LPDP

Beasiswa LPDP : Gathering di Uminonakamichi

cropped-img_20151018_1610311.jpg

Apakah kamu suka bunga ? Atau kamu sedang berbunga-bunga ? hahaha. Nggak ada hubungannya dengan dua pertanyaan itu sih di postingan ini. Saya hanya mau cerita dan berbagi foto pas acara Gathering Awardee LPDP Kyushu University (Kyudai) di Uminonakamichi (pasti blibet nyebutnya ya, haha) hari Minggu, 18 Oktober 2015. Umi-no-naka-michi (海ノ中道). Laut di tengah jalan, kalau diartikan langsung, bener nggak ya. Kalo dilihat dari petanya sih bener juga, haha. Ternyata cuma daratan kecil yang dikelilingin laut di teluk Hakata (Hakata Bay). Total Awardee LPDP aktif di Kyudai : 16 orang, dan di kesempatan ini Alhamdulilah bisa terkumpul 15 orang yang berasal dari berbagai kampus. 15 orang itu adalah : Fadhil (saya sendiri), Mas Reza, Mas Ardi, Mas Haris, Mas Dalton, Mas Febby, Mas Ristiyanto, dan mas Arif Budiyanto (koordinator LPDP Kyusai). Sementara itu di grup sebelah : Bu Mustikasari, Mbak Widya, Mbak Intan, Mbak Wana, Mbak Tya, Mbak Annisa, dan Mba Indah. Kami kumpul di lokasi sekitar pukul 1 siang, ada yang naik kereta, mobil dan motor. Saya sendiri diajak salah satu awardee naik mobilnya, Alhamdulillah euy. Nggak perlu muter-muter dulu naik kereta ke sono hehe.

Screenshot 2015-10-24 17.35.57 (640x302)

Jika di hari-hari biasanya masuk ke sini harus bayar tiket sekitar 350 Yen katanya, nah pas banget hari itu ternyata GRATIS euy alias 無料 (muryo). Asssiiikk. Mahasiswa gitu loh, yang namanya gratisan pasti paling demen. Denger-denger katanya gara-gara tim baseball SoftBank menang kejuaraan apa gitu, jadi pada banyak diskon dan gratisan.

Acara gathering diawali dengan makan bersama, kemudian perkenalan dan ngobrol-ngobrol santai, sholat dan jalan-jalan ke taman bunga dan sebagian lagi kebun binatang. Tidak ada agenda khusus sebenarnya, hanya kumpul-kumpul dan kenalan biasa sesama awardee sekaligus sharing jika ada permasalahan terkait akademik dan beasiswa. Selebihnya acara bebas, bebas untuk foto-foto dan bernarsis ria.

1445262318471 (640x480)

1445262308914 (640x480)

 

Ke tempat ginian sangat tidak direkomendasikan kalo tanpa pasangan, sementara yang lain bawa dan dengan teganya foto-foto berduaan. Hiks. Pengennya tuh disini, hahhaa. Well, walaupun nggak terlalu ngerti bunga ini itu yang jelas tempat ini tenang banget, enak buat jalan-jalan menghilangkan penat, eits jangan lupa bawa bento karena di dalam susah cari makanan yang halal apalagi makanan murah. Sekian. Jangan baper ya. Hahaha

Advertisements

Beasiswa LPDP : Pindah Universitas Tujuan Belajar

LPDPTopik berikutnyaaa… Setelah mendapatkan Letter of Acceptance (LoA) dari kampus pilihan hati (cie cie #apasih hahahah), “Kyushu University (Kyudai)”, saya kemudian harus memikirkan untuk Permohonan Pindah Universitas ke LPDP. Kenapa ? Jika tidak ada pengajuan pindah universitas maka, LPDP masih menganggap kampus tujuan saya adalah sama seperti apa yang saya submit waktu pendaftaran dulu “The Univ. of Tokyo (Todai)”. Mekanisme untuk mengubah ini dengan mengajukan Permohonan Pindah universitas. Beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk pengajuan tersebut antara lain :

