantin gitu. Yang memakai nametag PINK bisa mengambil air mineral, jus apel, jus jeruk dan yogurt sebagai gantinya. Yang mau minum bir akan diberikan segelas bir Premium Malt’s dan boleh nambah lagi. Seperti biasa, waktu nyium bau bir kepala saya langsung ada alarm lagi. Tiba-tiba pusing. Alhamdulillah, memang nggak cocok deket-deket begituan. Eh, tapi Suntory ngeluarin produk mirip bir tapi 0% alkohol lho !!! Nanti ya kita bahas.

Di Field Trip kali ini yang membuat saya bersemangat adalah kunjungan ke Suntory, salah satu perusahaan besar di Jepang dan kebetulan sedang mengaplikasikan teknik fermentasi. Tentu akan lebih senang lagi seandainya yang difermentasi itu bukan bir, tapi butanol atau etanol kah, mungkin juga polimer semacam Polylactic acid #mulaingelantur. Anyway, untuk jadi wawasana saja karena “Fermentasi” merupakan bidang riset yang saya geluti di program Master ini.

suntory

Jus Apel lebih enak dari pada Bir,

Artikel ini sama sekali tidak ada maksud untuk mempromosikan Bir apalagi membuat Anda untuk mencobanya. Untuk jadi pengetahuan saja bagi kita mengenai proses pembuatannya.

Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya khamar, berjudi, berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. (QS. Al-Maidah: 90)

Advertisements

Leave a Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s