Kisah di Jepang

500 Yen untuk Makan Jeruk Sepuasnya

8

Apel Fuji

5

Jeruk Akaneko

Kichiji-en (吉次園) adalah tempat lain yang dikunjungi selain Pabrik Bir Suntory yang saya ceritakan sebelumnya. Nah, Kichiji-en itu adalah, bukan pabrik bir lagi pastinya, kebun buah yang bisa metik sendiri. Kichiji-en” terletak di Kota Kumamoto, Kita-ku, merupakan area pertanian yang menyediakan pengalaman unik memetik buah langsung dari pohonnya dan bisa langsung dimakan di tempat. Kichijien merupakan perkebunan organik yang menerapkan sistem organic dan eco-farmer serta tidak menggunakan pestisida. Kebayang nih, kagak punya atau pernah beli tanah sama sekali di jepang, kagak bisa nanam buah, kagak punya duit (ngenes banget dah) hahaha, tapi bisa metik buah macam di kebun sendiri, langsung dimakan pulak. Bukan satu dua biji tapi sampe sepuasnya selama 1 jam. Ehhmm, ya tapi nggak gratis lah pastinya ya. Keterlaluan banget kalo gratis mah, cukup bayar 500 yen untuk jeruk dan 800 yen untuk apel.

Sebelum dipersilakan masuk ke kebunnya, pengunjung harus bayar 500 yen dulu di kasir, kemudian baru dikasih peralatan memetik jeruk : gunting buah dan plastik putih. Kalo gunting kan jelas tuh buat apaan ya, nah plastik ini banyak yang salah tafsir. Ada yang bilang nanti kalo bawa pulang paling banyak satu plastik ini. Agak masuk akal sih, jadi saya percaya aja haha. Nah, ternyata setelah dijelaskan dari Mba-mbak tukang kebunnya, plastik itu untuk tempat sampah kuliat jeruk yang abis dimakan. Kalo mau bawa pulang jeruk harganya 400 yen per Kg-nya. Nggak gratis ya ternyata haha. Yahh. Kirain teh. Nah, selama satu jam, pengunjung (yang sudah bayar 500 yen) bisa makan jeruk sepuasnya, mau berapa biji pun boleh, kalo kuat sih. Oke, petik satu, nyam nyam makan, dua, tiga, empat, lima, enam, mata udah sepet. Oke, angkat tangan. Udah cukup kayaknya dah.

Cara memetik jeruk yang baik dan benar (diperagakan oleh model majalah …)

Selain jeruk, bulan Nopember seperti saat itu ada juga buah lain yang bisa dipetik, Apel. Variates Apel yang ditanam disini adalah Fuji, katanya salah satu yang terkenal di Jepang. Kalau ingin makan Apel sepuasnya di kebun, sebanyak apapun selama satu jam harganya agak sedikit mahal sih 800 yen. Kalo ingin dibawa pulang, tergantung beratnya, 65 yen/100 g. Hmm, mahal sih dibandingkan dengan sama yang sudah siap angkut di supermarket. Tapi, kalau ingin merasakan sensasi memetik apel seperti di kebun sendiri, boleh dicoba lah. Nah, buah apel nggak sebanyak buah jeruk lho, selain itu letaknya juga tinggi-tinggi jadi butuh sedikit tenaga ekstra.

