Bahan Non-Halal di Chips Jepang

Setelah nulis soal “Cara menemukan makanan halal di Jepang Part 1 dan Part 2, saya mencoba sedikit mengeksplor makanan-makanan di supermarket dekat Asrama (sebut saja HalloDay). ternyata jika tahu mana kanji bahan makanan yang boleh dikonsumsi dan tidak akan sangat memudahkan lho. Selain itu, sekarang juga banyak terbantu aplikasi Google Translate karena bisa dengan mudah membaca tulisan kanji dari foto. Berikut hasil eksplorasinya untuk Chips/Keripik :

IMG_0893 (480x640)

Snack yang mengandung : ekstrak ayam, ekstrak daging, dan daging babi

Keripik/Chips – Umumnya keripik ditambahkan berbagai macam ekstrak (エキス) untuk menambah cita rasa, misalnya ekstrak ayam, ekstrak daging, ekstrak rumput laut, ekstrak ikan dsb. Nah, untuk jenis ini, bahan yang perlu diperhatikan adalah tentu saja ekstrak daging (hewan sembelihan karena sangat diragukan kehalalannya, misalnya ekstrak ayam (チキンエキス- chikin ekisu), meat extract (ミートエキス), ekstrak daging babi (豚肉), ekstrak daging sapi (牛肉) dan lainnya.

IMG_0895 (480x640)

Snak yang mengandung : kaldu ayam

Selain itu, bahan lain yang perlu diperhatikan adalah : kaldu atau konsome (コンソメ). Meski agak jarang ditemukan kalo di snack/chips tapi sebaiknya juga perlu diperhatikan. Saya menemukan salah satu produk snack yang mengandung kaldu/konsome tersebut. Konsome umunya ada di produk kayak mie cup, dan berbagai produk yang diseduh gitu.

Perlu diingat juga, walaupun pada beberapa snack biasanya jelas-jelas ada gambar udang, ikan, atau seafood lainnya, untuk komposisi lebih detil harus dipastikan terlebih dulu. Saya pernah kejadian, udah seneng-senengnya beli keripik rasa udang di Supermarket. Karena ada gambar udang di depannya jadi langsung pede gitu nyomot itu snack. Eh, pas mau dimakan di lab, baru nyadar dikomposisinya ada kanji 豚肉 alias daging babi. Pfffff ^%$#@#%^&&*))()*%&^%$^%&&. Apa boleh buat jadinya, saya langsung kasih snack itu ke teman Jepang di Lab sambil ngomong saya salah beli hehehe. Terus dia juga bingung, “kok bisa snack ini ada babinya ya ?”. Nah lho, harusnya saya yang nanya gituan haha.

500 Yen untuk Makan Jeruk Sepuasnya

8

Apel Fuji

5

Jeruk Akaneko

Kichiji-en (吉次園) adalah tempat lain yang dikunjungi selain Pabrik Bir Suntory yang saya ceritakan sebelumnya. Nah, Kichiji-en itu adalah, bukan pabrik bir lagi pastinya, kebun buah yang bisa metik sendiri. Kichiji-en” terletak di Kota Kumamoto, Kita-ku, merupakan area pertanian yang menyediakan pengalaman unik memetik buah langsung dari pohonnya dan bisa langsung dimakan di tempat. Kichijien merupakan perkebunan organik yang menerapkan sistem organic dan eco-farmer serta tidak menggunakan pestisida. Kebayang nih, kagak punya atau pernah beli tanah sama sekali di jepang, kagak bisa nanam buah, kagak punya duit (ngenes banget dah) hahaha, tapi bisa metik buah macam di kebun sendiri, langsung dimakan pulak. Bukan satu dua biji tapi sampe sepuasnya selama 1 jam. Ehhmm, ya tapi nggak gratis lah pastinya ya. Keterlaluan banget kalo gratis mah, cukup bayar 500 yen untuk jeruk dan 800 yen untuk apel.

Sebelum dipersilakan masuk ke kebunnya, pengunjung harus bayar 500 yen dulu di kasir, kemudian baru dikasih peralatan memetik jeruk : gunting buah dan plastik putih. Kalo gunting kan jelas tuh buat apaan ya, nah plastik ini banyak yang salah tafsir. Ada yang bilang nanti kalo bawa pulang paling banyak satu plastik ini. Agak masuk akal sih, jadi saya percaya aja haha. Nah, ternyata setelah dijelaskan dari Mba-mbak tukang kebunnya, plastik itu untuk tempat sampah kuliat jeruk yang abis dimakan. Kalo mau bawa pulang jeruk harganya 400 yen per Kg-nya. Nggak gratis ya ternyata haha. Yahh. Kirain teh. Nah, selama satu jam, pengunjung (yang sudah bayar 500 yen) bisa makan jeruk sepuasnya, mau berapa biji pun boleh, kalo kuat sih. Oke, petik satu, nyam nyam makan, dua, tiga, empat, lima, enam, mata udah sepet. Oke, angkat tangan. Udah cukup kayaknya dah.