  1. Surat Permohonan Pindah dari Awardee (tidak ada format surat yang baku)
  2. Letter of Acceptance (dari kampus yang baru)
  3. TOEFL/ IELTS (mungkin perlu banget untuk yang pindah dari DN ke LN)
  4. Dokumen pendukung lainnya (misalnya surat rekomendasi atau lainnya

Alhamdulillah, semuanya tak perlu repot-repot dikirim via POS namun cukup dengan email saja ke PIC-nya. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk kampus tujuan. Umumnya jika kampus tujuan yang baru memiliki ranking yang lebih tinggi (biasanya mengacu pada QS university) maka proses pindah akan lebih mudah disetujui. Nah, kalau kasusnya kita akan berpindah dari kampus yang rankingnya tinggi ke ranking yang lebih rendah, saya dapet kabar bahwa ini akan sedikit “menegangkan”. Bisa saja disetujui, atau malah tidak, bahkan awardee bisa juga dipanggil ke LPDP untuk menjelaskan secara langsung perihal kepindahannya tersebut. Iiih, sereem kan ya. Tapi, dari pengalaman saya dan rekan-rekan lainnya yang mengajukan pindah dari kampus tinggi ke rendah rankingnnya, selama alasannya masuk akal dan banyak, hehe, rasanya akan lancar-lancar saja.

Untuk kasus saya yang pindah dari Todai ke Kyudai dengan ranking yang jauh beda (hampir 100 poin bedanya), saya mengutarakan beberapa alasan antara lain : Tidak berhasil menembus Todai karena program studi yang saya inginkan di Todai, ternyata tidak ada kelas internasionalnya (trus kenapa ente pilih kemaren Dhil ? (-_-#) hehehe), Kyushu Univ juga salah satu National University yang TOP di Jepang, mereka mempunyai kelas Int’l yang sudah dari tahun 1990an, saya sudah memiliki LoA dari kampus yang baru (Kyudai), sudah mendapatkan pembimbing (sensei) dengan profil akademik yang sangat baik, dan lain sebagainya. Itulah alasan-alasan kuat saya untuk mengajukan pindah unversitas.

Di beberapa kasus lainnya, ada beberapa awardee yang bahkan pindah dari kampus lama ke kampus yang baru namun tidak ada di list kampus tujuan belajar dari LPDP. Nah, ini kan akan lebih rempong sepertinya. Namun, karena alasan dan tujuan mereka memilih kampus yang baru tersebut tepat dan dapat dipertanggungjawabkan, misalnya : Universitas yang baru memang tidak terkenal, namun untuk salah satu program studi misalnya Penerbangan (Aviation), kampus ini adalah salah satu yang terbaik di dunia. Setelah itu Anda menyertakan surat rekomendasi/ pendukung pernyataan tersebut, maka alasan tersebut sangat masuk akal untuk diterima dan permohonan pindah Anda disetujui. Jadi, jangan takut jika suatu saat mengalami kasus seperti ini Kawan, LPDP tuh baik banget hehehe #promosi.

wpid-screenshot_2015-05-20-16-38-18.png

Surat Persetujuan Pindah Kampus

Saya mengajukan permohonan pindah pada tanggal 7 Mei dan Alhamdulillah disetujui pada tanggal 19 Mei-nya. Besoknya saya menerima email surat diatas. Nah, setelah pindah kampus disetujui kemudian akan langsung dikirimkan template untuk memperoleh Letter of Guarantee (surat sakti dari LPDP) dan kontak beasiswa yang harus ditandatangani. And, it means that you are getting closer to the day of your departure, please try not to cry, LOL.

(Updated 3 Des 2015)

Karena banyak yang meminta contoh surat pengajuan pindah universitas saya via email, untuk kemudahan kita semua saya sediakan link untuk download langsung di sini. Ini dia filenya (.docx) Surat Permohonan Pindah Universitas_Mohammad Fadhillah_PK22. Ucapan terima kasih cukup dengan cara meninggalkan komentar di blog ini agar saya tahu siapa yang men-download file tersebut.

Pada kasus saya, saya tidak buat Surat Rekomendasi dari pihak mana pun, jadi maaf saya tidak punya formatnya. Salam.