Di kebun ini ada beberapa jenis buah yang bisa dipetik, tapi tergantung musimnya. Jenis buah-buahannya antara lain : apel, jeruk, stroberi, persimmon, pear, dan anggur. Harganya bervariasi antara tiap buah, dan tentunya berbeda juga untuk anak-anak dan orang dewasa. Ini jadwal tahunan Kichiji-en jika suatu saat berminat ke sana :

7

Advertisements

Ternyata Begini Proses Bir Suntory Dibuat

Bir adalah minuman yang asing bagi saya, asing banget, tentu karena saya muslim. Jangankan minum, nyium baunya aja kepala udah pusing nggak karu-karuan. Pernah tuh, pas abis sport meeting di Lab saya, anak-anak Jepang pada party sambil minum alkohol, saya pun izin pulang duluan gara-gara nggak kuat baunya. Nah, kemarin 21 Nopember 2015, DOI-Sensei ngajak semua anak di kelas “Advanced Technology in Agriculture” ke Suntory Beer Factory, Kumamoto dan Kichijien Fruit Farm. La la la, semuanya senang karena kita anak-anak baru yang perlu banyak jalan-jalan di Jepang. Apalagi ini gratisan gini. Ikoouu…

suntory5

Sampai di Suntory Beer Factory, Kumamoto Plant

Dari Hakozaki ke Kumamoto kurang lebih ditempuh 2 jam mengunakan bus kampus. Tujuan pertama kami adalah Suntory Beer Factory, Kumamoto. Sewaktu masuk kawasan, “wuih gede ya pabriknya. Emang bisnis bir menggiurkan #eh”. Sesampai di dalam gedung, ada photobooth gitu yang menarik banyak hati untuk foto disana. Nah, tapi eh tapi gambar latarnya itu tuh produknya mereka “Bir Premium Malt”. Eh ini apa-apa nggak ya foto pake latar begituan. Ada temen yang malah pake property gelas Bir gitu. Hmm, itu mah udah kelewat batas kalo saya juga pake. Teman saya, Juma Kissuse muslim Tanzania, ogah foto situ. Ah, saya foto ajalah, dan akhirnya inilah fotonya, pake senyum dikit.

Suntory

Saya, lagi makai nametag PINK

Tidak lama setelah itu, karena setelah sesi Factory Visit ada sesi minum bir gratis, setiap pengunjung diberikan kalung untuk menandakan mana yang boleh minum bir, mana yang tidak minum bir dan mana yang masih di bawah umur. Saya dan beberap teman lainnya yang tidak minum bir diberi nametag PINK, sementara yang lainnya diberi nametag kuning.

Bahan-bahan untuk membuat Bir “Premium Malt’s”

Bahan-bahan pembuat Bir

Bahan-bahan pembuat Bir (Sumber : http://www.suntory.com/beer/premium/en/about)

Dalam sesi ini kami dijelaskan bagaimana Bir “Premium Malt” kebanggaan Suntory ini dibuat. Sebenarnya tidak banyak bahan untuk membuat bir yang memabukkan lho : hanya perlu 3 jenis bahan saja, yaitu : Barley, Aroma Hops, dan Air. Barley/Malt adalah sumber starch atau pati, bahan yang akan difermentasi, Aroma Hop/Hops merupakan bagian dari bunga (Lupulin grand) yang digunakan untuk memberi aroma khas dan rasa pahit pada bir. Untuk Barley, kami diminta satu per satu untuk coba memakan bijinya yang kering. Setelah itu ditanya bagimana rasanya ? “Hmm, enak ya. Manis”. Serius lho, rasanya memang manis, beda kalo lagi gigit beras hihihi. Setalah itu, kami juga diminta mencium aroma dari aroma hop, nggak disuruh nyicip karena rasanya pahit banget. Bentuk aroma hopnya sudah dalam bentuk pellet berwarna hijau daun gitu. (more…)

Menemukan Makanan Halal di Jepang [2]

Tulisan Part 2 ini akan banyak membahas soal Kanji untuk menemukan makanan halal di Supermarket atau tempat belanja lainnya. Berikut adalah kanji-kanji yang harus dihapal dan diingat untuk bahan yang harus dihindar karena lebih mudah menghapal yang harus dihindari daripada menghapal bahan-bahan yang boleh dikonsumsi, haha. Pada beberapa produk biasanya bisa jadi mengandung beberapa bahan berikut :

