jepang

Bahan Non-Halal di Chips Jepang

Setelah nulis soal “Cara menemukan makanan halal di Jepang Part 1 dan Part 2, saya mencoba sedikit mengeksplor makanan-makanan di supermarket dekat Asrama (sebut saja HalloDay). ternyata jika tahu mana kanji bahan makanan yang boleh dikonsumsi dan tidak akan sangat memudahkan lho. Selain itu, sekarang juga banyak terbantu aplikasi Google Translate karena bisa dengan mudah membaca tulisan kanji dari foto. Berikut hasil eksplorasinya untuk Chips/Keripik :

IMG_0893 (480x640)

Snack yang mengandung : ekstrak ayam, ekstrak daging, dan daging babi

Keripik/Chips – Umumnya keripik ditambahkan berbagai macam ekstrak (エキス) untuk menambah cita rasa, misalnya ekstrak ayam, ekstrak daging, ekstrak rumput laut, ekstrak ikan dsb. Nah, untuk jenis ini, bahan yang perlu diperhatikan adalah tentu saja ekstrak daging (hewan sembelihan karena sangat diragukan kehalalannya, misalnya ekstrak ayam (チキンエキス- chikin ekisu), meat extract (ミートエキス), ekstrak daging babi (豚肉), ekstrak daging sapi (牛肉) dan lainnya.

IMG_0895 (480x640)

Snak yang mengandung : kaldu ayam

Selain itu, bahan lain yang perlu diperhatikan adalah : kaldu atau konsome (コンソメ). Meski agak jarang ditemukan kalo di snack/chips tapi sebaiknya juga perlu diperhatikan. Saya menemukan salah satu produk snack yang mengandung kaldu/konsome tersebut. Konsome umunya ada di produk kayak mie cup, dan berbagai produk yang diseduh gitu.

Perlu diingat juga, walaupun pada beberapa snack biasanya jelas-jelas ada gambar udang, ikan, atau seafood lainnya, untuk komposisi lebih detil harus dipastikan terlebih dulu. Saya pernah kejadian, udah seneng-senengnya beli keripik rasa udang di Supermarket. Karena ada gambar udang di depannya jadi langsung pede gitu nyomot itu snack. Eh, pas mau dimakan di lab, baru nyadar dikomposisinya ada kanji 豚肉 alias daging babi. Pfffff ^%$#@#%^&&*))()*%&^%$^%&&. Apa boleh buat jadinya, saya langsung kasih snack itu ke teman Jepang di Lab sambil ngomong saya salah beli hehehe. Terus dia juga bingung, “kok bisa snack ini ada babinya ya ?”. Nah lho, harusnya saya yang nanya gituan haha.

Advertisements

Menemukan Makanan Halal di Jepang [2]

Tulisan Part 2 ini akan banyak membahas soal Kanji untuk menemukan makanan halal di Supermarket atau tempat belanja lainnya. Berikut adalah kanji-kanji yang harus dihapal dan diingat untuk bahan yang harus dihindar karena lebih mudah menghapal yang harus dihindari daripada menghapal bahan-bahan yang boleh dikonsumsi, haha. Pada beberapa produk biasanya bisa jadi mengandung beberapa bahan berikut :

Komposisi (原材料名) Romaji Arti Produk
ショートニング shortening shortening roti dan coklat
動物ショートニング Shortening (from animal) shortening Pada beberapa kue (cake)
ビーフエキス Beef Extract Ekstrak sapi Potato chips (keripik kentang)
鶏エキス Chicken Extract Ekstrak ayam Biskuit, kripik-kripik
肉エキス Meat Extract Ekstrak daging Mie seafood
ラード (豚の脂肪から精製) Lard Lemak babi Roti dan mie soba
ビーフコンソメ Beef Consomme Kaldu daging Potato chips (keripik kentang)
コンソメパウダー Consomme powder Kaldu bubuk
コンソメ Consomme Kaldu
洋酒 Western Liquor Arak barat Pada beberapa coklat
Sake Arak Jepang Kue
リクオール Liquor Minuman keras Es krim
洋酒漬レーズン Raisin moistened with Western wine Pada beberapa coklat
アルコール Alcohol Alkohol Pada beberapa shoyu (soy sauce)
ブランデー Brandy
ラム酒 Western wine Anggur barat Pada beberapa coklat
ビーフカレ Beef Curry Kari sapi Potato chips (keripik kentang)
レシチン Leichitin* Pada beberapa ramen dan coklat
トン骨ラーメン Tonkotsu ramen
みりん Red Sake Mirin
ワイン Wine anggur Coklat, hot cake, es krim
ゼラチン Gelatin Gelatin (terbuat dari tulang babi) Coklat, es krim, onigiri dan beberapa produk 711
Bahan yang perlu diperhatikan :
ショートニング Biasa berasal dari sumber hewani (動物性 or 動物)
油脂 Bisa berasal dari tumbuhan seperti (植物性 or 植物)
マーガリン Jika berasal dari tumbuhan  (植物性マーガリン)

