Kisah di Jepang

Jepang dan khas di setiap musimnya

Setelah hidup satu tahun di Jepang, Alhamdulilah sudah melewati semua musimnya dari mulai musim gugur (秋・aki), musim dingin (冬・fuyu), musim semi (春・haru) dan musim panas (夏・natsu). Ada cerita di setiap musimnya, mana yang paling keren kira-kira ? Berikut cerita versi saya mengenai yang khas dari setiap musimnya, cekidot :

  1. Musim semi (Maret-Mei). Musim ini sepertinya jadi musim terfavorit versi saya deh. Selain suhunya nggak dingin banget juga nggak panas amat, banyak bunga bermekaran, semak belukar kembali bergairah haha. Eh, ini bener lho. Kampus mulai semak kembali.  Yang paling ditunggu dan paling ikonik di musim ini adalah “Sakura“. Bicara sakura ya pasti bicara hanami, hari-hari dimana orang berpiknik ria dibawah pohon sakura yang sedang 満開・mankai atau full-blooming. Beberapa hari sebelum sakura mekar biasanya sudah ada prediksinya, Wilayah selatan pasti akan lebih cepat dibandingkan yang utara. Di Fukuoka lokasi piknik Hanami ini salah satunya di Taman Maizuru di dekat runtuhan kastil Fukuoka. Persis di bawah pohon-pohon sakura orang menggelar karpet dan duduk sambil BBQ dan minum-minum serta ngobrol-ngobrol ringan. Saat-saat tersebut ada ungkapan yang populer : 花より団子・Hana yori Dango arti harfiahnya “kue dango lebih baik dari bunga (sakura)” secara filosofis artinya people are more interested in the practical over the aesthetic. Oh ya, karena saking populernya sakura ini, banyak lagu di Jepang yang berlirikkan sakura. Keindahan sakura juga tidak hanya bisa dinikmati siang hari saja saat Hanami, namun juga malam hari karena sebagian tempat punya sakura illumination atau sakura light-up selama bunga sakura mekar. Musim semi dan sakura itu tak terpisahkan.
  2. Musim Panas (Juni-Agustus). Walaupun dari negara tropis, tapi selama musim panas di Jepang saya merasa beda dengan panas di Indonesia. Sampe-sampe anginnya pun ikut panas. Kalau di Indonesia walaupun panas kayak apa, anginnya tetap sejuk (iya nggak sih ?). Pokoknya ada yang beda sama musim panas Jepang deh. Saat suhu diatas 30 C biasanya mulai gerah jangankan di luar di dalem ruangan juga, kalau pas masuk apato (baca:kosan) berasa masuk oven banget. Waktu musim panas datang, nyanyian serangga khas musim panas pun bisa terdengar, ya itu dia serangga tonggeret (ada di gambar). Suaranya khas banget bahkan sampe kadang jadi berisik saking pada semangatnya. Di musim panas ini, biasanya orang ke pantai. Ini dia waktunya berpiknik ke pantai. Sampai-sampai UNICLO, salah satu perusahaan fashion Jepang mengeluarkan summer-set edisi pantai. Selain itu, ada banyak festival di musim panas ini. Kalau di Fukuoka ada festival Gion Yamakasa, festival Hojoya, dan lainnya sampai yang paling besar adalah 花火大会祭り・Hanabi taikai Matsuri / Festival kembang api. Musim panas kemarin, saya ikut nonton bareng kawan-kawan Indo di Taman Ohori 1 Agustus 2016. Acara itu disponsori oleh Nishi Nihon Foundation. Selama 2 jam kembang apinya nggak putus-putus. Saat hanabi matsuri ini, anak-anak gadis biasanya datang memakai yukata/ kimono musim panas. Saat hanabi ini adalah saat terbanyak saya lihat orang Jepang berkumpul, bayangkan saja di taman Ohori dan sekitarnya bisa dikunjungi sampai 450.000 orang, super duper ramee. Jika sakura mekar di musim semi saja, di musim panas ada bunga Matahari yang juga sangat ditunggu-tunggu.musim-panas
  3. Musim Gugur (September-November). Musim gugur saatnya kembali membongkar pakaian musim dingin yang sudah disimpan saat selesai musim semi lalu. Suhu yang mulai turun dari 30an C jadi sekitar 20 bahkan dibawah itu, makin lama makin dingin. Apa yang khas dari musim gugur, jelas saja daun yang berguguran, namun sebelum gugur ia berganti warna menjadi kuning, jingga, merah dan perpaduannya. Adalah pohon mapple (sering disebut momiji), pohon Icho (sejenis ginko), dan juga pohon Nanakamado yang warnanya mencolok di daerah-daerah daratan tinggi. Mencoloknya warna musim gugur akan jadi kesan tersendiri tentang Jepang. Selain itu, di musim gugur ada juga bunga jadi khasnya : bunga cosmos コスモス花 dan beberapa bunga lainnya. musim-gugur
  4. Musim Dingin (Desember-Februari). Musim dingin ibarat musim yang sepi dan mati. Suhu dibawah 10 C sampai di bawah 0 C, jangankan rumput dan pohon segan untuk hidup, manusia pun pada malas ke luar rumah. Bila keluar rumah mesti dengan jaket tebal dan sarung tangan juga penutup kepala. Yang khas di Jepang untuk musim dingin adalah “illumination” (bukan : aliran illuminati ya hehe). Illumination artinya pencahayaan di pohon dengan berbagai pernak-pernik dan style. Lampu-lampu dibuat seakan jadi daun-daun yang bersinar di pohon. Kalo di Fukuoka biasanya di Hakata yang sering ada illumination. Waktu main ke Nabana no sato, di Pref. Mie juga dulu pernah liat atraksi illumination di taman, terowongan cahaya, dan banyak lainnya. Sebagian menyebut bunga yang khas di musim dingin adalah bunga Ume. Sekilas seperti sakura tapi warnanya lebih pink dari sakura. Di Fukuoka biasanya mekar di akhir musim dingin, sebelum masuk musim semi. musim-dingin-copy