Cara memetik jeruk yang baik dan benar (diperagakan oleh model majalah …)

Selain jeruk, bulan Nopember seperti saat itu ada juga buah lain yang bisa dipetik, Apel. Variates Apel yang ditanam disini adalah Fuji, katanya salah satu yang terkenal di Jepang. Kalau ingin makan Apel sepuasnya di kebun, sebanyak apapun selama satu jam harganya agak sedikit mahal sih 800 yen. Kalo ingin dibawa pulang, tergantung beratnya, 65 yen/100 g. Hmm, mahal sih dibandingkan dengan sama yang sudah siap angkut di supermarket. Tapi, kalau ingin merasakan sensasi memetik apel seperti di kebun sendiri, boleh dicoba lah. Nah, buah apel nggak sebanyak buah jeruk lho, selain itu letaknya juga tinggi-tinggi jadi butuh sedikit tenaga ekstra.

Di kebun ini ada beberapa jenis buah yang bisa dipetik, tapi tergantung musimnya. Jenis buah-buahannya antara lain : apel, jeruk, stroberi, persimmon, pear, dan anggur. Harganya bervariasi antara tiap buah, dan tentunya berbeda juga untuk anak-anak dan orang dewasa. Ini jadwal tahunan Kichiji-en jika suatu saat berminat ke sana :

7

Ternyata Begini Proses Bir Suntory Dibuat

Bir adalah minuman yang asing bagi saya, asing banget, tentu karena saya muslim. Jangankan minum, nyium baunya aja kepala udah pusing nggak karu-karuan. Pernah tuh, pas abis sport meeting di Lab saya, anak-anak Jepang pada party sambil minum alkohol, saya pun izin pulang duluan gara-gara nggak kuat baunya. Nah, kemarin 21 Nopember 2015, DOI-Sensei ngajak semua anak di kelas “Advanced Technology in Agriculture” ke Suntory Beer Factory, Kumamoto dan Kichijien Fruit Farm. La la la, semuanya senang karena kita anak-anak baru yang perlu banyak jalan-jalan di Jepang. Apalagi ini gratisan gini. Ikoouu…

suntory5

Sampai di Suntory Beer Factory, Kumamoto Plant

Dari Hakozaki ke Kumamoto kurang lebih ditempuh 2 jam mengunakan bus kampus. Tujuan pertama kami adalah Suntory Beer Factory, Kumamoto. Sewaktu masuk kawasan, “wuih gede ya pabriknya. Emang bisnis bir menggiurkan #eh”. Sesampai di dalam gedung, ada photobooth gitu yang menarik banyak hati untuk foto disana. Nah, tapi eh tapi gambar latarnya itu tuh produknya mereka “Bir Premium Malt”. Eh ini apa-apa nggak ya foto pake latar begituan. Ada temen yang malah pake property gelas Bir gitu. Hmm, itu mah udah kelewat batas kalo saya juga pake. Teman saya, Juma Kissuse muslim Tanzania, ogah foto situ. Ah, saya foto ajalah, dan akhirnya inilah fotonya, pake senyum dikit.

Suntory

Saya, lagi makai nametag PINK

Tidak lama setelah itu, karena setelah sesi Factory Visit ada sesi minum bir gratis, setiap pengunjung diberikan kalung untuk menandakan mana yang boleh minum bir, mana yang tidak minum bir dan mana yang masih di bawah umur. Saya dan beberap teman lainnya yang tidak minum bir diberi nametag PINK, sementara yang lainnya diberi nametag kuning.