(sumber : i-s.ppisendai.org/halal-haram/)

Nah selain itu, ada beberapa kanji yang umum ditemukan dan sangat baik jika tahu maknanya. Kadang, saya juga penasaran sih. Jadi, walaupun tidak ada kanji aneh-aneh seperti di atas, tapi kalo satu pun saya nggak tahu arti komposisinya jadi ragu-ragu juga, apa bisa dimakan atau nggaknya. Yuk, kita coba baca komposisi(原材料)dari salah satu snack “favorit” saya berikut :

IMG_20151014_14204

Kanji Romaji Arti
名称 meishou Tipe produk
クーッキ kukki Cookies
原材料名 Genzairyō-mei Komposisi
小麦粉 komugiko Tepung terigu
砂糖 sato Gula
ショートニング shortening mentega
植物油脂 Shokubutsu yushi Minyak sayur dan lemak
カカオマス kakaomasu Massa kakao
全粉乳 zenfun’nyu Susu bubuk
全卵 zentamago Telur utuh
ココアバター Kokoa bata Kokoa butter
食塩 shokuen Garam makan
膨脹剤 Bochozai Pengembang
乳化剤 (大豆由来) Nyūkazai (daizu yurai) Emulsifier (dari kedelai)
香料 Koryo Flavouring
内容量 Naiyōryō Jumlah total (dalam kemasan)
消費期限 Shōhi kigen Tanggal kadaluarasa
保存方法 Hozon hōhō Cara penyimpanan

Nah di Cookies ini, hal yang perlu diperhatikan hanya ショートニング (shortening) karena memang umumnya shortening tidak dijelaskan sumber asalnya, tidak seperti emulsifier (乳化剤) yang sudah disebutkan berasal dari kedelai. Oleh karena itu, untuk memastikan produk ini bisa dimakan atau tidak, kita harus mengontak perusahaannya (biasanya via telpon) atau melihat referensi dari fanpage Halal Food yang sudah saya sebutkan di tulisan sebelumnya. Kalau ternyata produk ini belum dikonfirmasi boleh atau tidak, lebih baik ditinggalkan. Yang lain masih banyak, jangan khawatir. Ini cuma snack kok bukan jodoh, hidup jangan dibuat susah, hahhaa.

Sekedar cerita saja, saya kadang suka bagi-bagi snack di Lab, dan mereka juga sebaliknya. Nah, beberapa kali saya harus menolak atau “menyimpan” snack mereka karena meragukan. Sampai akhirnya saya sampaikan bahan-bahan yang tidak boleh dikonsumsi oleh muslim, misalnya shortening dan emulsifier (karena kemungkinan besar berasal dari babi). Setelah saya sampaikan demikian, berikutnya mereka cek dulu sebelum beli snack agar bisa dibagi-bagi ke semua orang termasuk yang muslim. Sekian.

Part 1 : http://mfadhillah.com/2015/10/23/menemukan-makanan-halal-di-jepang/

Artikel lain yang bermanfaat :

http://www.survivingnjapan.com/2012/04/ultimate-guide-to-reading-food-labels.html

Menemukan Makanan Halal di Jepang [1]

Makan memakan adalah urusan paling vital bagi mahluk hidup heterotrof macam kita-kita ini #tsaaah. Duh balik lagi bahasanya, ceritanya udah mulai jadi mahasiswa lagi jadi bahasa-bahasa aneh gitu inget lagi hahaha. Tapi, sebagai muslim tentu tidak boleh sembarang makan saja, apalagi di negara yang mayoritas non-muslim seperti Jepang. “Yaelah bro, urusan makan aja ribet bener, makan ya makan aja ! Yang dimakan juga bakal dikeluarin kali Bro. Woles. Peace Love and Gaol aja hahha” Boleh aja sih berpendapat gitu, tapi kalo semua yang dimakan ente keluarin, ya apa gunanya makan, hahaha. Yang jadi masalah soalnye barang haram bukan cuma singgah bentar dan bikin kenyang di perut tapi bakal jadi darah daging (buka buku pelajaran SMP lagi ya ahahahah), Nah lho. Bisa berabe kan kalo makan sembarangan.