Beasiswa LPDP : Mencari Sensei di Kyudai

wpid-kyushu-u_logo22.jpgLanjutt. Kali ini saya sedikit cerita soal mencari sensei di Kyudai kemarin. Baiklah…. (mulai cerita) Setelah menemukan jurusan program studi Master yang pas di Kyudai, selanjutnya saya mencermati profil-profil calon Sensei yang akan saya kontak. Prodi yang awalnya saya pilih adalah Bioresource Sciences, mata kuliah di dalamnya berisi setengah tentang pertanian (Agricultural Bioresources) selebihnya tentang (Animal and Aquatic Bioresources). Karena sempat beberapa kali membahas tentang Ikan Sidat di kerjaan, saya jadi punya keinginan untuk studi lebih lanjut tentang itu. Saya pun memutuskan untuk mengontak salah satu Prof. yang punya bidang keahlian seputar topik tersebut. Saya mengirimkan surel (email) ke Beliau yang kira-kira menyebutkan beberapa poin penting : perkenalan, ketertarikan dan alasannya, ingin bergabung di Lab-nya, dan terakhir tentang beasiswa yang sudah saya miliki. Hari demi hari saya menunggu balasan dari email itu. Seminggu kemudian baru ada email balasan masuk dan mengatakan bahwa di Lab tersebut tidak ada kajian tentang topik yang saya inginkan, silakan coba mencari ke Lab lain. Saya disarankan demikian. Saya coba kembali berdiskusi bahwasannya soal topik saya bisa menyesuaikan dengan kajian di Lab saat ini, jika saya memang diterima di Lab tersebut nantinya. Kami saling berbalas email, namun yang saya sayangkan adalah saya selalu menunggu email balasan yang baru sampai kira-kira > 4hari, kadang bahkan sampai 1 minggu dari Sensei ini. Sementara itu, batas pendaftaran di Kyudai untuk gel. 1 akan ditutup akhir Maret 2015. Kalo kondisi diskusinya begitu, pasti bakal lewat deadline nantinya. Akhirnya saya memutuskan untuk mengontak ke program studi lainnya, sebelahan sama yang lama.

Pindah haluan ke Bioscience and Biotechnology. Karena basic saya di Biologi/ Mikrobiologi saya mencoba nyari-nyari Lab yang seputar itu, tapi yang agak keren dikit namanya. Akhirnya nemu Lab. Microbial Technology, dengan Prof. Sonomoto sebagai kepala Lab-nya. Saya layangkan email kembali. (Oh ya, email ini sudah dikoreksi oleh dua orang lulusan NTU Singapura haha, terharu banget. Thanks to Mr. Radyum Ikono dan Mr. Ridwan Salim Sanad). Redaksi emailnya seperti ini :

Email Subject : Prospective Master Student with External Funding

Dear Prof. Sonomoto,
 My name is Mohammad Fadhillah. I am holding a Bachelor of Science
 (B.Sc) degree from Department of Biology, Bogor Agricultural University (IPB), Indonesia, completed it in February, 2014. My undergraduate research topic was related to microbiology field. I have visited your laboratory's website and also read your papers related to microbial utilization of renewable resources. I am really interested to study more about it.  It is an honor for me if I can join your laboratory and conduct a research under your supervision.
I am awarded Master Scholarship by Indonesia Endowment Fund for Education (LPDP). The scholarship will cover all expenses during the study. If my application accepted, I am ready to begin the course on this coming September 2015.
For your consideration, hereby I enclosed my Curriculum Vitae and Sponsor Letter from LPDP. I am looking forward to hear from you soon. Thank you very much.
Best Regards,
 Mohammad Fadhillah

Sekitar jam 8 atau jam 9 malam saya kirimkan email itu, besok paginya saya dapat balasan email ini : (more…)

Beasiswa LPDP : Menentukan Kampus Tujuan

Yeaaayyy. Alhamdulillah. Sujud Syukur setelah melihat nama di deretan calon penerima beasiswa LPDP yang lolos seleksi wawancara. Momen itu terjadi hampir setahun silam (Juni 2014) dan sampai saat ini masih belum berangkat juga. Barangkali banyak yang aneh, hehe. Bilangnya jadi kuliah ke Todai tapi belum berangkat-berangkat juga dari tahun kemaren. Baiklah, mungkin di tulisan kali ini saya mau cerita hal yang sebenarnya terjadi.