Bahan-bahan untuk membuat Bir “Premium Malt’s”

Bahan-bahan pembuat Bir

Bahan-bahan pembuat Bir (Sumber : http://www.suntory.com/beer/premium/en/about)

Dalam sesi ini kami dijelaskan bagaimana Bir “Premium Malt” kebanggaan Suntory ini dibuat. Sebenarnya tidak banyak bahan untuk membuat bir yang memabukkan lho : hanya perlu 3 jenis bahan saja, yaitu : Barley, Aroma Hops, dan Air. Barley/Malt adalah sumber starch atau pati, bahan yang akan difermentasi, Aroma Hop/Hops merupakan bagian dari bunga (Lupulin grand) yang digunakan untuk memberi aroma khas dan rasa pahit pada bir. Untuk Barley, kami diminta satu per satu untuk coba memakan bijinya yang kering. Setelah itu ditanya bagimana rasanya ? “Hmm, enak ya. Manis”. Serius lho, rasanya memang manis, beda kalo lagi gigit beras hihihi. Setalah itu, kami juga diminta mencium aroma dari aroma hop, nggak disuruh nyicip karena rasanya pahit banget. Bentuk aroma hopnya sudah dalam bentuk pellet berwarna hijau daun gitu. (more…)

Kunjungan ke Fukuoka Slauhter House/ Rumah Potong Hewan

Kunjungan ke Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Fukuoka (福岡市) merupakan salah satu bagian dari kuliah “M05 Current Topics in Agriculture and Food Environment” yang saya ambil semester ini. Pengajar di kuliah ini adalah Prof. NAKAMURA Mako, dari Animal Science, Fakultas Pertanian. Hmm, rasanya akan jadi kesempatan langka untuk mengunjungi tempat seperti ini, apalagi yang katanya RPH terbesar ke-2 di Jepang ini, setelah Tokyo. Di seluruh Jepang ada kurang lebih 28 RPH dari Sendai sampai Sasebo (Pref. Nagasaki). Namun hanya ada 10 yang mungkin tergolong sebagai Central Market, yaitu di Sendai, Saitama, Tokyo, Yokohama, Nagoya, Osaka, Kyoto, Hiroshima, dan Fukuoka. Sebanyak 18 sisanya ada di kota kecil lainnya di Jepang.

Mengapa keberadaaan RPH penting di Jepang ?

IMG_0261 (1)

Pintu Masuk RPH Fukuoka

IMG_0260 (1)

Foto bersama setelah jalan-jalan keliling RPH

Oh ya, sebelum banyak cerita soal keadaan RPH Fukuoka ini, ada hal yang membuat keberadaan RPH penting nih. Di Jepang ada undang-undang yang mewajibkan hewan-hewan ternak seperti sapi, babi, kuda, domba dan kambing dipotong di RPH, dilarang selain disini (undang-undang nomor berapa pasal berapa dan ayat berapa, aye kagak ngerti ye maaf, hehe). Alasannya karena hewan-hewan tersebut dikonsumsi oleh banyak orang sehingga aspek kesehatan dan prosesnya harus dalam pengawasan pemerintah. Jika dipotong sembarangan (tanpa pengawasan) dan ternyata hewan tersebut berpenyakit, maka akan banyak yang kena dampak hal ini. Nah, untuk hewan-hewan liar seperti rusa, babi liar dan lainnya, dibolehkan untuk dipotong sendiri. Karena hewan liar tersebut hanya dalam jumlah kecil, dampaknya pun hanya ke sebagian kecil masyarakat yang mengkonsumsinya. Nah, untuk Kota Fukuoka sendiri ada 19 Inspector/ pengawas yang bertugas memantau kesehatan hewan-hewan sebelum dipotong. Jadi sudah kebayang kan gimana kepedulian Jepang soal keamanan makanan.

Rata-rata per harinya RPH Fukuoka ini memproses 120 Sapi dan 600 babi, namun jika peak season seperti Natal dan acara lainnya, jumlah hewan yang dipotong bisa dua kali lipat. Umur sapi yang dipotong disini berkisar 30 bulan, sedangkan 6 bulan untuk babi. Setiap sapi akan diberikan barcode untuk proses pelacakan sampai daging tersebut dijual di supermarket, sedang untuk babi tidak ada barcode seperti itu. Jadi daging yang dijual di supermarket bisa dilacak dari sapi jenis apa, dipotong tanggal berapa dan lainnya. Nah, karena Fukuoka termasuk pasar yang besar untuk daging, para peternak di sekitar Kyushu lebih suka menjual ternaknya di RPH Fukuoka karena banyak pembeli dan harganya pun bisa lebih mahal. Bagaimana mekanisme yang terjadi dari mulai sapi/babi dari peternak sampai ke supermarket dan ke meja makan ? Beginilah kisahnya, hehe.

Distribusi Daging

Ada 195 pembeli tersertifikasi (certified buyers) di RPH ini jadi tidak semua orang bisa masuk dan ikut dalam pembelian/ pelelangan disini. Kebanyakan untuk babi tidak masuk ke pelelangan (auction room) karena sudah dibeli sebelum masuk di RPH, hanya sekitar 30 % dari babi yang masuk proses lelang. Lain hal dengan sapi, kebanyakan sapi justru masuk lelang dan hanya sebagian kecil yang sudah dibeli sebelum masuk RPH.