Kalo di Indonesia urusan begini mudah saja, karena dari warung kecil sampai restoran besar menyediakan menu halal, kadang disertai sertifikat dari MUI. Nah, kalo di Jepang gimana ? Saya akan berbagi pengalaman pribadi bagaimana mengidentifikasi dan menemukan produk dan makanan halal untuk ‘bertahan hidup’ selama di Jepang. Bagaimana menemukan makanan HALAL, berikut beberapa tips dan ceritanya :

  • Menemukan restoran halal dengan bantuan apps melalui smartphone. Ada beberapa apps tentang muslim dan berbagai hal terkait termasuk soal makanan. Apps ini bisa diunduh di Playstore : HalalMinds (menyediakan scan barkode pada produk), Halal Gourmet Japan (Menyediakan info restoran halal di seluruh Jepang berikut kriterianya, misalnya hanya chefnya muslim, atau tidak menyajikan alkohol, dll). Jika bergantung pada apps tersebut rasanya masih belum cukup, karena pasti ada keterbatasan. Di apps HalalMinds misalnya, waktu scan produk bisa makan waktu lama, dan tidak ditemukan. Selain itu, ada beberapa produk yang tidak ada info atau N/A. Salah satu Resto halal di dekat Kashiihama Kaikan (Asrama Kashiihama) adalah warung makanan Turki di Mall AEON yang menjual makanan halal nasi dan kebab dengan harga paling murah 500 Yen, mahal sih tapi porsinya lumayan juga lah. Ini gambarnya.

Mr. Kebab, andalan pas awal-awal hidup di Fukuoka. Alhamdulillah sudah 1 kali dapat Kebab Gratisan hahaha

Hasil scan produk “Milk Tea” dari Apps Halal Minds. Salah satu produk teh yang umum ditemukan di Vending Machine sekitar Kampus

  • Memasak sendiri. Ini cara yang paling aman, tapi tidak praktis hehe. Bahan-bahan makanan yang halal bisa ditemukan di Toko Halal, atau di supermarket biasa tapi pilihlah bahan seafood misalnya : udang, cumi, ikan yang masih mentah dan belum diolah. Biasanya sudah dipack unyu-unyu dalam ukuran ekonomis ala mahasiswa gitu, harganya 200-400 JPY per pack. Tapiiiii, saya satu kamar sama dua mahasiswa Cina yang hobi masak babi, pernah satu kali masak bareng (sebelahan maksdunya) dia masak babi, saya masak ikan, jarak penggorengan nggak sampai satu jengkal, mana pake acara minyaknya muncrat-muncrat lagii. Nasiiib nasiiib

Calon Bapak (yang baik) #tsaaah. Dapur di Asrama kece badai, PW banget buat masak

  • Makan di kantin halal kampus. Kalo di kampus-kampus yang punya banyak mahasiswa internasional biasanya ada kantin halalnya, di Kyushu Univ. ada kantin yang namanya Nabi-san (katanya yang punya namanya Nabil). Di kantin ini ada beberapa menu yang disajikan, model bento gitu tapi. Harganya berkisar 390-600 JPY per porsi. Abis beli disitu, terus nyari tempat duduk di taman, kadang makan sama anak-anak Afganistan.

(more…)

Alhamdulillah, Sah.. Jadi Mahasiswa Master

blog7Gimana Para saksi Sah ? Sah ?. Sah !! Alhamdulillah. Barakallahu … Akhirnya sah juga jadi mahasiswa master di Kyushu University. Lebih dari satu tahun menunggu momen-momen ini. Dulu lulus LPDP Juni 2014, kemudian dapat LoA dai kampus April 2015, baru mulai kuliah Oktober 2015. Yah, memang sesuatu sekali. Makanya jangan membiarkan orang menunggu #apasih. Maksudnya buatlah waktu menunggu itu produktif, jadi tak kerasa eh udah abis aja satu tahun. “Jangan bahagia dulu Dhil, ini baru dimulai. Didepan belum tahu bakal kayak apa”. Hahaha, nasihatin diri sendiri.