Review : Hotel New Koyo, Hotel Backpacker Tokyo Murah Meriah

Tidak lengkap rasanya kalo cuma cerita perjalanan singkat ke Tokyo aja, dan merupakan soal hal penting ini : Bagaimana cara memesan dan menemukan Hotel Murah disana ?. Oke, akan kita kupas tuntas di tulisan ini ya. Sebelum saya mlipir ke Tokyo saya sudah cari-cari referensi harga hotel dengan 3 kriteria penting berikut : 1) yang murah bangeeeet dan 2) bukan hotel kapsul (capsule hotel). Say No to Capsule Hotel, haha 3) Dekat dari bandara Haneda (karena akan lanjut terbang ke Fukuoka). Berikut langkah-langkahnya :

  1. Cari referensi Hotel di beberapa situs seperti : Agoda(dot)com, booking(dot)com dll. Waktu itu entah kenapa saya lebih sering nyari di booking(dot)com. Saya cari sebulan lebih sebelum berangkat ke TKP. Di webstite itu bisa mencari hotel berdasarkan tempat dan harga, juga tersedia kontak Hotel serta biayanya.
  2. Jika menemukan Hotel yang memenuhi kriteria diatas, langsung booking segera. Toh, tidak perlu langsung bayar. Saya langsung book : New Koyo Hotel saat itu untuk 1 kamar single 3 malam. Per malam biayanya : 2900 JPY. Untuk Double 5200 JPY.
  3. Pembayaran. Meski ada opsi bayar dengan credit card. Saya emang belum punya begituan jadi saya langsung kontak ke pihak hotelnya, apa boleh bayar cash pas check in ? Mereka balas : Boleh. Jadi tidak ada masalah
  4. Mendekati hari-H, saya tanyakan bagaimana cara menemukan hotel tersebut dari Bandara Haneda. Mereka memberi beberapa opsi transportasi umum yang bisa digunakan. Silakan dipilih yang paling sesuai. Karena waktu itu saya sendiri dan bawa koper segede gaban 28 kg, saya milih bus dari Haneda-Kita Senju Sta. (1300 JPY) terus lanjut naik Metro Tokyo (via Hibiya Line) cuma 1 statiun aja Kita Senju-Minami Senju (100an JPY kalo nggak salah). Setelah itu dari Sta. Minami Senju, tinggal jalan kira-kira 15 menit ke Hotel New Koyo.