Proses selama di RPH Fukuoka

Awalnya saya mengira alat dan ruangan untuk memotong sapi dan babi sama, ternyata yang saya temukan (more…)

Menemukan Makanan Halal di Jepang [2]

Tulisan Part 2 ini akan banyak membahas soal Kanji untuk menemukan makanan halal di Supermarket atau tempat belanja lainnya. Berikut adalah kanji-kanji yang harus dihapal dan diingat untuk bahan yang harus dihindar karena lebih mudah menghapal yang harus dihindari daripada menghapal bahan-bahan yang boleh dikonsumsi, haha. Pada beberapa produk biasanya bisa jadi mengandung beberapa bahan berikut :

Komposisi (原材料名) Romaji Arti Produk
ショートニング shortening shortening roti dan coklat
動物ショートニング Shortening (from animal) shortening Pada beberapa kue (cake)
ビーフエキス Beef Extract Ekstrak sapi Potato chips (keripik kentang)
鶏エキス Chicken Extract Ekstrak ayam Biskuit, kripik-kripik
肉エキス Meat Extract Ekstrak daging Mie seafood
ラード (豚の脂肪から精製) Lard Lemak babi Roti dan mie soba
ビーフコンソメ Beef Consomme Kaldu daging Potato chips (keripik kentang)
コンソメパウダー Consomme powder Kaldu bubuk
コンソメ Consomme Kaldu
洋酒 Western Liquor Arak barat Pada beberapa coklat
Sake Arak Jepang Kue
リクオール Liquor Minuman keras Es krim
洋酒漬レーズン Raisin moistened with Western wine Pada beberapa coklat
アルコール Alcohol Alkohol Pada beberapa shoyu (soy sauce)
ブランデー Brandy
ラム酒 Western wine Anggur barat Pada beberapa coklat
ビーフカレ Beef Curry Kari sapi Potato chips (keripik kentang)
レシチン Leichitin* Pada beberapa ramen dan coklat
トン骨ラーメン Tonkotsu ramen
みりん Red Sake Mirin
ワイン Wine anggur Coklat, hot cake, es krim
ゼラチン Gelatin Gelatin (terbuat dari tulang babi) Coklat, es krim, onigiri dan beberapa produk 711
Bahan yang perlu diperhatikan :
ショートニング Biasa berasal dari sumber hewani (動物性 or 動物)
油脂 Bisa berasal dari tumbuhan seperti (植物性 or 植物)
マーガリン Jika berasal dari tumbuhan  (植物性マーガリン)

(sumber : i-s.ppisendai.org/halal-haram/)

Nah selain itu, ada beberapa kanji yang umum ditemukan dan sangat baik jika tahu maknanya. Kadang, saya juga penasaran sih. Jadi, walaupun tidak ada kanji aneh-aneh seperti di atas, tapi kalo satu pun saya nggak tahu arti komposisinya jadi ragu-ragu juga, apa bisa dimakan atau nggaknya. Yuk, kita coba baca komposisi(原材料)dari salah satu snack “favorit” saya berikut :

IMG_20151014_14204

Kanji Romaji Arti
名称 meishou Tipe produk
クーッキ kukki Cookies
原材料名 Genzairyō-mei Komposisi
小麦粉 komugiko Tepung terigu
砂糖 sato Gula
ショートニング shortening mentega
植物油脂 Shokubutsu yushi Minyak sayur dan lemak
カカオマス kakaomasu Massa kakao
全粉乳 zenfun’nyu Susu bubuk
全卵 zentamago Telur utuh
ココアバター Kokoa bata Kokoa butter
食塩 shokuen Garam makan
膨脹剤 Bochozai Pengembang
乳化剤 (大豆由来) Nyūkazai (daizu yurai) Emulsifier (dari kedelai)
香料 Koryo Flavouring
内容量 Naiyōryō Jumlah total (dalam kemasan)
消費期限 Shōhi kigen Tanggal kadaluarasa
保存方法 Hozon hōhō Cara penyimpanan

Nah di Cookies ini, hal yang perlu diperhatikan hanya ショートニング (shortening) karena memang umumnya shortening tidak dijelaskan sumber asalnya, tidak seperti emulsifier (乳化剤) yang sudah disebutkan berasal dari kedelai. Oleh karena itu, untuk memastikan produk ini bisa dimakan atau tidak, kita harus mengontak perusahaannya (biasanya via telpon) atau melihat referensi dari fanpage Halal Food yang sudah saya sebutkan di tulisan sebelumnya. Kalau ternyata produk ini belum dikonfirmasi boleh atau tidak, lebih baik ditinggalkan. Yang lain masih banyak, jangan khawatir. Ini cuma snack kok bukan jodoh, hidup jangan dibuat susah, hahhaa.