logo-uot

Todai ??
. Saya pun kaget sebenarnya kenapa akhirnya bisa memilih universitas ini. Jadi awalnya saya sempat galau sebelum submit aplikasi ke sistem LPDP. Mau ngambil jurusan apa dan di universitas mana ?. Saya sempat ganti beberapa kali universitas dan jurusan di form pendaftaran LPDP, diantaranya (yang saya inget) : Kyoto University, Manchester University, Edinburgh University, dll hingga akhirnya The Univ. of Tokto (todai). Modal nekat saja masukin todai dan terus di submit. Saat itu juga memang batas submit berkas sudah dekat, jadi memang terkesan agak gegebah dan tanpa mikir panjang juga milih hal tersebut.

Manchester_University_Logo_(2)Impian singkat ke Manchester University. Waktu berlanjut terus. Setelah diumumkan lolos tahap interview, saya mulai bergerilya mencari info universitas yang masih buka pendaftaran untuk masternya. Coba cari sana sini, dan akhirnya menyerah karena memang rata-rata untuk intake yang 2014 akhir, semua pendaftarannya sudah ditutup. Terlebih saat itu memang belum punya sertifikat TOEFL iBT atau IELTS untuk daftar kampus. Ya mau bagaimana lagi, berarti harus mengikhlaskan untuk tahun depan saja. Ritme nyari kampus pun mulai agak santai jadinya. Paling kerjaan cuma buka web kampus-kampus, kalau merasa tertarik terus buka akun untuk pendaftaran di web-nya (misalnya : Manchester Univ. dan Edinburgh, Oxford pun sama). Jadi, saya pernah punya akun pendaftaran disitu hehe. Walaupun di berkas aplikasi LPDP tertulis Todai, namun dulu rasanya kok “sreg” dengan Manchester Univ. ya. Nah, sempet tuh ngebet banget pengen kesana juga. (more…)

Beasiswa LPDP : Pengumuman Lolooooss

LPDPSenin Malam (23/6) saya main ke kosan temen dan ngobrolin tentang beasiswa LPDP sambil buka-buka webnya. Saya di seleksi LPDP sendiri sudah selesai tahap seleksi wawancara pada 17-18 Juni kemarin (untungnya waktunya nggak bentrok ya). Waktu pembukaan seleksi wawancara LPDP kemarin kata Pak Abdul Kahar “LPDP tidak akan menggantung lama-lama status para peserta seleksi, takut galau hahahaha. Jadi kita akan usahakan pengumuman diterima atau tidak secepatnya”. Kata Mba-mba panitia pas seleksi juga gitu “Pengumuman sekitar tanggal 20-an” kalo nggak salah denger.

Pas lihat-lihat webnya Eh, kok ada pengumuman baru. Penetapan Penerima Beasiswa Tahap IV 2014 (itu kan tahap saya daftar). Langsung buru-buru ngunduh file-nya. Ukurannya 4,4 MB kalo ngunduh pake modem biasa ya gitu harus sabar. Nunggu beberapa saat dan kemudian kelar. Langsung buka. Perasaan udah nggak karuan dan jantung udah dag dig dug aja nih. Pas dibuka file pdf-nya, langsung coba search kata temen saya, diketik FAD.. nggak ketemu. Oh iya, ini kan formatnya jpeg (gambar) haha. Makin deg-degan. Scroll ke bawah, cari nama yang pake alfabet M ….. wah, nggak nemu juga. “Yah sepertinya nggak lolos” saya udah bilang gitu dengan nada agak pasrah. Sebenarnya mau menguatkan diri aja. “Lho ini program master Dalam Negeri (DN)” kata temen saya, “Oh iya ya”. Scroll lagi ke bawah dan nyari M dan ketemu tulisan ini :