Oke, selanjutnya berikut nih review saya soal Hotel New Koyo, saya tidak menerima diskon apapun lho ya dan tidak ada pesan sponsor untuk membuat review ini.  (more…)

500 Yen untuk Makan Jeruk Sepuasnya

8

Apel Fuji

5

Jeruk Akaneko

Kichiji-en (吉次園) adalah tempat lain yang dikunjungi selain Pabrik Bir Suntory yang saya ceritakan sebelumnya. Nah, Kichiji-en itu adalah, bukan pabrik bir lagi pastinya, kebun buah yang bisa metik sendiri. Kichiji-en” terletak di Kota Kumamoto, Kita-ku, merupakan area pertanian yang menyediakan pengalaman unik memetik buah langsung dari pohonnya dan bisa langsung dimakan di tempat. Kichijien merupakan perkebunan organik yang menerapkan sistem organic dan eco-farmer serta tidak menggunakan pestisida. Kebayang nih, kagak punya atau pernah beli tanah sama sekali di jepang, kagak bisa nanam buah, kagak punya duit (ngenes banget dah) hahaha, tapi bisa metik buah macam di kebun sendiri, langsung dimakan pulak. Bukan satu dua biji tapi sampe sepuasnya selama 1 jam. Ehhmm, ya tapi nggak gratis lah pastinya ya. Keterlaluan banget kalo gratis mah, cukup bayar 500 yen untuk jeruk dan 800 yen untuk apel.

Sebelum dipersilakan masuk ke kebunnya, pengunjung harus bayar 500 yen dulu di kasir, kemudian baru dikasih peralatan memetik jeruk : gunting buah dan plastik putih. Kalo gunting kan jelas tuh buat apaan ya, nah plastik ini banyak yang salah tafsir. Ada yang bilang nanti kalo bawa pulang paling banyak satu plastik ini. Agak masuk akal sih, jadi saya percaya aja haha. Nah, ternyata setelah dijelaskan dari Mba-mbak tukang kebunnya, plastik itu untuk tempat sampah kuliat jeruk yang abis dimakan. Kalo mau bawa pulang jeruk harganya 400 yen per Kg-nya. Nggak gratis ya ternyata haha. Yahh. Kirain teh. Nah, selama satu jam, pengunjung (yang sudah bayar 500 yen) bisa makan jeruk sepuasnya, mau berapa biji pun boleh, kalo kuat sih. Oke, petik satu, nyam nyam makan, dua, tiga, empat, lima, enam, mata udah sepet. Oke, angkat tangan. Udah cukup kayaknya dah.

Cara memetik jeruk yang baik dan benar (diperagakan oleh model majalah …)

Selain jeruk, bulan Nopember seperti saat itu ada juga buah lain yang bisa dipetik, Apel. Variates Apel yang ditanam disini adalah Fuji, katanya salah satu yang terkenal di Jepang. Kalau ingin makan Apel sepuasnya di kebun, sebanyak apapun selama satu jam harganya agak sedikit mahal sih 800 yen. Kalo ingin dibawa pulang, tergantung beratnya, 65 yen/100 g. Hmm, mahal sih dibandingkan dengan sama yang sudah siap angkut di supermarket. Tapi, kalau ingin merasakan sensasi memetik apel seperti di kebun sendiri, boleh dicoba lah. Nah, buah apel nggak sebanyak buah jeruk lho, selain itu letaknya juga tinggi-tinggi jadi butuh sedikit tenaga ekstra.