Oh ya, sedikit cerita tentang minggu pertama di Fukuoka. Saya mendarat di Fukuoka (dari Tokyo) sekitar pukul 12 JST katanya ngaret kurang lebih 30 menit karena lalu lintas yang padat di bandara Fukuoka (福岡空港). Awalnya pas di Bandara Haneda sempat was-was karena ada tulisan maksimum bagasi hanya 20 kg, sedangkan bagasi saya udah 26 kg sendiri. 大丈夫かな? (Apa-apa nggak ya ?) Ya, kalo memang harus bayar apa boleh buat. Eh, ternyata pas check in, mbak-mbaknya nggak mempermasalahkan gituan. Yasudah, amaan. Satu hal lagi, maaf kalo sedikit curcol. ternyata ANA tidak lebih bagus dari Garuda, dikira teh sama. masak penerbangan 2 jam nggak dikasih snack apapun, cuma minuman aja #fiuh. Hidup keras, mana nggak jajan di bawah pun. Alhasil selama penerbangan jadi waktu tidur aja haha.

Nah, ada hal yang aneh sedikit. Pas turun nih, langsung tuh kan ngikutin arus orang keluar, belok sana sini lurus, soalnya dikira mau ngambil bagasi bareng. Dari lantai satu naik ke lantai dua. Kok, aneh ya ? jarang banget ngambil bagasi di lantai 2, dimana-mana biasanya malah turun. Eh, kok pada masuk ke restoran sih. Wah, wah kacau, ini kagak bener. Akhirnya langsung turun ke bawah dan nanya Bapak Satpam, sambil nunjukin boarding pass dan bilang “(荷物は” Nimotsu wa ?” artinya “bagasi ?”. Pak Satpam pun langsung manggil crew ANA yang di darat, mbak-mbak crew ANAnya langsung menghampiri sambil bilang, “Tinggal satu ini”. Lah perasaan penumpangnya hampir penuh, dan dari pesawat pun langsung turun nggak kemana-mana, kok udah pada selesai aja ngambil bagasinya ya. Jangan-jangan pada nggak bawa bagasi mungkin ya. Semuanya masuk kabin jadi lebih praktis nggak nunggu-nunggu. Oh ya, karena saya pake penerbangan domestik jadi sampai juga di terminal domestik, perlu naik shuttle bus bandara untuk ke Terminal Internasionalnya, karena welcome counter Kyushu Univ. (Kyudai) ada disana.

IMG_20151003_133632

Teman sekamar di Kashiihama A304 (Dua-duanya dari China)

Di Welcome counter Kyudai, harus lapor dan nunjukkan email untuk layanan shuttle bus gratis dari bandara ke Kaikan (会館)di Kashiihama, Higashi-ku. Kurang lebih hanya 30 menit dari bandara ke asrama dan langsung bisa masuk ke kamar setelah selesai registrasi. Saya dapat kamar shared room ber-3 dengan orang yang tidak dikenal sebelumnya, dan juga tidak bisa minta dengan siapanya. Pasrah aja ditaro satu kamar sama siapa aja, mudah-mudahan dapet yang normal-normal aja, hahaha. Tak lama setelah masuk dan ngecek kamar, eh ada yang datang. Lho ternyata Mba Fitri, Alhamdulillah dapat tutor (yang ngajarin bertahan hidup awal-awal di fukuoka) orang Indonesia dan kebetulan satu lab juga. Yokatta desu ne !! よかったですね。Bisa komunikasi dan nanya dengan mudah. Beberapa jam setelah itu, ternyata baru tahu, Mba Fitri nggak ikut upacara wisuda gara-gara hari itu harus ke asrama. Merasa bersalah. Hari itu malah langsung diajak jalan-jalan, bayar tagihan asrama, dan kebetulan ada tiket nonton gratis di Bioskop Canal City Hakata, nonton film “Pendekar Tongkat Emas”. Hari itu hari terakhir rangkaian festival film Fukuoka apa gitu., dan film Indonesia salah satunya ikutan juga. Besoknya juga diajak lagi ke Barbeque di Kampus Ito, bareng KUMSA (Kyushu University Muslim Student Association) dan saudara-saudara dari Fukuoka Masjid, masih dalam suasana Eid Adha. Bertemu saudara muslim di daerah minoritas itu memang “sesuatu” banget, mau dari negera mana pun, warna kulit apa pun, we are all brother because of the shahadah.