lpdp-pengumuman

“Alhamdulillah ya Rabb, bentar-bentar ane sujud syukur dulu”. “Selamat, selamat” kata mereka. Mereka langsung printscreen pengumaman itu dengan nama saya di highlight gitu dan dipos di FB. Jadilah saya dapet banyak ucapan selamat sekaligus doa dari sahabat-sahabat di FB. Saya juga langsung nelpon ke rumah untuk ngasih berita baik ini. Rasa-rasanya saya sendiri belum percaya banget, apa benar saya lolos ? serius ? ciyus ? dan seterusnya lah hehehe. Untungnya nggak minta gampar sama temen biar meyakinkan bahwa saat itu bukan mimpi, hahaha. Mungkin berkat banyak doa dari Orang tua dan teman-teman sekalian. Makasih banyak.

Mengenai nama Universitas, sebenarnya saya masih bingung sewaktu pendaftaran karena pertimbangan saya adalah di Univ mana yang ada jurusan yang saya minati dengan riset yang saya mau juga. di Jepang salah satunya ada di Todai. Namun, karena bahasa pengantarnya bukan Inggris, melainkan Jepang maka rasanya tidak mungkin saya akan ke sana dengan LPDP, kecuali beasiswa Monbukagakusho yang mengcover masa belajar bahasa Jepang dan research studentnya. Dan sepertinya saya akan mengajukan pindah universitas nantinya setelah dapat Univ di negara lain yang “pas di hati”.

Setelah diumumkan dan ditetapkan seperti ini biasanya akan ada pemanggilan Program Kepemimpinan (PK) sebelum resmi ditetapkan sebagai awardee LPDP. Saya belum dapet e-mail apa-apa dari panitia malam itu, dan ternyata besok siang baru ada e-mail tentang PK tersebut. Ya, saya memang sepertinya benar lolos seleksi LPDP ini. All praises to Allah

Beasiswa LPDP : Daftar dan Seleksi Wawancara

LPDPBeasiswa LPDP memang terobosan yang patut diacungi 4 jempol dari pemerintah RI dalam memajukan  sumber daya manusia Indonesia terutama dari sektor pendidikan. Saya pun jadi ikut tertarik mencoba peruntungan di beasiswa ini, hehe. Awal April saya sudah mulai buka-buka web dan cari-cari informasi tentang beasiswa ini. Jika teman-teman juga berminat silakan kunjungi laman resminya di sini : lpdp.depkeu.go.id 

Karena dibuka sepanjang tahun maka tidak perlu ditanya kapan deadline beasiswa ini ya. Yang perlu diketahui ialah kapan berkas di web akan ditarik untuk proses seleksi berkas. Saya ikut periode wawancara 17-18 Juni kemarin, sementara penarikan berkas di web, kalau tidak salah, sekitar tanggal 19 Mei lalu. Jadi berkas yang di-submit setelah tanggal itu akan secara otomatis diikutkan pada seleksi berkas periode selanjutnya. Jika ingin tanggal yang lebih pasti silakan tanya admin akun Twitter LPDP @LPDP_RI. Biasanya mereka akan dengan senang hati memberitahu kapan batas pemberkasan untuk tiap periodenya.

Setelah submit pendaftaran di web maka tinggal tunggu saja hasil seleksi berkas yang akan diberitahuan via e-mail dari panitia. Sore hari, tanggal 26 Mei 2014, saya dapet SMS dari LPDP yang intinya mengatakan pengumuman hasil seleksi berkas sudah dikirimkan ke e-mail masing-masing, tapi SMS itu dikirimkan kepada semua pelamar baik yang lolos maupun yang tidak lolos. Langsung saja saya cek kotak masuk e-mail tapi tidak ada satu e-mail baru yang masuk. “Wah kali ini mungkin memang belum lolos”. Malamnya saya tak sengaja buka e-mail lagi dan ternyata ada satu kiriman e-mail dari LPDP. Saya buka badan e-mailnya. Ternyata isinya jadwal wawancara dan kelengkapan berkas yang mesti dibawa. Lagi-lagi, e-mail tersebut dikirim kepada semua pelamar baik yang lolos maupun yang tidak lolos. Jadi, jangan langsung lompat-lompat kesenengan dulu, tapi cek lampirannya. Saya langsung unduh lampiran dan cek nama pelamar yang lolos seleksi administrasi periode 20 Maret-19 Mei 2014 …..M.. Alhamdulillah ada nama saya Mohammad Fadhillah. Dalam lampiran tersebut ditetapkan sebanyak : Magister Dalam Negeri 361 orang, Magister Luar Negeri 618 orang, Doktor Dalam Negeri 40 orang, Doktor Luar Negeri 84 orang. Itu hasil seleksi administrasi yang akan dipanggil wawancara satu-satu. Buannyyaaakkk banget. Itu satu periode lho. Akhirnya di pengumuman beriktnya, Saya dapet jadwal wawancara tanggal 17-18 Juni di Jakarta, tapi tempatnya belum ditentukan.