Di kebun ini ada beberapa jenis buah yang bisa dipetik, tapi tergantung musimnya. Jenis buah-buahannya antara lain : apel, jeruk, stroberi, persimmon, pear, dan anggur. Harganya bervariasi antara tiap buah, dan tentunya berbeda juga untuk anak-anak dan orang dewasa. Ini jadwal tahunan Kichiji-en jika suatu saat berminat ke sana :

7

Ternyata Begini Proses Bir Suntory Dibuat

Bir adalah minuman yang asing bagi saya, asing banget, tentu karena saya muslim. Jangankan minum, nyium baunya aja kepala udah pusing nggak karu-karuan. Pernah tuh, pas abis sport meeting di Lab saya, anak-anak Jepang pada party sambil minum alkohol, saya pun izin pulang duluan gara-gara nggak kuat baunya. Nah, kemarin 21 Nopember 2015, DOI-Sensei ngajak semua anak di kelas “Advanced Technology in Agriculture” ke Suntory Beer Factory, Kumamoto dan Kichijien Fruit Farm. La la la, semuanya senang karena kita anak-anak baru yang perlu banyak jalan-jalan di Jepang. Apalagi ini gratisan gini. Ikoouu…

suntory5

Sampai di Suntory Beer Factory, Kumamoto Plant

Dari Hakozaki ke Kumamoto kurang lebih ditempuh 2 jam mengunakan bus kampus. Tujuan pertama kami adalah Suntory Beer Factory, Kumamoto. Sewaktu masuk kawasan, “wuih gede ya pabriknya. Emang bisnis bir menggiurkan #eh”. Sesampai di dalam gedung, ada photobooth gitu yang menarik banyak hati untuk foto disana. Nah, tapi eh tapi gambar latarnya itu tuh produknya mereka “Bir Premium Malt”. Eh ini apa-apa nggak ya foto pake latar begituan. Ada temen yang malah pake property gelas Bir gitu. Hmm, itu mah udah kelewat batas kalo saya juga pake. Teman saya, Juma Kissuse muslim Tanzania, ogah foto situ. Ah, saya foto ajalah, dan akhirnya inilah fotonya, pake senyum dikit.

Suntory

Saya, lagi makai nametag PINK

Tidak lama setelah itu, karena setelah sesi Factory Visit ada sesi minum bir gratis, setiap pengunjung diberikan kalung untuk menandakan mana yang boleh minum bir, mana yang tidak minum bir dan mana yang masih di bawah umur. Saya dan beberap teman lainnya yang tidak minum bir diberi nametag PINK, sementara yang lainnya diberi nametag kuning.

Bahan-bahan untuk membuat Bir “Premium Malt’s”

Bahan-bahan pembuat Bir

Bahan-bahan pembuat Bir (Sumber : http://www.suntory.com/beer/premium/en/about)

Dalam sesi ini kami dijelaskan bagaimana Bir “Premium Malt” kebanggaan Suntory ini dibuat. Sebenarnya tidak banyak bahan untuk membuat bir yang memabukkan lho : hanya perlu 3 jenis bahan saja, yaitu : Barley, Aroma Hops, dan Air. Barley/Malt adalah sumber starch atau pati, bahan yang akan difermentasi, Aroma Hop/Hops merupakan bagian dari bunga (Lupulin grand) yang digunakan untuk memberi aroma khas dan rasa pahit pada bir. Untuk Barley, kami diminta satu per satu untuk coba memakan bijinya yang kering. Setelah itu ditanya bagimana rasanya ? “Hmm, enak ya. Manis”. Serius lho, rasanya memang manis, beda kalo lagi gigit beras hihihi. Setalah itu, kami juga diminta mencium aroma dari aroma hop, nggak disuruh nyicip karena rasanya pahit banget. Bentuk aroma hopnya sudah dalam bentuk pellet berwarna hijau daun gitu. (more…)

Menemukan Makanan Halal di Jepang [2]

Tulisan Part 2 ini akan banyak membahas soal Kanji untuk menemukan makanan halal di Supermarket atau tempat belanja lainnya. Berikut adalah kanji-kanji yang harus dihapal dan diingat untuk bahan yang harus dihindar karena lebih mudah menghapal yang harus dihindari daripada menghapal bahan-bahan yang boleh dikonsumsi, haha. Pada beberapa produk biasanya bisa jadi mengandung beberapa bahan berikut :