blog9

Diskusi dengan Pengurus Masjid Fukuoka tentang rencana kedatangan D. Zakir Naik di Fukuoka

blog10

Asiknya bakar-bakar, abis dibakar langsung disantapp

Senin (28/09) pagi saya ke Lab bertemu Sensei dan kebetulan ada morning seminar untuk semua member di lab Microb Tech. Saya diminta perkenalan diri di depan sebagai pendatang baru di lab. Saya selipkan beberapa kata-kata dalam bahasa Jepang, sengaja untuk memberi kesan ke mahasiswa Jepang dan senseinya. And It works, banyak yang terkesan haha. Padahal cuma bilang “Ohayou gozaimasu おはようございます” di awal dan bilang “Kore kara yoroshiku onegaiitashimasu これからよろしくお願いいたします” di akhir. Artinya “Selamat pagi” dan “Mulai sekarang, (saya) mohon bantuan rekan-rekan semua”. Saya pakai bentuk yang halus haha, biar lebih berkesan.

blog8Setelah hari Senin, saya mahasiswa baru masih harus menjalani beberapa orientasi seperti : orientasi dari International Center (国際センター), dari Sekolah Pascasarjana, dari Perpustakaan pusat dan dari Asrama Internasional tempat kami tinggal. Tapi semuanya hanya kayak kuliah kok, nggak ada perploncoan ala-ala sekolah jaman barbar gitu haha.

Nah, Kamis (01/10), hari pertama di bulan Oktober, sekitar pukul 11.30 JST kami resmi disambut oleh President Kyushu University, Presiden Kubo, di Shiiki Hall, Kampus Ito. Untuk periode ini ada sekitar 400 mahasiswa asing yang masuk, termasuk yang program sarjananya.

Ja ne, sekian dulu update untuk kali ini. Mudah-mudahan akan lebih rajin nulis selama di Jepang. Banyak hal yang masih diriset di kepala soal tulisan tentang Jepang. Ada niat mau merutinkan untuk nerbitkan tulisan disini tapi khawatir belum bisa konsisten sih. Jadi sementara ini masih bergantung mood menulis aja. Maafkan. Sekian.

Tokyooo : Eid Adha dan lain-lain

Sebenarnya ini soal memanfaatkan peluang, tsaaah. Kayak berat banget dah bahasannya. Jadi waktu minta jatah tiket ke Jepang via travel penyedia beasiswa, saya dikasih tiket dari Jakarta-Fukuoka tapi kudu transit dulu di Tokyo. Kalo dari Indonesia memang kayaknya nggak ada penerbangan langsung ke Fukuoka, jadi harus transit entahkah di Singapura, Incheon (Korsel) atau Filipina dan lainnya. Saya awalnya nggak nyangka akan dipesankan pesawat dengan transit di Tokyo, tapi karena sudah dibuka peluang demikian, saatnya disikaaattt (baca : dimanfaatkan dengan cara yang benar, hehe). Saya konfirmasi ke pihak travel agar penerbangan dipisah, dan akhirnya dapat tiket dengan jadwal : Jakarta-Tokyo 21 Sept malam, Tokyo-Fukuoka 25 Sept pagi. Yokatta, Alhamdulilah tanggal 24 Sept berarti di Tokyo dan bisa ikut sholat Eid di Sekolah Republik Indonesia Tokyo, SRIT. Daaan, selain itu, bisa juga sedikit kenalan dengan Ibu kota Jepang ini. Banyak sekali tempat yang sering dilihat waktu dulu jaman-jamannya suka nonton Dorama Jepang haha. Baiklah berikut sedikit cerita selama di Tokyo 22 Sept-25 Sept 2015.

blog621 September 2015. Tidak banyak yang bisa diceritakan karena memang baru berangkat dari Indonesia pukul 23.30. Malam itu dianter oleh beberapa teman BIO46 : Masrukhin dan Fajar (dua-duanya anak LPDP), dan temen kantor di Nano Center : Fauzan (merangkat supir), Ulin, dan Uud. Saya nggak sampai nangis keluar air mata, cuma agak sedih aja dari beberapa hari sebelumnya karena kayaknya kali ini berangkat ke luar negerinya agak lama dari yang biasa. Ayah dan Ibu nggak nganter sampai Soetta, cuma sampai Hananjoedin (Bandara di Belitung). Mereka nganter tapi sekaligus ikut seharian nunggu karena penerbangan di-delay dan hampir batal karena kabut asap di Belitung, huhu.