Sambil nunggu hari H seleksi wawancara, persiapan saya cuma nanya-nanya temen sekelas yang sudah lulus seleksi wawancara Magister DN periode sebelumnya. Selain itu paling persiapan pertanyaan-pertanyaan biasa yang ditanyakan di wawancara. Tempat Wawancara akhirnya diberitahu tanggal 13 Juni via e-mail, dan saya dapet tempat di UNJ Rawamangun, tepatnya di Aula Perpustakaan Lt. 1. Karena mulai pukul 8 pagi maka tidak mungkin saya nekat hari H berangkat pagi-pagi dari Bogor. Akhirnya, strateginya adalah saya berangkat tanggal 16 Juni untuk tes tertulis Monbukagakusho di UI Depok, setelah itu baru ke UNJ. Kebetulan ada kawan dari Belitung yang ngekos di sekitar kampus UNJ. Alhamdulillah rasanya seakan dimudahkan. Yang paling penting hari tes Beasiswa itu nggak bentrok, jadi tetap bisa ikut dua-duanya.

Setelah selesai urusan di UI Depok, saya ambil KRL ke Manggarai dan kemudian keluar Stasiun ambil kiri sampai nemu Halte Busway. Ini murni intuisi karena saya belum pernah kesitu sebelumnya. Untungnya bener. Saya ambil Busway ke kampus UNJ dan langsung minta jemput teman. Kosannya tepat di depan kampus UNJ jadi enak banget, sudah bisa santai datengnya.

Tanggal 17 Juni, saya sudah ada di lokasi, Aula Perpustakaan Lt. 1, sebelum pukul 8 pagi. Ternyata disitu sudah rame banget karena peserta yang terjadwal wawancara har itu ada 200an orang. Sebagian besar peserta terlihat lebih senior dari saya, hihi. Karena saya bukan tipikal orang yang supel dan cepat bisa bergaul di lingkungan baru jadi cuma kenalan-kenalan biasa aja ke orang yang duduk di samping. Pagi itu kami diperlihatkan video dokumentasi Program Kepemimpinan LPDP Angkatan sebelumnya. Wahhh, kereeen banget. Pengen juga rasanya. Ada ekspresi ketawa, senyum, nangis, ngantuk, ketiduran dan lainnya. Tidak lama acara dibuka secara resmi, dan ada sambutan sekaligus pembukaan oleh Bapak Abdul Kahar (Dir. Dana dan Kegiatan Pendidikan, LPDP). Beliau menjelaskan apa itu LPDP, bagaimana mekasime pendanaan LPDP, apa perbedaan LPDP dengan Kementerian Lembaga, dan sedikit tentang seleksi wawancara. Satu yang penting adalah LPDP sangat mengapresiasi kemauan anak bangsa untuk belajar dan menuntut ilmu yang berkualitas dari tempat-tempat terbaik untuk nanti membangun Indonesia bersama. Dan, “Semua yang hadir saat ini (peserta lain) bukanlah pesaing/rival Anda, tapi rival Anda adalah Anda sendiri. Jika memang semua memiliki kualifikasi yang dirasa cukup untuk melanjutkan sekolah, semuanya akan lolos“. Jadi dalam beasiswa ini, pesaing terbesar adalah persiapan dan kesiapan diri kita sendiri. (more…)