Komposisi (原材料名) Romaji Arti Produk
ショートニング shortening shortening roti dan coklat
動物ショートニング Shortening (from animal) shortening Pada beberapa kue (cake)
ビーフエキス Beef Extract Ekstrak sapi Potato chips (keripik kentang)
鶏エキス Chicken Extract Ekstrak ayam Biskuit, kripik-kripik
肉エキス Meat Extract Ekstrak daging Mie seafood
ラード (豚の脂肪から精製) Lard Lemak babi Roti dan mie soba
ビーフコンソメ Beef Consomme Kaldu daging Potato chips (keripik kentang)
コンソメパウダー Consomme powder Kaldu bubuk
コンソメ Consomme Kaldu
洋酒 Western Liquor Arak barat Pada beberapa coklat
Sake Arak Jepang Kue
リクオール Liquor Minuman keras Es krim
洋酒漬レーズン Raisin moistened with Western wine Pada beberapa coklat
アルコール Alcohol Alkohol Pada beberapa shoyu (soy sauce)
ブランデー Brandy
ラム酒 Western wine Anggur barat Pada beberapa coklat
ビーフカレ Beef Curry Kari sapi Potato chips (keripik kentang)
レシチン Leichitin* Pada beberapa ramen dan coklat
トン骨ラーメン Tonkotsu ramen
みりん Red Sake Mirin
ワイン Wine anggur Coklat, hot cake, es krim
ゼラチン Gelatin Gelatin (terbuat dari tulang babi) Coklat, es krim, onigiri dan beberapa produk 711
Bahan yang perlu diperhatikan :
ショートニング Biasa berasal dari sumber hewani (動物性 or 動物)
油脂 Bisa berasal dari tumbuhan seperti (植物性 or 植物)
マーガリン Jika berasal dari tumbuhan  (植物性マーガリン)

(sumber : i-s.ppisendai.org/halal-haram/)

Nah selain itu, ada beberapa kanji yang umum ditemukan dan sangat baik jika tahu maknanya. Kadang, saya juga penasaran sih. Jadi, walaupun tidak ada kanji aneh-aneh seperti di atas, tapi kalo satu pun saya nggak tahu arti komposisinya jadi ragu-ragu juga, apa bisa dimakan atau nggaknya. Yuk, kita coba baca komposisi(原材料)dari salah satu snack “favorit” saya berikut :

IMG_20151014_14204

Kanji Romaji Arti
名称 meishou Tipe produk
クーッキ kukki Cookies
原材料名 Genzairyō-mei Komposisi
小麦粉 komugiko Tepung terigu
砂糖 sato Gula
ショートニング shortening mentega
植物油脂 Shokubutsu yushi Minyak sayur dan lemak
カカオマス kakaomasu Massa kakao
全粉乳 zenfun’nyu Susu bubuk
全卵 zentamago Telur utuh
ココアバター Kokoa bata Kokoa butter
食塩 shokuen Garam makan
膨脹剤 Bochozai Pengembang
乳化剤 (大豆由来) Nyūkazai (daizu yurai) Emulsifier (dari kedelai)
香料 Koryo Flavouring
内容量 Naiyōryō Jumlah total (dalam kemasan)
消費期限 Shōhi kigen Tanggal kadaluarasa
保存方法 Hozon hōhō Cara penyimpanan

Nah di Cookies ini, hal yang perlu diperhatikan hanya ショートニング (shortening) karena memang umumnya shortening tidak dijelaskan sumber asalnya, tidak seperti emulsifier (乳化剤) yang sudah disebutkan berasal dari kedelai. Oleh karena itu, untuk memastikan produk ini bisa dimakan atau tidak, kita harus mengontak perusahaannya (biasanya via telpon) atau melihat referensi dari fanpage Halal Food yang sudah saya sebutkan di tulisan sebelumnya. Kalau ternyata produk ini belum dikonfirmasi boleh atau tidak, lebih baik ditinggalkan. Yang lain masih banyak, jangan khawatir. Ini cuma snack kok bukan jodoh, hidup jangan dibuat susah, hahhaa.