Komposisi (原材料名) Romaji Arti Produk
ショートニング shortening shortening roti dan coklat
動物ショートニング Shortening (from animal) shortening Pada beberapa kue (cake)
ビーフエキス Beef Extract Ekstrak sapi Potato chips (keripik kentang)
鶏エキス Chicken Extract Ekstrak ayam Biskuit, kripik-kripik
肉エキス Meat Extract Ekstrak daging Mie seafood
ラード (豚の脂肪から精製) Lard Lemak babi Roti dan mie soba
ビーフコンソメ Beef Consomme Kaldu daging Potato chips (keripik kentang)
コンソメパウダー Consomme powder Kaldu bubuk
コンソメ Consomme Kaldu
洋酒 Western Liquor Arak barat Pada beberapa coklat
Sake Arak Jepang Kue
リクオール Liquor Minuman keras Es krim
洋酒漬レーズン Raisin moistened with Western wine Pada beberapa coklat
アルコール Alcohol Alkohol Pada beberapa shoyu (soy sauce)
ブランデー Brandy
ラム酒 Western wine Anggur barat Pada beberapa coklat
ビーフカレ Beef Curry Kari sapi Potato chips (keripik kentang)
レシチン Leichitin* Pada beberapa ramen dan coklat
トン骨ラーメン Tonkotsu ramen
みりん Red Sake Mirin
ワイン Wine anggur Coklat, hot cake, es krim
ゼラチン Gelatin Gelatin (terbuat dari tulang babi) Coklat, es krim, onigiri dan beberapa produk 711
Bahan yang perlu diperhatikan :
ショートニング Biasa berasal dari sumber hewani (動物性 or 動物)
油脂 Bisa berasal dari tumbuhan seperti (植物性 or 植物)
マーガリン Jika berasal dari tumbuhan  (植物性マーガリン)

(sumber : i-s.ppisendai.org/halal-haram/)

Nah selain itu, ada beberapa kanji yang umum ditemukan dan sangat baik jika tahu maknanya. Kadang, saya juga penasaran sih. Jadi, walaupun tidak ada kanji aneh-aneh seperti di atas, tapi kalo satu pun saya nggak tahu arti komposisinya jadi ragu-ragu juga, apa bisa dimakan atau nggaknya. Yuk, kita coba baca komposisi(原材料)dari salah satu snack “favorit” saya berikut :

IMG_20151014_14204

Kanji Romaji Arti
名称 meishou Tipe produk
クーッキ kukki Cookies
原材料名 Genzairyō-mei Komposisi
小麦粉 komugiko Tepung terigu
砂糖 sato Gula
ショートニング shortening mentega
植物油脂 Shokubutsu yushi Minyak sayur dan lemak
カカオマス kakaomasu Massa kakao
全粉乳 zenfun’nyu Susu bubuk
全卵 zentamago Telur utuh
ココアバター Kokoa bata Kokoa butter
食塩 shokuen Garam makan
膨脹剤 Bochozai Pengembang
乳化剤 (大豆由来) Nyūkazai (daizu yurai) Emulsifier (dari kedelai)
香料 Koryo Flavouring
内容量 Naiyōryō Jumlah total (dalam kemasan)
消費期限 Shōhi kigen Tanggal kadaluarasa
保存方法 Hozon hōhō Cara penyimpanan

Nah di Cookies ini, hal yang perlu diperhatikan hanya ショートニング (shortening) karena memang umumnya shortening tidak dijelaskan sumber asalnya, tidak seperti emulsifier (乳化剤) yang sudah disebutkan berasal dari kedelai. Oleh karena itu, untuk memastikan produk ini bisa dimakan atau tidak, kita harus mengontak perusahaannya (biasanya via telpon) atau melihat referensi dari fanpage Halal Food yang sudah saya sebutkan di tulisan sebelumnya. Kalau ternyata produk ini belum dikonfirmasi boleh atau tidak, lebih baik ditinggalkan. Yang lain masih banyak, jangan khawatir. Ini cuma snack kok bukan jodoh, hidup jangan dibuat susah, hahhaa.