22 September 2015. Sampai di Bandara Haneda, Tokyo sekitar pukul 8.20 JST, perjalanan cuma sekitar 6 jam lebih. Dan bagi saya kayak numpang tidur aja di Garuda, haha. Nonton film on-flight aja cuma sebiji, Terminator Genesys, that’s it. Selebihnya adalah bobok ganteng malam hari. Ya wajarlah ya itu kan memang jadwal normal untuk tidur. Apa yang dilakukan di Haneda ? Saat ketemu Imigrasi sebelum ke pengambilan bagasi, saya ditanya beberapa hal oleh petugas Imigrasi, salah satunya adalah “Mau izin baito juga sekalian ?”  soalnya mahasiswa diperbolehkan baito. Saya sebelumnya nggak ngira bakal ditanya gituan, jadi agak sedikit gelapan juga. Soalnya pake bahasa Jepang gitu. Setlah nunggu beberapa saat, Taraaa.. Resident Card keluar. Tak lama pun koper biru 30 kg-an (bagasi saya) terlihat, dan sayang langsung keluar. Di lobi luar, saya leha-leha dulu di tempat duduk. Eh, Pak Polisi dateng nyamperin, nanya-nanya soal status di Jepang, cara menghubungi polisi di perlu dan lainnya. Bahasa Inggrisnya bagus, tumben haha. Memanfaatkan WIFI bandara yang lumayan kenceng, saya update dan ngasih kabar kalo sudah sampai ke keluarga di rumah. Kebetulan sekali. ada kenalan di Indonesia, Pak Ivan, yang juga sedang menuju bandara mau ke Indonesia. Akhirnya kami ketemu, beberapa saat sebelum saya memutuskan untuk naik bus ke Kita-Senju Sta. (more…)

Mengurus Visa Jepang

wpid-dsc_8891.jpg

Issued. Yeay. Japan, I’m comingg

Entah ada angin apa tahu-tahu ada urusan yang membuat saya untuk mengurus visa kunjungan ke Jepang. Walaupun sebelumnya di paspor sudah tertempel visa China, namun saya belum pernah sama sekali mengurus visa sendiri. Ya maklumlah, waktu ke China sebelumnya diurus oleh Pihak Kemenpora yang baik hati. Untuk visa Jepang kali ini, selain harus ngurus buat saya sendiri saya bantu ngurus buat empat orang lainnya. Informasi tentang cara pengajuan visa ya pasti dari website kedutaan besar Jepang. Namun, semakin dibaca jadi malah banyak pertanyaan sendiri yang bingung mau ditanya ke siapa, salah satunya misalnya : Apakah boleh mengurus visa untuk orang lain ? Butuh dokumen apa saja agar bisa mengurus visa orang lain ? Apakah mengajukan visa wisata atau bisnis ? Apa bedanya ? dan sekian pertanyaan lainnya. Sebelumnya saya sudah pernah masuk Kedutaan Jepang untuk urusan beasiswa Monbukagakusho April 2014 kemarin, kurang lebih saya tahu bahwa disekitar itu akan susah menemukan tempat print, fotokopi, cetak foto dsb. Oleh karena itu, niatnya memang ingin mempersiapkan semuanya seOKE mungkin agar tidak boros waktu bolak-balik perbaikan dokumen nanti. Jadi bisa langsung masuk dan lolos. Yaa.. namanya juga harapan (dan doa).