Sekedar cerita saja, saya kadang suka bagi-bagi snack di Lab, dan mereka juga sebaliknya. Nah, beberapa kali saya harus menolak atau “menyimpan” snack mereka karena meragukan. Sampai akhirnya saya sampaikan bahan-bahan yang tidak boleh dikonsumsi oleh muslim, misalnya shortening dan emulsifier (karena kemungkinan besar berasal dari babi). Setelah saya sampaikan demikian, berikutnya mereka cek dulu sebelum beli snack agar bisa dibagi-bagi ke semua orang termasuk yang muslim. Sekian.

Part 1 : http://mfadhillah.com/2015/10/23/menemukan-makanan-halal-di-jepang/

Artikel lain yang bermanfaat :

http://www.survivingnjapan.com/2012/04/ultimate-guide-to-reading-food-labels.html

Alhamdulillah, Sah.. Jadi Mahasiswa Master

blog7Gimana Para saksi Sah ? Sah ?. Sah !! Alhamdulillah. Barakallahu … Akhirnya sah juga jadi mahasiswa master di Kyushu University. Lebih dari satu tahun menunggu momen-momen ini. Dulu lulus LPDP Juni 2014, kemudian dapat LoA dai kampus April 2015, baru mulai kuliah Oktober 2015. Yah, memang sesuatu sekali. Makanya jangan membiarkan orang menunggu #apasih. Maksudnya buatlah waktu menunggu itu produktif, jadi tak kerasa eh udah abis aja satu tahun. “Jangan bahagia dulu Dhil, ini baru dimulai. Didepan belum tahu bakal kayak apa”. Hahaha, nasihatin diri sendiri.

Oh ya, sedikit cerita tentang minggu pertama di Fukuoka. Saya mendarat di Fukuoka (dari Tokyo) sekitar pukul 12 JST katanya ngaret kurang lebih 30 menit karena lalu lintas yang padat di bandara Fukuoka (福岡空港). Awalnya pas di Bandara Haneda sempat was-was karena ada tulisan maksimum bagasi hanya 20 kg, sedangkan bagasi saya udah 26 kg sendiri. 大丈夫かな? (Apa-apa nggak ya ?) Ya, kalo memang harus bayar apa boleh buat. Eh, ternyata pas check in, mbak-mbaknya nggak mempermasalahkan gituan. Yasudah, amaan. Satu hal lagi, maaf kalo sedikit curcol. ternyata ANA tidak lebih bagus dari Garuda, dikira teh sama. masak penerbangan 2 jam nggak dikasih snack apapun, cuma minuman aja #fiuh. Hidup keras, mana nggak jajan di bawah pun. Alhasil selama penerbangan jadi waktu tidur aja haha.

Nah, ada hal yang aneh sedikit. Pas turun nih, langsung tuh kan ngikutin arus orang keluar, belok sana sini lurus, soalnya dikira mau ngambil bagasi bareng. Dari lantai satu naik ke lantai dua. Kok, aneh ya ? jarang banget ngambil bagasi di lantai 2, dimana-mana biasanya malah turun. Eh, kok pada masuk ke restoran sih. Wah, wah kacau, ini kagak bener. Akhirnya langsung turun ke bawah dan nanya Bapak Satpam, sambil nunjukin boarding pass dan bilang “(荷物は” Nimotsu wa ?” artinya “bagasi ?”. Pak Satpam pun langsung manggil crew ANA yang di darat, mbak-mbak crew ANAnya langsung menghampiri sambil bilang, “Tinggal satu ini”. Lah perasaan penumpangnya hampir penuh, dan dari pesawat pun langsung turun nggak kemana-mana, kok udah pada selesai aja ngambil bagasinya ya. Jangan-jangan pada nggak bawa bagasi mungkin ya. Semuanya masuk kabin jadi lebih praktis nggak nunggu-nunggu. Oh ya, karena saya pake penerbangan domestik jadi sampai juga di terminal domestik, perlu naik shuttle bus bandara untuk ke Terminal Internasionalnya, karena welcome counter Kyushu Univ. (Kyudai) ada disana.