Sekedar cerita saja, saya kadang suka bagi-bagi snack di Lab, dan mereka juga sebaliknya. Nah, beberapa kali saya harus menolak atau “menyimpan” snack mereka karena meragukan. Sampai akhirnya saya sampaikan bahan-bahan yang tidak boleh dikonsumsi oleh muslim, misalnya shortening dan emulsifier (karena kemungkinan besar berasal dari babi). Setelah saya sampaikan demikian, berikutnya mereka cek dulu sebelum beli snack agar bisa dibagi-bagi ke semua orang termasuk yang muslim. Sekian.

Part 1 : http://mfadhillah.com/2015/10/23/menemukan-makanan-halal-di-jepang/

Artikel lain yang bermanfaat :

http://www.survivingnjapan.com/2012/04/ultimate-guide-to-reading-food-labels.html

Beasiswa LPDP : Gathering di Uminonakamichi

cropped-img_20151018_1610311.jpg

Apakah kamu suka bunga ? Atau kamu sedang berbunga-bunga ? hahaha. Nggak ada hubungannya dengan dua pertanyaan itu sih di postingan ini. Saya hanya mau cerita dan berbagi foto pas acara Gathering Awardee LPDP Kyushu University (Kyudai) di Uminonakamichi (pasti blibet nyebutnya ya, haha) hari Minggu, 18 Oktober 2015. Umi-no-naka-michi (海ノ中道). Laut di tengah jalan, kalau diartikan langsung, bener nggak ya. Kalo dilihat dari petanya sih bener juga, haha. Ternyata cuma daratan kecil yang dikelilingin laut di teluk Hakata (Hakata Bay). Total Awardee LPDP aktif di Kyudai : 16 orang, dan di kesempatan ini Alhamdulilah bisa terkumpul 15 orang yang berasal dari berbagai kampus. 15 orang itu adalah : Fadhil (saya sendiri), Mas Reza, Mas Ardi, Mas Haris, Mas Dalton, Mas Febby, Mas Ristiyanto, dan mas Arif Budiyanto (koordinator LPDP Kyusai). Sementara itu di grup sebelah : Bu Mustikasari, Mbak Widya, Mbak Intan, Mbak Wana, Mbak Tya, Mbak Annisa, dan Mba Indah. Kami kumpul di lokasi sekitar pukul 1 siang, ada yang naik kereta, mobil dan motor. Saya sendiri diajak salah satu awardee naik mobilnya, Alhamdulillah euy. Nggak perlu muter-muter dulu naik kereta ke sono hehe.

Screenshot 2015-10-24 17.35.57 (640x302)

Jika di hari-hari biasanya masuk ke sini harus bayar tiket sekitar 350 Yen katanya, nah pas banget hari itu ternyata GRATIS euy alias 無料 (muryo). Asssiiikk. Mahasiswa gitu loh, yang namanya gratisan pasti paling demen. Denger-denger katanya gara-gara tim baseball SoftBank menang kejuaraan apa gitu, jadi pada banyak diskon dan gratisan.

Acara gathering diawali dengan makan bersama, kemudian perkenalan dan ngobrol-ngobrol santai, sholat dan jalan-jalan ke taman bunga dan sebagian lagi kebun binatang. Tidak ada agenda khusus sebenarnya, hanya kumpul-kumpul dan kenalan biasa sesama awardee sekaligus sharing jika ada permasalahan terkait akademik dan beasiswa. Selebihnya acara bebas, bebas untuk foto-foto dan bernarsis ria.

1445262318471 (640x480)

1445262308914 (640x480)

 

Ke tempat ginian sangat tidak direkomendasikan kalo tanpa pasangan, sementara yang lain bawa dan dengan teganya foto-foto berduaan. Hiks. Pengennya tuh disini, hahhaa. Well, walaupun nggak terlalu ngerti bunga ini itu yang jelas tempat ini tenang banget, enak buat jalan-jalan menghilangkan penat, eits jangan lupa bawa bento karena di dalam susah cari makanan yang halal apalagi makanan murah. Sekian. Jangan baper ya. Hahaha