Saya keluar dari Asrama di Bogor sekitar pukul 06.00, Alhamdulillah tidak kena macet parah waktu di angkot menuju stasiun Bogor. Dari stasiun langsung beli tiket ke St. Sudirman. Dari Sudirman sebenarnya lumayan dekat kalo mau jalan ke Kedutaan, kalo angkutan umum yang lewat kedubes ada juga (cuma saya nggak tahu naiknya dari mana). Saya langsung stop taxi saja, waktu dulu pernah nyoba cuma bayar 8000 doank dan waktu itu ternyata masih sama segitu. Sesampainya di depan kedubes Jepang, saya nggak langsung masuk karena dua orang teman masih belum datang. 15 menit kemudian, teman saya belum datang dan saya pun masuk sendiri ke lobi visa karena sebenarnya lagi kebelet juga. Agak asing bagi saya pas masuk, karena memang pertama kali. Lihat orang yang bawa setumpuk dokumen plus buku hijau kecil (paspor hijau), sepertinya itu travel agent yang ngurus banyak aplikasi visa. Wow, apa nggak rempong tuh ?. Melihat orang banyak duduk-duduk di lobi, saya pun ikut duduk. Eh, ternyata orang lain mah sudah ngambil nomor antrean visa, baru duduk. Jadi saya ngambil nomor antrean baru duduk lagi. Saya lupa nomor berapa yang saya ambil, saking seringnya ngambil nomor antrian sehari itu.

wpid-img_20141013_131337.jpg

Bukti penyerahan dokumen visa

Waktu saya masih nunggu giliran dipanggil, Nah dua orang teman saya datang (Pak Suryandaru dan Pak Amin). Karena Pak Amin adalah tamu bagi saya, maka Beliau saya prioritaskan duluan dengan nomor antrian saya. Pas no. saya dipanggil Pak Amin maju dan bawa berkas untuk 3 orang (atasannya). Karena Pak Amin mengurus paspor untuk orang lain maka diminta surat : 1) Surat ket. Bekerja di kantor tersebut, 2) fotokopi KTP. Jgerrr, fotokopi KTP yang mengurus belum disiapkan, akhirnya berkas ditolak. Selain itu, ternyata perlu dokumen Asli untuk semua berkas tanpa terkecuali, walaupun satu surat keterangan bisa digunakan oleh 3 orang, tapi tidak boleh pakai fotokopian, harus yang asli. Nah, untuk berkas 1 dan 2 itu saja masalahnya. Berkas 3 ditolak ‘mentah-mentah’ karena KTP pemohon dari luar wilayah kerja kedutaan Jepang di DKI Jakarta. Maka harus mengurus di daerah yang telah ditentukan.

Kemaren sewaktu ngurus visa Jepang, eh kebetulan ada artis Fedi Nuril dan beberapa orang (mungkin manajernya). Mereka datang agak siang. Eh tiba-tiba salah seorang (yang mungkin manajernya) nanya saya, gimana kalau mau nguru visa Jepang. Saya langsung suruh ngambil nomor antrian dulu trus nunggu dipanggil. Mungkin doi juga lagi mau ke Jepang hoho. Eh, tapi kan katanya ke Jepang mau bebas visa yak, ya mudah-mudahan aja sih. Lebih mudah dan nggak ribet kalau kayak gitu.

Hal-hal yang perlu diperhatikan saat mengurus visa kunjungan ke Jepang :

  1. Perhatikan benar-benar dokumen-dokumen yang disyaratkan, silakan cek di Web untuk lebih lengkapnya, Visa Kunjungan Bisnis dan Visa kunjungan wisata berbeda di beberapa dokumen
  2. Semua dokumen harus asli, kecuali yang diminta adalah fotokopinya, misalnya KTP.
  3. Perhatikan wilayah yurisdiksi pengurusan visa karena ketika petugas Visa melihat KTP pemohon tidak sesuai dengan wilayah kerja yang dilayani konjen atau kedutaannya, berkas Anda akan ditolak mentah-mentah
  4. Jangan mengurus visa saat mepet-mepet berangkat, karena ada kemungkinan ditolak. Paling telat banget, uruslah visa seminggu sebelum keberangkatan ke Jepang (yang dijadwalkan)
  5. Mengenai Hotel, cukup cantumkan namanya aja, tidak perlu sampai dibook dan sebagainya
  6. Untuk urusan bisnis, pastikan surat dari pengundang di Jepang dapat diterima oleh pihak kedubes/konjen jepang misalnya punya kop, cap dsb
  7. Jika Anda menguruskan orang lain, yaitu atasan Anda di kantor, maka cukup perlu surat tugas dan fotokopo KTP, surat kuasa malah tidak perlu
  8. Nah, ada kasus bahwa masa berlaku paspor kurang dari 6 bulan dan kemudian mengajukan visa. Sebaiknya diperpanjang dulu agar tidak menjadi masalah di kemudian hari.
  9. Datanglah sepagi mungkin, karena makin siang pemohon visa makin ramai. Waktu masing-masing orang ketika di loket pengajuan Visa bisa berbeda-beda, bisa lama bisa bentar.
  10. Simpan baik-baik bukti penyerahan dokumen yang dikasih setelah menyerahkan berkas di loket visa. Nanti itu akan digunakan untuk mengambil visa