Sekedar cerita saja, saya kadang suka bagi-bagi snack di Lab, dan mereka juga sebaliknya. Nah, beberapa kali saya harus menolak atau “menyimpan” snack mereka karena meragukan. Sampai akhirnya saya sampaikan bahan-bahan yang tidak boleh dikonsumsi oleh muslim, misalnya shortening dan emulsifier (karena kemungkinan besar berasal dari babi). Setelah saya sampaikan demikian, berikutnya mereka cek dulu sebelum beli snack agar bisa dibagi-bagi ke semua orang termasuk yang muslim. Sekian.

Part 1 : http://mfadhillah.com/2015/10/23/menemukan-makanan-halal-di-jepang/

Artikel lain yang bermanfaat :

http://www.survivingnjapan.com/2012/04/ultimate-guide-to-reading-food-labels.html

Beasiswa LPDP : Gathering di Uminonakamichi

cropped-img_20151018_1610311.jpg

Apakah kamu suka bunga ? Atau kamu sedang berbunga-bunga ? hahaha. Nggak ada hubungannya dengan dua pertanyaan itu sih di postingan ini. Saya hanya mau cerita dan berbagi foto pas acara Gathering Awardee LPDP Kyushu University (Kyudai) di Uminonakamichi (pasti blibet nyebutnya ya, haha) hari Minggu, 18 Oktober 2015. Umi-no-naka-michi (海ノ中道). Laut di tengah jalan, kalau diartikan langsung, bener nggak ya. Kalo dilihat dari petanya sih bener juga, haha. Ternyata cuma daratan kecil yang dikelilingin laut di teluk Hakata (Hakata Bay). Total Awardee LPDP aktif di Kyudai : 16 orang, dan di kesempatan ini Alhamdulilah bisa terkumpul 15 orang yang berasal dari berbagai kampus. 15 orang itu adalah : Fadhil (saya sendiri), Mas Reza, Mas Ardi, Mas Haris, Mas Dalton, Mas Febby, Mas Ristiyanto, dan mas Arif Budiyanto (koordinator LPDP Kyusai). Sementara itu di grup sebelah : Bu Mustikasari, Mbak Widya, Mbak Intan, Mbak Wana, Mbak Tya, Mbak Annisa, dan Mba Indah. Kami kumpul di lokasi sekitar pukul 1 siang, ada yang naik kereta, mobil dan motor. Saya sendiri diajak salah satu awardee naik mobilnya, Alhamdulillah euy. Nggak perlu muter-muter dulu naik kereta ke sono hehe.

Screenshot 2015-10-24 17.35.57 (640x302)

Jika di hari-hari biasanya masuk ke sini harus bayar tiket sekitar 350 Yen katanya, nah pas banget hari itu ternyata GRATIS euy alias 無料 (muryo). Asssiiikk. Mahasiswa gitu loh, yang namanya gratisan pasti paling demen. Denger-denger katanya gara-gara tim baseball SoftBank menang kejuaraan apa gitu, jadi pada banyak diskon dan gratisan.

Acara gathering diawali dengan makan bersama, kemudian perkenalan dan ngobrol-ngobrol santai, sholat dan jalan-jalan ke taman bunga dan sebagian lagi kebun binatang. Tidak ada agenda khusus sebenarnya, hanya kumpul-kumpul dan kenalan biasa sesama awardee sekaligus sharing jika ada permasalahan terkait akademik dan beasiswa. Selebihnya acara bebas, bebas untuk foto-foto dan bernarsis ria.