IMG_20151003_133632

Teman sekamar di Kashiihama A304 (Dua-duanya dari China)

Di Welcome counter Kyudai, harus lapor dan nunjukkan email untuk layanan shuttle bus gratis dari bandara ke Kaikan (会館)di Kashiihama, Higashi-ku. Kurang lebih hanya 30 menit dari bandara ke asrama dan langsung bisa masuk ke kamar setelah selesai registrasi. Saya dapat kamar shared room ber-3 dengan orang yang tidak dikenal sebelumnya, dan juga tidak bisa minta dengan siapanya. Pasrah aja ditaro satu kamar sama siapa aja, mudah-mudahan dapet yang normal-normal aja, hahaha. Tak lama setelah masuk dan ngecek kamar, eh ada yang datang. Lho ternyata Mba Fitri, Alhamdulillah dapat tutor (yang ngajarin bertahan hidup awal-awal di fukuoka) orang Indonesia dan kebetulan satu lab juga. Yokatta desu ne !! よかったですね。Bisa komunikasi dan nanya dengan mudah. Beberapa jam setelah itu, ternyata baru tahu, Mba Fitri nggak ikut upacara wisuda gara-gara hari itu harus ke asrama. Merasa bersalah. Hari itu malah langsung diajak jalan-jalan, bayar tagihan asrama, dan kebetulan ada tiket nonton gratis di Bioskop Canal City Hakata, nonton film “Pendekar Tongkat Emas”. Hari itu hari terakhir rangkaian festival film Fukuoka apa gitu., dan film Indonesia salah satunya ikutan juga. Besoknya juga diajak lagi ke Barbeque di Kampus Ito, bareng KUMSA (Kyushu University Muslim Student Association) dan saudara-saudara dari Fukuoka Masjid, masih dalam suasana Eid Adha. Bertemu saudara muslim di daerah minoritas itu memang “sesuatu” banget, mau dari negera mana pun, warna kulit apa pun, we are all brother because of the shahadah.

blog9

Diskusi dengan Pengurus Masjid Fukuoka tentang rencana kedatangan D. Zakir Naik di Fukuoka

blog10

Asiknya bakar-bakar, abis dibakar langsung disantapp

Senin (28/09) pagi saya ke Lab bertemu Sensei dan kebetulan ada morning seminar untuk semua member di lab Microb Tech. Saya diminta perkenalan diri di depan sebagai pendatang baru di lab. Saya selipkan beberapa kata-kata dalam bahasa Jepang, sengaja untuk memberi kesan ke mahasiswa Jepang dan senseinya. And It works, banyak yang terkesan haha. Padahal cuma bilang “Ohayou gozaimasu おはようございます” di awal dan bilang “Kore kara yoroshiku onegaiitashimasu これからよろしくお願いいたします” di akhir. Artinya “Selamat pagi” dan “Mulai sekarang, (saya) mohon bantuan rekan-rekan semua”. Saya pakai bentuk yang halus haha, biar lebih berkesan.

blog8Setelah hari Senin, saya mahasiswa baru masih harus menjalani beberapa orientasi seperti : orientasi dari International Center (国際センター), dari Sekolah Pascasarjana, dari Perpustakaan pusat dan dari Asrama Internasional tempat kami tinggal. Tapi semuanya hanya kayak kuliah kok, nggak ada perploncoan ala-ala sekolah jaman barbar gitu haha.

Nah, Kamis (01/10), hari pertama di bulan Oktober, sekitar pukul 11.30 JST kami resmi disambut oleh President Kyushu University, Presiden Kubo, di Shiiki Hall, Kampus Ito. Untuk periode ini ada sekitar 400 mahasiswa asing yang masuk, termasuk yang program sarjananya.

Ja ne, sekian dulu update untuk kali ini. Mudah-mudahan akan lebih rajin nulis selama di Jepang. Banyak hal yang masih diriset di kepala soal tulisan tentang Jepang. Ada niat mau merutinkan untuk nerbitkan tulisan disini tapi khawatir belum bisa konsisten sih. Jadi sementara ini masih bergantung mood menulis aja. Maafkan. Sekian.