Pengambilan Visa

  1. Waktu pengambilan visa 13.30 sampai 15.00, tapi jika lewat dari itu masih dilayani kok, kemaren kita malah jadi orang terakhir yang ada di ruangan itu karena sempat ada beberapa hal yang dibicarakan sama petugasnya
  2. Sipakan Uang ya jangan lupa

Kesempatan Exchange untuk Mahasiswa IPB

Sedang bosen kuliah ? atau punya niat untuk ke negeri orang ? mungkin “memanfaatkan” program Exchange di ICO IPB bisa jadi pilihan menantang. Kenapa saya bilang “memanfaatkan”, hmmm mungkin pasalnya jarang yang tahu kalau di International Collaboration Office IPB banyak program kerja sama antar IPB dan universitas asing  salah satunya dalam bidang pertukaran pelajar/mahasiswa atau student exchange. Ciyus ? Eh, mulai keluar bahasa alaynya. Serius lho, tapi ini bisa saja cuma pendapat saya aja. Nah, pengen sedikit cerita, tahun 2012 lalu sekitar bulan Juni 2012 ada info di mading departemen saya tentang program magang/Internship di perusahaan Jamur di Sasayama, Kobe Jepang selama kurang lebih 6 Bulan. Saat itu saya tertarik, walaupun konsekuensi masa studi di IPB akan jadi lebih lama. Itu sih resikonya kalo istilah ekonominya opportunity cost-nya ketika mengambil suatu keputusan, hehe. Mulailah saya menyiapkan berkas-berkas dan mengumpulkan ke bag. Kemahasiswaan Rektorat IPB. Beberapa minggu setelah itu, bahkan beberapa bulan tidak ada kabar apa-apa lagi padahal harusnya adalah tahap wawancara. Beberapa kali saya kontak person in charge-nya namun tidak ada jawaban yang memuaskan. Sampai akhirnya saya nyerah dan jadi tidak tertarik lagi, yasudahlah. Setelah itu agaknya saya jadi agak trauma dengan program-program seperti itu dan memilih fokus kuliah aja #ngiket kepala.

Sewaktu Pameran ISEE 2013 (4/10) kemarin yang diadakan BEM KM IPB, saya datang sambil ngisi waktu luang. Walaupun tidak terlalu rame isinya namun saya dapet info yang lumayan mengagetkan. Salah satu pengisi stand adalah ICO IPB yang menjelaskan mengenai program-program ICO yang sedang dijalankan saat ini. Saya ambil satu selebaran yang isinya daftar beasiswa/program pertukaran yang sedang berjalan saat ini. WOW. Banyak juga, tapi kenapa saya nggak pernah denger/tahu ? Apa saya yang cupu ya ? Nggak pernah nyari-nyari info. Agak nyesek juga sih karena baru tahu info itu di semester tua renta ini hahaha. Kebanyakan program ke Jepang lagi, ckckckck. Kalo ditanya “Masih niat Exchange Mas ?”  jawabnya hanya, “Saya memilih untuk segera lulus aja deh” haha. Berikut beberapa hal agar tidak ketinggalan info-info seperti ini ya (terkhusus buat adik-adik yang masih di semester awal) :

  • Sering-sering keliling baca mading departemen/fakultas masing-masing
  • Datang ke ICO untuk tahu lebih jelas program-program pertukaran yang sedang berjalan
  • Usahakan punya daftar program-program ICO, contohnya : seperti ini :

100_5080

  • Like Fanpage ICO IPB dengan nama “International Collaboration Office – IPB” atau langsung lewat tautan ini ICO IPB (per 21 November 2013 baru 638 likes di Fanpage ini). Fanpage ICO terbilang cukup aktif diupdate dan bisa jadi sumber info juga.
  • Kontak pegawai di ICO yang mengurus bagian pertukaran/Exchange

Silahkan dilihat daftar program pertukaran dan beasiswa di ICO yang saya tampilkan di tulisan ini, lebih jelasnya silahkan kontak ke ICO. Selamat mencoba dan Semoga berhasil.