1445262318471 (640x480)

1445262308914 (640x480)

 

Ke tempat ginian sangat tidak direkomendasikan kalo tanpa pasangan, sementara yang lain bawa dan dengan teganya foto-foto berduaan. Hiks. Pengennya tuh disini, hahhaa. Well, walaupun nggak terlalu ngerti bunga ini itu yang jelas tempat ini tenang banget, enak buat jalan-jalan menghilangkan penat, eits jangan lupa bawa bento karena di dalam susah cari makanan yang halal apalagi makanan murah. Sekian. Jangan baper ya. Hahaha

Alhamdulillah, Sah.. Jadi Mahasiswa Master

blog7Gimana Para saksi Sah ? Sah ?. Sah !! Alhamdulillah. Barakallahu … Akhirnya sah juga jadi mahasiswa master di Kyushu University. Lebih dari satu tahun menunggu momen-momen ini. Dulu lulus LPDP Juni 2014, kemudian dapat LoA dai kampus April 2015, baru mulai kuliah Oktober 2015. Yah, memang sesuatu sekali. Makanya jangan membiarkan orang menunggu #apasih. Maksudnya buatlah waktu menunggu itu produktif, jadi tak kerasa eh udah abis aja satu tahun. “Jangan bahagia dulu Dhil, ini baru dimulai. Didepan belum tahu bakal kayak apa”. Hahaha, nasihatin diri sendiri.

Oh ya, sedikit cerita tentang minggu pertama di Fukuoka. Saya mendarat di Fukuoka (dari Tokyo) sekitar pukul 12 JST katanya ngaret kurang lebih 30 menit karena lalu lintas yang padat di bandara Fukuoka (福岡空港). Awalnya pas di Bandara Haneda sempat was-was karena ada tulisan maksimum bagasi hanya 20 kg, sedangkan bagasi saya udah 26 kg sendiri. 大丈夫かな? (Apa-apa nggak ya ?) Ya, kalo memang harus bayar apa boleh buat. Eh, ternyata pas check in, mbak-mbaknya nggak mempermasalahkan gituan. Yasudah, amaan. Satu hal lagi, maaf kalo sedikit curcol. ternyata ANA tidak lebih bagus dari Garuda, dikira teh sama. masak penerbangan 2 jam nggak dikasih snack apapun, cuma minuman aja #fiuh. Hidup keras, mana nggak jajan di bawah pun. Alhasil selama penerbangan jadi waktu tidur aja haha.

Nah, ada hal yang aneh sedikit. Pas turun nih, langsung tuh kan ngikutin arus orang keluar, belok sana sini lurus, soalnya dikira mau ngambil bagasi bareng. Dari lantai satu naik ke lantai dua. Kok, aneh ya ? jarang banget ngambil bagasi di lantai 2, dimana-mana biasanya malah turun. Eh, kok pada masuk ke restoran sih. Wah, wah kacau, ini kagak bener. Akhirnya langsung turun ke bawah dan nanya Bapak Satpam, sambil nunjukin boarding pass dan bilang “(荷物は” Nimotsu wa ?” artinya “bagasi ?”. Pak Satpam pun langsung manggil crew ANA yang di darat, mbak-mbak crew ANAnya langsung menghampiri sambil bilang, “Tinggal satu ini”. Lah perasaan penumpangnya hampir penuh, dan dari pesawat pun langsung turun nggak kemana-mana, kok udah pada selesai aja ngambil bagasinya ya. Jangan-jangan pada nggak bawa bagasi mungkin ya. Semuanya masuk kabin jadi lebih praktis nggak nunggu-nunggu. Oh ya, karena saya pake penerbangan domestik jadi sampai juga di terminal domestik, perlu naik shuttle bus bandara untuk ke Terminal Internasionalnya, karena welcome counter Kyushu Univ. (Kyudai) ada disana.

IMG_20151003_133632

Teman sekamar di Kashiihama A304 (Dua-duanya dari China)

Di Welcome counter Kyudai, harus lapor dan nunjukkan email untuk layanan shuttle bus gratis dari bandara ke Kaikan (会館)di Kashiihama, Higashi-ku. Kurang lebih hanya 30 menit dari bandara ke asrama dan langsung bisa masuk ke kamar setelah selesai registrasi. Saya dapat kamar shared room ber-3 dengan orang yang tidak dikenal sebelumnya, dan juga tidak bisa minta dengan siapanya. Pasrah aja ditaro satu kamar sama siapa aja, mudah-mudahan dapet yang normal-normal aja, hahaha. Tak lama setelah masuk dan ngecek kamar, eh ada yang datang. Lho ternyata Mba Fitri, Alhamdulillah dapat tutor (yang ngajarin bertahan hidup awal-awal di fukuoka) orang Indonesia dan kebetulan satu lab juga. Yokatta desu ne !! よかったですね。Bisa komunikasi dan nanya dengan mudah. Beberapa jam setelah itu, ternyata baru tahu, Mba Fitri nggak ikut upacara wisuda gara-gara hari itu harus ke asrama. Merasa bersalah. Hari itu malah langsung diajak jalan-jalan, bayar tagihan asrama, dan kebetulan ada tiket nonton gratis di Bioskop Canal City Hakata, nonton film “Pendekar Tongkat Emas”. Hari itu hari terakhir rangkaian festival film Fukuoka apa gitu., dan film Indonesia salah satunya ikutan juga. Besoknya juga diajak lagi ke Barbeque di Kampus Ito, bareng KUMSA (Kyushu University Muslim Student Association) dan saudara-saudara dari Fukuoka Masjid, masih dalam suasana Eid Adha. Bertemu saudara muslim di daerah minoritas itu memang “sesuatu” banget, mau dari negera mana pun, warna kulit apa pun, we are all brother because of the shahadah.

blog9

Diskusi dengan Pengurus Masjid Fukuoka tentang rencana kedatangan D. Zakir Naik di Fukuoka

blog10

Asiknya bakar-bakar, abis dibakar langsung disantapp

Senin (28/09) pagi saya ke Lab bertemu Sensei dan kebetulan ada morning seminar untuk semua member di lab Microb Tech. Saya diminta perkenalan diri di depan sebagai pendatang baru di lab. Saya selipkan beberapa kata-kata dalam bahasa Jepang, sengaja untuk memberi kesan ke mahasiswa Jepang dan senseinya. And It works, banyak yang terkesan haha. Padahal cuma bilang “Ohayou gozaimasu おはようございます” di awal dan bilang “Kore kara yoroshiku onegaiitashimasu これからよろしくお願いいたします” di akhir. Artinya “Selamat pagi” dan “Mulai sekarang, (saya) mohon bantuan rekan-rekan semua”. Saya pakai bentuk yang halus haha, biar lebih berkesan.

blog8Setelah hari Senin, saya mahasiswa baru masih harus menjalani beberapa orientasi seperti : orientasi dari International Center (国際センター), dari Sekolah Pascasarjana, dari Perpustakaan pusat dan dari Asrama Internasional tempat kami tinggal. Tapi semuanya hanya kayak kuliah kok, nggak ada perploncoan ala-ala sekolah jaman barbar gitu haha.

Nah, Kamis (01/10), hari pertama di bulan Oktober, sekitar pukul 11.30 JST kami resmi disambut oleh President Kyushu University, Presiden Kubo, di Shiiki Hall, Kampus Ito. Untuk periode ini ada sekitar 400 mahasiswa asing yang masuk, termasuk yang program sarjananya.

Ja ne, sekian dulu update untuk kali ini. Mudah-mudahan akan lebih rajin nulis selama di Jepang. Banyak hal yang masih diriset di kepala soal tulisan tentang Jepang. Ada niat mau merutinkan untuk nerbitkan tulisan disini tapi khawatir belum bisa konsisten sih. Jadi sementara ini masih bergantung mood menulis aja. Maafkan. Sekian.